Minggu, Juli 26, 2026
spot_img
BerandaManadoSeleksi EPA 2026 di Sulut Tuntas Digelar, Garuda Yaksa Buka Jalan Talenta...

Seleksi EPA 2026 di Sulut Tuntas Digelar, Garuda Yaksa Buka Jalan Talenta Muda Menuju Liga 1 dan Tim Nasional

MANADO, TelusurInformasiNews.id – Komitmen membangun masa depan sepak bola Indonesia melalui pembinaan usia muda kembali ditunjukkan Garuda Yaksa FC. Seleksi Elite Pro Academy (EPA) 2026 wilayah Sulawesi Utara resmi dirampungkan setelah berlangsung selama dua hari dengan melibatkan ratusan pesepak bola muda berbakat dari berbagai kabupaten dan kota, termasuk Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang pelaksanaan seleksi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Garuda Yaksa FC dalam menemukan dan mengembangkan talenta terbaik dari daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional melalui pembinaan yang berjenjang.

Proses penjaringan dipimpin langsung oleh Pelatih Pusat Garuda Yaksa, Mukhlis Nur, bersama tim teknis nasional. Seluruh peserta menjalani berbagai tahapan seleksi yang meliputi kemampuan teknik dasar, seperti passing, receiving, dan ball control, kemudian dilanjutkan dengan penilaian visi bermain, kondisi fisik, mental bertanding, hingga kemampuan menerapkan strategi permainan saat pertandingan.

Ketua Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLISPI) Sulawesi Utara yang juga mantan Wakil Ketua PSSI Sulut, Hengky Kawalo, mengatakan kualitas pemain muda Sulawesi Utara memberikan kesan positif selama proses seleksi berlangsung.

“Pada fase awal, kami melihat kemampuan fundamental seperti passing, receiving, dan ball control. Memasuki hari kedua, penilaian difokuskan pada aspek taktis dalam pertandingan, bagaimana pemain menjalankan skema menyerang, bertahan, serta kedisiplinan dalam melakukan transisi permainan. Potensi pemain muda Sulawesi Utara sangat menjanjikan,” ujar Hengky.

Peserta yang berhasil lolos pada kategori usia U-15, U-16, dan U-17 di tingkat regional belum langsung bergabung dengan tim utama. Mereka akan melanjutkan perjuangan ke Jakarta untuk mengikuti seleksi nasional dan bersaing dengan para pemain terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia sebelum mendapatkan kesempatan mengikuti pembinaan intensif bersama Garuda Yaksa.

Pelaksanaan seleksi juga mendapat perhatian dari mantan penjaga gawang Tim Nasional Indonesia, Jendri Pitoy, yang hadir bersama sejumlah pelatih lokal untuk mengamati secara langsung potensi pemain-pemain muda Sulawesi Utara.

Di balik suksesnya pelaksanaan seleksi ini, dukungan besar juga datang dari mantan Ketua PSSI Sulawesi Utara sekaligus Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda. Sebagai sponsor utama kegiatan, Joune Ganda membebaskan seluruh biaya pendaftaran bagi 69 peserta asal Kabupaten Minahasa Utara. Bahkan, ia turut memberikan subsidi biaya pendaftaran kepada peserta dari luar Minahasa Utara agar kesempatan mengikuti seleksi semakin terbuka luas.

Menurut Hengky Kawalo, kolaborasi antara dunia sepak bola dan dukungan pemerintah maupun tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan usia muda di daerah.

“Sinergi antara manajemen olahraga dan komitmen pemerintah daerah atau tokoh masyarakat seperti Pak Joune Ganda adalah kunci. Rekam jejak beliau yang konsisten mendukung sepak bola memastikan kompetisi usia dini di daerah tidak pernah mati,” jelas Hengky.

Hengky menambahkan, hingga saat ini kompetisi sepak bola di Sulawesi Utara masih berada pada level Liga 4. Menunggu klub daerah menembus kasta tertinggi Liga 1 membutuhkan proses yang panjang, bahkan bisa mencapai lima tahun. Karena itu, jalur seleksi seperti EPA Garuda Yaksa menjadi solusi percepatan bagi para pemain muda agar tidak kehilangan momentum emas dalam mengembangkan karier sepak bola mereka.

Ia juga mengingatkan bahwa Sulawesi Utara sejak dahulu dikenal sebagai daerah yang konsisten melahirkan pesepak bola nasional, mulai dari era Alsan Sanda hingga sejumlah pemain muda yang kini berhasil menembus Timnas U-20 melalui PSM Makassar maupun klub Dewa United.

Sementara itu, Pelatih Pusat Garuda Yaksa, Mukhlis Nur, menegaskan bahwa proses seleksi tidak hanya menilai kemampuan teknis semata, tetapi juga karakter dan mentalitas pemain.

“Kami tidak hanya mencari pemain yang memiliki kemampuan individu bagus, tetapi juga pemain yang mempunyai karakter, disiplin, dan semangat berkembang. Sulawesi Utara memiliki banyak talenta potensial dan seleksi ini menjadi wadah untuk menemukan pemain-pemain terbaik,” ujar Mukhlis.

Ia juga mengungkapkan bahwa hasil Seleksi EPA 2026 wilayah Sulawesi Utara akan diumumkan pada Rabu, 8 Juli 2026. Para pemain yang dinyatakan lolos akan memperoleh kesempatan mengikuti seleksi lanjutan di tingkat nasional serta menjalani pelatihan intensif di Akademi Sepak Bola Garuda Yaksa Indonesia di Bogor.

“Peserta yang lulus dari seleksi EPA 2026 memiliki kesempatan untuk bermain di Liga 1. Selanjutnya, peserta yang lolos di Manado akan mengikuti seleksi lanjutan untuk masuk pelatihan intensif di Akademi Sepak Bola Garudayaksa Indonesia di Bogor,” tutur Mukhlis Nur.

Di era industri sepak bola modern, pembinaan atlet tidak lagi hanya berorientasi pada prestasi di lapangan. Keselarasan antara pendidikan formal dan pengembangan karier olahraga menjadi perhatian utama agar para pemain muda memiliki masa depan yang lebih terjamin, baik sebagai pesepak bola profesional maupun dalam kehidupan setelah karier olahraga mereka berakhir. Melalui seleksi EPA 2026, Garuda Yaksa FC kembali membuka harapan baru bagi lahirnya generasi emas sepak bola Sulawesi Utara yang siap bersaing di level nasional hingga internasional.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular