MINUT, Telusurinformasinews.id – Ketua Badan Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (BAKKIN) Sulawesi Utara, Calvin Limpek, bersama seorang pengusaha yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, melakukan perbaikan jalan rusak di bundaran zero point Minut. Inisiatif ini muncul sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Minahasa Utara serta dukungan kepada pemerintah daerah dalam menangani masalah infrastruktur jalan. Rabu, (14/5/2025).

Calvin Limpek menjelaskan bahwa kerusakan jalan yang parah telah mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan memicu keluhan masyarakat hingga menjadi topik viral di media sosial. “Pemerintah dalam mengeluarkan anggaran APBD tidak semudah itu. Semua harus melalui mekanisme dan aturan yang berlaku yang tentu memerlukan waktu untuk evaluasi,” ungkap Calvin.
Ia menambahkan bahwa tidak semua pihak bisa melakukan perbaikan terhadap jalan. Ada kewenangan dari masing-masing level—nasional, provinsi, dan kabupaten. “Jalan zero point ini adalah kewenangan Provinsi Sulawesi Utara dan bukan Kabupaten Minahasa Utara, jadi tidak bisa dikerjakan tanpa izin dari Pemerintah Provinsi,” tegas Calvin.
Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Minut telah berupaya dengan menganggarkan sebesar 800 juta untuk perbaikan jalan dan drainase, tetapi dari informasi yang diterima, jalan tersebut akan diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi, sehingga masih memerlukan waktu.
Pada Rabu, 14 Mei 2025, Calvin bersama pengusaha muda Ko J, melaksanakan kegiatan pembersihan drainase dan menambal lubang di ruas jalan zero point sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Minahasa Utara. Ko J menyatakan, “Masalah ini perlu adanya kolaborasi dari kita semua, bukan hanya menyalahkan tapi mari kita bantu pemerintah untuk memberikan solusi. Karena jika bukan kita, siapa lagi?”
Calvin juga mengingatkan bahwa banyak pengusaha di Minut, termasuk para developer perumahan, untuk turut serta dalam membantu masyarakat. “Sebelum adanya perumahan, air diserap ke dalam tanah melalui pepohonan. Namun sekarang, air dari atas gunung Klabat mengalir ke ruas jalan zero point, menyebabkan banjir dan kerusakan jalan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutur Calvin.
Inisiatif ini menggambarkan kolaborasi antara warga, pengusaha, dan pemerintahan dalam menghadapi tantangan infrastruktur demi kebaikan bersama.
(*Vera.E.Kastubi).






