Jumat, Oktober 23, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraHari Kesaktian Pancasila 2026, Bupati Joune Ganda Tekankan Persatuan dan Semangat Mapalus

Hari Kesaktian Pancasila 2026, Bupati Joune Ganda Tekankan Persatuan dan Semangat Mapalus

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Minahasa Utara menjadi momentum untuk kembali memperkuat nilai-nilai Pancasila, persatuan, gotong royong serta kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. Bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Minahasa Utara, Rabu (1/10/2026).

Pesan tersebut disampaikan Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., saat bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026.

Dalam keterangannya usai upacara, Bupati Joune Ganda mengatakan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk menunjukkan kembali posisi Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pada pagi hari ini saya memimpin upacara dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Pemerintah memberikan tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur’,” ujar Joune Ganda.

Menurutnya, tema tersebut merupakan bagian dari rangkaian upaya untuk menunjukkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara memiliki nilai-nilai yang dapat membawa bangsa Indonesia menuju bangsa yang berdaulat, adil dan makmur.

Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila telah diajarkan sejak usia dini dan memberikan pengaruh dalam setiap langkah kehidupan masyarakat, berbangsa maupun bernegara.

“Dari sejak kecil bagaimana Pancasila ini memberikan pengaruh dalam setiap langkah kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa. Ini diajarkan di sekolah dan tentu akan menjadi bagian yang terus-menerus kita ajarkan,” katanya.

Bupati menegaskan, Pancasila telah terbukti menjadi dasar negara yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, ras dan budaya serta tersebar di ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke.

Karena itu, menurutnya, nilai-nilai Pancasila perlu terus disampaikan, diajarkan dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

“Bangsa kita ini menjadi satu, menjadi besar dengan adanya Pancasila. Nilai-nilai yang ditanamkan inilah yang tentunya akan menjadi semangat bagi kita, akan menjadi modal bagi kita untuk menuju Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” ungkapnya.

Dalam konteks kehidupan masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara yang dikenal memiliki keberagaman budaya, Bupati Joune Ganda juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada dasarnya juga digali dari nilai-nilai yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

“Nilai-nilai yang tertanam, yang mengakar dalam Pancasila itu juga digali dari nilai-nilai yang ada di bangsa Indonesia. Terutama bagi kita yang ada di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa Utara, bahwa nilai-nilai ini sangat relevan,” jelasnya.

Salah satu nilai yang dinilai sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Minahasa Utara adalah semangat gotong royong dan kebersamaan yang tercermin dalam budaya mapalus.

“Semangat gotong royong, semangat kebersamaan, ini juga merupakan bagian dari mapalus. Ini nilai-nilai yang memang juga sudah mengakar di tengah-tengah kehidupan masyarakat kita,” tuturnya.

Bupati kemudian menegaskan kembali ajakannya kepada seluruh elemen masyarakat Minahasa Utara untuk terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai tersebut.

“Saya ingin menegaskan lagi sekaligus mengingatkan lagi, mengajak kembali kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Minahasa Utara untuk kita terus menjaga, terus melestarikan dan bahkan jangan lupa untuk kita mengajar-ajarkan kepada anak-anak kita,” katanya.

Menurutnya, semangat mapalus dan gotong royong sebagai kearifan lokal harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar tidak hilang ditengah perkembangan zaman.

“Semangat mapalus, semangat gotong royong yang ada di tengah-tengah masyarakat kita, yang menjadi dasar kearifan lokal masyarakat kita, ini juga menjadi bagian dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” tegasnya.

Joune Ganda juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan persatuan. Menurutnya, pembangunan dan kekayaan sumber daya alam tidak akan memiliki arti apabila masyarakat terpecah akibat perbedaan yang tidak dikelola dengan baik.

“Kebersamaan, persatuan ini adalah modal yang utama. Apabila kita tercerai-berai, kita memiliki perbedaan yang sangat ekstrem yang membuat perpecahan, maka semua keberhasilan kita, kemakmuran yang kita capai, modal dari kekayaan alam kita tidak akan ada artinya,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai semangat persatuan harus terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat sebagai kekuatan bersama dalam membangun daerah maupun bangsa.

Bupati Joune Ganda juga menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan bukan hanya dalam kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, nilai Pancasila menjadi modal penting bagi dirinya sebagai pemimpin daerah bersama seluruh perangkat daerah dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Terutama kami sebagai pemimpin di Kabupaten Minahasa Utara, perangkat daerah yang menjalankan bersama-sama pemerintahan ini harus memiliki semangat kebersamaan,” katanya.

Ia menjelaskan, semangat Pancasila harus menjadi nilai yang memberikan kesadaran kepada seluruh aparatur pemerintahan bahwa setiap tugas dan tanggung jawab yang dijalankan pada akhirnya ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Semangat Pancasila ini yang akan menjadi nilai-nilai untuk memberikan kita bahwa kita ini sangat bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Joune, sila Ketuhanan Yang Maha Esa juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pemerintahan, mengingat Indonesia merupakan negara yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki keberagaman agama.

“Mulai dari bagaimana kita melihat bahwa kita adalah negara yang beragama, negara yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Begitu juga seluruh perangkat daerah kita memiliki semangat yang sama bahwa kita ini adalah negara atau bangsa yang memiliki keberagaman agama, tetapi kita tetap satu,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa nilai keadilan harus diwujudkan dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk bagaimana pemerintah hadir dan berada di tengah-tengah masyarakat.

“Begitu juga bagaimana kita menjalankan tugas dan tanggung jawab kita untuk kita berada di tengah-tengah masyarakat, adil, bagaimana kita membangun bersama-sama dengan masyarakat. Ini juga menjadi semangat yang ada dalam nilai Pancasila yang harus juga kita jadikan pedoman untuk menjalankan tata kelola pemerintahan kita di Kabupaten Minahasa Utara,” tandasnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Minahasa Utara tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai persatuan, kebersamaan, gotong royong, keadilan dan penghormatan terhadap keberagaman.

Bupati Joune Ganda mengajak seluruh masyarakat Minahasa Utara untuk terus menjaga nilai-nilai Pancasila sekaligus melestarikan kearifan lokal mapalus dan gotong royong sebagai kekuatan sosial masyarakat.

Semangat tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda, sehingga persatuan dan kebersamaan tetap menjadi modal utama dalam membangun Kabupaten Minahasa Utara serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular