MINUT, TelusurInformasiNews.id – Bupati Minahasa Utara Joune Ganda turun langsung ke posko lapangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), untuk memastikan kondisi terkini sekaligus mengecek kesiapan seluruh petugas dalam menghadapi potensi meluasnya kebakaran. Kamis, (1/9/2026).
Kehadiran Bupati Joune Ganda di posko menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memperkuat pemantauan dan penanganan karhutla, terutama menyusul adanya kekhawatiran titik api bergerak menjauh dari kawasan yang sebelumnya menjadi fokus perlindungan dan mengarah ke kawasan hutan lindung menuju bagian atas Gunung Klabat.
Dalam kunjungan tersebut, Joune menyapa langsung para petugas dari berbagai unsur yang berada di lapangan. Ia juga menggali informasi terkait perkembangan titik api, langkah-langkah pemadaman yang telah dilakukan, hingga potensi risiko apabila kobaran api bergerak semakin jauh ke kawasan hutan.
Joune mengatakan, perkembangan karhutla selama ini terus dipantaunya melalui laporan jajaran pemerintah serta grup koordinasi yang diperbarui secara berkala.
Namun, menurutnya, peninjauan langsung tetap diperlukan agar dirinya memperoleh gambaran kondisi lapangan secara lebih utuh dan dapat menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Memang saya terus mendapatkan informasi setiap hari, bahkan setiap dua sampai tiga jam di dalam grup-grup itu saya pantau terus, kemudian memberikan instruksi-instruksi. Tetapi pada saat ini saya melihat langsung atau meninjau langsung di pos lapangan ini,” kata Joune.
Ia menjelaskan, penanganan karhutla saat ini menghadapi tantangan karena sejumlah titik api dikhawatirkan bergerak semakin menjauh dari kawasan yang sebelumnya menjadi fokus perlindungan dan mengarah ke kawasan hutan lindung menuju bagian atas Gunung Klabat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena medan yang semakin tinggi berpotensi membuat proses pemadaman semakin sulit. Selain kontur wilayah yang lebih curam, ketersediaan material yang mudah terbakar di kawasan hutan juga berpotensi memperbesar kobaran api.
“Kalau ini makin ke atas, penanganannya akan jauh lebih sulit. Karena kalau lebih tinggi maka wilayahnya lebih curam,” ujarnya.
Joune juga menerima informasi dari tim lapangan terkait kemungkinan munculnya titik api di lokasi berbeda akibat kondisi bentang alam di kawasan tersebut.
Menurutnya, situasi tersebut dapat memperluas area kebakaran sekaligus menyulitkan upaya pengendalian apabila tidak segera diantisipasi.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna mencegah dampak yang lebih besar.
Joune telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara menyusun laporan terbaru mengenai kondisi karhutla sekaligus prediksi perkembangan berdasarkan temuan dan situasi aktual di lapangan.
Laporan tersebut nantinya menjadi landasan untuk memperkuat koordinasi serta menyampaikan kondisi terkini kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara hingga pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kita juga akan membuat laporan ter-update. Laporan ini berisi tentang bagaimana prediksi di lapangan yang bisa membuat kebakaran hutan ini akan makin membesar,” ujarnya.
Selain potensi meluasnya kebakaran, Joune menyebut salah satu risiko yang perlu diantisipasi adalah munculnya asap tebal apabila karhutla semakin membesar.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Sam Ratulangi Manado.
“Kalau makin membesar bisa memberikan dampak pada Bandara Sam Ratulangi. Bisa ditutup karena asap yang begitu tebal yang mengganggu penerbangan,” jelasnya.
Tidak hanya sektor penerbangan, Joune juga menyoroti perkembangan kualitas udara di wilayah tersebut. Ia mengatakan, pemantauan kualitas udara yang biasanya menunjukkan kondisi baik kini mulai memperlihatkan adanya perubahan.
“Biasanya saya selalu monitor di aplikasi kualitas udara. Selalu hijau. Kali ini kuning. Berarti kan sudah ada dampak di lapisan udara di wilayah kita,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Joune meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla tetap mengutamakan keselamatan jiwa dalam setiap upaya pemadaman.
Ia menyebut penanganan karhutla melibatkan banyak unsur, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian, Manggala Agni, TNI-Polri, pemadam kebakaran (Damkar), BPBD, relawan, hingga kelompok masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan.
Sejumlah kendaraan dan tangki air juga disiagakan di lokasi guna mendukung operasi pemadaman. Selain itu, opsi penggunaan water bombing turut menjadi salah satu kemungkinan penanganan apabila kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan intervensi yang lebih besar.
“Kita harus melihat langkah-langkah mitigasi yang harus kita lakukan,” kata Joune.
Di sisi lain, Bupati Joune Ganda memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang terus bekerja di lapangan. Ia menyampaikan terima kasih kepada para petugas yang tetap bertahan melakukan penanganan karhutla, baik siang maupun malam.
“Atas nama masyarakat dan pribadi, saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua stakeholder yang sudah bersama-sama dengan kami, juga masyarakat dan relawan-relawan yang memang sudah terlatih,” ujar Joune.
Menurut Joune, keterlibatan masyarakat yang telah terlatih juga memiliki arti penting dalam memperkuat penanganan karhutla. Sebagian relawan bahkan telah memiliki pengalaman menangani kejadian serupa yang terjadi pada 2015 dan 2019.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mempercepat respons pemerintah bersama seluruh unsur terkait terhadap kondisi karhutla yang terjadi saat ini.
Joune menegaskan, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini dan tidak menunggu sampai kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Pemantauan kondisi lapangan, penguatan koordinasi antarlembaga, kesiapan personel dan peralatan, serta dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan karhutla.
“Jangan sampai terjadi seperti yang sudah pernah terjadi,” tandasnya.
Dengan turun langsung ke posko lapangan, Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tidak akan tinggal diam dan akan terus berada di garda terdepan dalam penanganan Karhutla.
Pemkab Minut berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, Damkar, serta seluruh relawan hingga api benar-benar dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Minahasa Utara.
(Vera.E.Kastubi).






