Senin, November 2, 2026
spot_img
BerandaUncategorizedBupati Joune Ganda Resmi Luncurkan Delapan Inovasi Daerah, Dorong ASN Minut Hadirkan...

Bupati Joune Ganda Resmi Luncurkan Delapan Inovasi Daerah, Dorong ASN Minut Hadirkan Pelayanan Publik Berkualitas

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik melalui pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta penerapan berbagai inovasi daerah. Bertempat di Atrium kantor Bupati Minut. Senin, (2/11/2026).

Komitmen tersebut ditandai dengan kehadiran sekaligus pembukaan kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kompetensi bagi ASN yang dirangkaikan dengan peluncuran delapan inovasi daerah oleh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune James Esau Ganda, di Atrium Kantor Bupati Minut.

Delapan inovasi yang diluncurkan tersebut masing-masing SIPERINTIS MINUT, SIKLABAT, Dewi Minut Memikat, SIGAP BANGUN MINUT, AKSI KLABAT, Dua Hasil Satu Lahan, SIFORSA MINUT, dan KILAT DESA.

Kegiatan ini turut dihadiri para Asisten I, II dan III, Staf Ahli Bupati, kepala perangkat daerah (OPD), kepala bagian, para camat serta Direktur RSUD Maria Walanda Maramis.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Minut, Herman Hendrik Mengko, menjelaskan bahwa peluncuran inovasi tersebut merupakan bagian dari hasil pengembangan kompetensi dan proyek perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII.

Ia menyampaikan, para peserta diharapkan mampu menghasilkan terobosan yang tidak hanya menjadi persyaratan dalam mengikuti pendidikan kepemimpinan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan dan masyarakat.

Adapun delapan inovasi yang diperkenalkan memiliki fokus dan sasaran berbeda:

•Pertama, SIKLABAT (Sistem Kompetensi Pelatihan dan Pengembangan Pembelajaran ASN Terintegrasi), merupakan platform digital berbasis daring yang disiapkan untuk mendukung terwujudnya ASN Minut yang profesional, kompeten, adaptif, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Melalui platform ini, ASN dapat mengakses materi pembelajaran maupun pelatihan secara fleksibel tanpa dibatasi waktu dan tempat. ASN yang telah mengikuti pembelajaran atau pelatihan juga dapat memperoleh sertifikat, dengan data yang terintegrasi melalui sistem kepegawaian BKPSDM.

•Kedua, SIPERINTIS MINUT, merupakan strategi inovatif dalam penyelesaian wilayah rentan pangan melalui pendekatan pentahelix. Program ini mengedepankan kolaborasi pemerintah daerah, perusahaan, komunitas, masyarakat dan media dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Minahasa Utara.

Pelaksanaannya menggunakan skema pemberdayaan melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), tanpa bergantung pada penggunaan APBD.

•Ketiga, Dewi Minut Memikat, diarahkan untuk mengakselerasi pengembangan desa wisata yang mandiri dan terintegrasi. Program ini mendorong penguatan kelembagaan desa wisata, pengembangan produk wisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi.

•Keempat, SIGAP BANGUN MINUT, merupakan transformasi tata kelola pelayanan persetujuan bangunan gedung guna mengoptimalkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Minahasa Utara.

•Kelima, AKSI KLABAT, berfokus pada percepatan transformasi keterbukaan layanan dan akses informasi berbasis teknologi. Inovasi ini mengembangkan satu portal data dan informasi pelayanan publik bagi masyarakat Minut, sehingga informasi pemerintahan dapat disajikan secara transparan, terkini dan mudah diakses.

•Keenam, Dua Hasil Satu Lahan, merupakan strategi pengembangan pertanian melalui integrasi tanaman kelapa dengan jagung secara sistematis dan berkelanjutan. Program ini mendorong perubahan pola pertanian monokultur menjadi sistem yang lebih produktif dan terintegrasi.

Strategi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan lahan perkebunan rakyat, mendiversifikasi pendapatan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah tanpa mengesampingkan kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan Minahasa Utara.

•Ketujuh, SIFORSA MINUT, merupakan strategi transformasi pengolahan sampah melalui metode pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Upaya ini ditujukan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir di Kabupaten Minahasa Utara.

•Kedelapan, KILAT DESA, diarahkan untuk mengakselerasi kinerja evaluasi dan pengawasan secara terukur, mendorong birokrasi yang lebih efektif serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik gratifikasi.

Dalam laporannya, Herman Hendrik Mengko juga menyampaikan bahwa pemaparan hasil proyek perubahan para peserta dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 10 November 2026, sementara pelaksanaan kegiatan PKN Tingkat II Angkatan XXIII dijadwalkan pada Kamis, 12 November 2026.

Ia berharap Bupati Minahasa Utara dapat memberikan arahan sekaligus dukungan terhadap keberlanjutan proyek perubahan yang dihasilkan para peserta.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa seluruh inovasi yang diluncurkan harus memiliki keberlanjutan dan tidak boleh berhenti sebatas pemenuhan persyaratan mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.

Menurutnya, inovasi harus menjadi warisan positif atau legacy bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, sekaligus menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat daya saing daerah.

Joune juga mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk para asisten dan kepala perangkat daerah, melakukan evaluasi terhadap inovasi yang telah dihasilkan peserta PKN sebelumnya.

Ia tidak menginginkan program perubahan yang sudah dibuat hanya menjadi kegiatan seremonial, kemudian tidak dilanjutkan atau kehilangan relevansinya seiring perkembangan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi.

“Saya berharap inovasi yang dihasilkan ini bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan sebagai peserta PKN. Inovasi ini harus menjadi sebuah legacy, harus dilaksanakan dan terus dikembangkan. Karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap seluruh program inovasi yang sudah ada, termasuk inovasi dari peserta sebelumnya,” tegas Joune.

Bupati juga memberikan tantangan kepada para peserta agar mampu menunjukkan prestasi dan membawa nama Kabupaten Minahasa Utara pada tingkat nasional.

Ia mengingatkan bahwa standar dan target yang ditetapkan harus semakin meningkat. Jika sebelumnya capaian peserta masih berada pada jumlah yang terbatas, maka ke depan Minut harus mampu menempatkan lebih banyak inovasi dan peserta pada posisi terbaik.

“Target kita minimal lima besar harus bisa masuk. Jangan berpikir bahwa kita hanya cukup berpartisipasi. Kita harus memiliki standar yang tinggi dan mampu bersaing. Kalau sudah berbicara tingkat nasional, maka hasil yang kita tampilkan juga harus benar-benar berkualitas,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Joune turut mengaitkan pentingnya inovasi pemerintahan dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi Kabupaten Minahasa Utara.

Ia mencontohkan pembangunan Hotel Shangri-La Manado yang baru-baru ini dihadirinya. Menurutnya, masuknya investasi berskala besar tersebut menunjukkan bahwa Minahasa Utara memiliki potensi dan daya tarik yang diperhitungkan oleh pelaku usaha, termasuk investor internasional.

Bupati menjelaskan bahwa pembangunan hotel berstandar internasional bukan perkara sederhana. Investor melakukan berbagai pertimbangan sebelum memutuskan menanamkan modal dalam jumlah besar di suatu daerah.

Mulai dari kelayakan wilayah, potensi ekonomi, dukungan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia hingga prospek pengembangan investasi menjadi faktor yang diperhitungkan.

Ia mengungkapkan, proyek pembangunan Shangri-La tersebut memiliki nilai investasi tahap awal sekitar Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun. Bahkan, pihak investor juga menyampaikan rencana pengembangan pembangunan hotel lainnya dengan nilai investasi yang tidak kalah besar.

Pembangunan tersebut ditargetkan berlangsung dalam kurun waktu tidak lebih dari dua tahun. Selain itu, proyek tersebut melibatkan kontraktor yang memiliki pengalaman dalam pembangunan infrastruktur penting di Indonesia dan China, termasuk pekerjaan berskala besar seperti kereta bawah tanah.

Dukungan konsultan tata bangunan dan konsultan interior terbaik di Asia juga menjadi bagian dari proyek tersebut. Joune menilai keputusan investor untuk masuk ke Minahasa Utara merupakan bukti bahwa daerah ini memiliki potensi yang dapat dikembangkan hingga ke tingkat internasional.

Ia bahkan menyebut, keberadaan sejumlah hotel berbintang lima di kawasan Minahasa Utara menjadi gambaran semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap prospek daerah tersebut, di tengah kondisi Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa.

“Artinya, investor yang datang bukan hanya melihat pasar lokal. Mereka melihat potensi dan prospek internasional yang dimiliki daerah ini. Mereka tentu memiliki perhitungan yang sangat matang sebelum memutuskan untuk menanamkan investasi dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa seluruh inovasi perangkat daerah harus memiliki hubungan langsung dengan peningkatan kualitas pelayanan, termasuk pelayanan kepada para investor yang ingin menanamkan modalnya di Minahasa Utara.

Menurutnya, peluang investasi yang semakin terbuka harus diimbangi dengan pelayanan birokrasi yang cepat, tepat, transparan dan terintegrasi. Ia mengatakan, potensi daerah di sektor pertanian, perkebunan dan pariwisata sangat besar. Kondisi iklim yang mendukung, ketersediaan sumber air serta potensi lahan menjadi keunggulan yang dapat menarik minat perusahaan untuk berinvestasi.

Bahkan, sejumlah perusahaan mulai menunjukkan ketertarikan terhadap sektor pertanian karena melihat peluang pengembangan komoditas yang dimiliki Minahasa Utara. Namun demikian, potensi tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak didukung koordinasi dan sinkronisasi pelayanan antarperangkat daerah.

“Potensi daerah kita sangat besar. Tetapi kalau pelayanan dari dinas-dinas terkait tidak sinkron, maka semuanya tidak akan berjalan dengan baik. Karena itu, inovasi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor,” jelasnya.

Joune juga mengingatkan agar seluruh perangkat daerah tidak hanya terpaku pada pola kerja lama. Perubahan teknologi, perkembangan sektor pariwisata dan dinamika kebutuhan masyarakat harus menjadi pertimbangan dalam melakukan pembaruan program pemerintahan.

Ia meminta agar inovasi yang sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini segera dievaluasi dan disesuaikan. Pemerintah harus mampu berpikir lebih maju atau one step, two steps, bahkan three steps ahead agar tidak tertinggal dari perkembangan zaman.

Selain mendorong inovasi kelembagaan, Bupati juga menyoroti pentingnya pengembangan kapasitas pribadi setiap ASN. Menurutnya, semangat belajar, kemauan meningkatkan kemampuan dan keterbukaan terhadap pengalaman baru harus menjadi bagian dari budaya kerja aparatur pemerintah.

Ia mengingatkan bahwa pengembangan kompetensi bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah atau BKPSDM, tetapi juga harus tumbuh dari kesadaran masing-masing individu.

ASN harus memiliki kemauan untuk terus belajar, memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kapasitas diri, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat.

“Jangan mudah merasa cukup dengan kemampuan yang dimiliki sekarang. Kita harus terus belajar, meningkatkan kapasitas dan memperbarui cara berpikir. Semangat untuk maju dan berkembang harus dimulai dari diri sendiri. Itu merupakan tanggung jawab setiap ASN,” pesan Joune.

Ia juga meminta BKPSDM agar terus memperhatikan program pengembangan kompetensi aparatur, sehingga kesempatan belajar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemkab Minut.

Menurutnya, ASN harus mampu menjadi contoh dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat, terutama dalam membangun budaya disiplin, kerja keras dan semangat meningkatkan pengetahuan.

Di akhir arahannya, Bupati kembali menegaskan bahwa inovasi merupakan salah satu kunci penting untuk memperkuat keunggulan daerah dan meningkatkan kepercayaan masyarakat maupun dunia usaha terhadap pemerintah.

Ia berharap para peserta PKN Tingkat II Angkatan XXIII tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi benar-benar menerapkan proyek perubahan yang telah dirancang dan memastikan program tersebut terus berjalan.

“Jangan sampai inovasi hanya dibuat untuk kepentingan pendidikan dan setelah itu berhenti. Kita ingin inovasi ini benar-benar dijalankan, dievaluasi dan menjadi bagian dari keunggulan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Kita harus mampu menunjukkan bahwa ASN Minut memiliki kemampuan, daya pikir dan kualitas untuk bersaing di tingkat nasional,” tandasnya.

Melalui peluncuran delapan inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berharap tercipta birokrasi yang semakin adaptif, profesional, inovatif dan berorientasi pada hasil.

Pemkab Minut juga berkomitmen memastikan setiap inovasi tidak hanya menjadi gagasan di atas kertas, tetapi diwujudkan melalui program kerja berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, memperkuat tata kelola pemerintahan serta membuka peluang kemajuan ekonomi dan investasi daerah.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular