Senin, November 2, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraBupati Joune Ganda Hadiri Groundbreaking Shangri-La Manado, Minut Optimistis Jadi Destinasi Wisata...

Bupati Joune Ganda Hadiri Groundbreaking Shangri-La Manado, Minut Optimistis Jadi Destinasi Wisata Mendunia

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu destinasi investasi pariwisata unggulan di Sulawesi Utara. Hal ini ditandai dengan dimulainya pembangunan Hotel Shangri-La Manado milik PT Deybudo Pariwisata Prima melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Wisata Budo, Kecamatan Wori, Minggu (01/11/2026).

Groundbreaking proyek perhotelan berstandar internasional tersebut menjadi momentum penting bagi Kabupaten Minahasa Utara dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus membuka peluang investasi berskala global. Kehadiran jaringan hotel internasional Shangri-La diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Minut sebagai daerah tujuan wisata, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dimulainya pembangunan hotel tersebut. Menurutnya, masuknya investasi berskala internasional merupakan bentuk kepercayaan terhadap potensi dan peluang pengembangan pariwisata yang dimiliki Kabupaten Minahasa Utara.

Joune Ganda menegaskan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui dukungan kebijakan, kemudahan pelayanan, serta penguatan berbagai sektor potensial daerah.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kepercayaan investor yang telah memilih Kabupaten Minahasa Utara, khususnya Desa Wisata Budo, sebagai lokasi pembangunan Hotel Shangri-La. Ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus peluang besar bagi daerah. Kami berharap investasi ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Joune Ganda.

Lebih lanjut, Bupati Joune menjelaskan bahwa Minahasa Utara memiliki keunggulan geografis dan potensi alam yang sangat menjanjikan untuk pengembangan industri pariwisata. Letaknya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Sam Ratulangi serta posisinya dalam kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) menjadi modal strategis dalam menarik minat investor.

“Minahasa Utara memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Kita mempunyai kekayaan wisata bahari, keindahan alam, budaya, serta letak geografis yang sangat strategis karena dekat dengan Bandara Internasional Sam Ratulangi. Potensi ini harus kita manfaatkan secara maksimal agar Minut semakin dikenal dan mampu bersaing sebagai destinasi wisata berkelas internasional,” tegasnya.

Ia juga berharap pembangunan Hotel Shangri-La tidak hanya menghadirkan fasilitas akomodasi berstandar dunia, tetapi turut memberikan efek berganda (*multiplier effect*) bagi perekonomian masyarakat lokal.

Menurutnya, keterlibatan tenaga kerja lokal, pelaku UMKM, sektor transportasi, perikanan, pertanian, hingga usaha jasa pariwisata harus menjadi bagian dari perkembangan investasi tersebut.

“Harapan kami, kehadiran Shangri-La nantinya tidak hanya dikenal sebagai hotel berkelas internasional, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Minahasa Utara. Peluang usaha bagi masyarakat, pemberdayaan tenaga kerja lokal, serta keterlibatan pelaku UMKM harus ikut tumbuh seiring dengan berkembangnya kawasan pariwisata ini,” tambah Bupati.

Sementara itu, Perwakilan Pemegang Saham PT Deybudo Pariwisata Prima, Yulissa Baramuli, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan Shangri-La Group yang telah memilih Desa Wisata Budo sebagai lokasi investasi.

Menurutnya, kehadiran hotel tersebut diyakini akan semakin mengangkat potensi pariwisata Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa Utara, sehingga semakin dikenal di tingkat internasional.

Dukungan terhadap pengembangan pariwisata kawasan Budo juga disampaikan Presiden Komisaris SSP Group, Dewi Kam. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan hotel ini tidak semata-mata berorientasi pada pengembangan industri perhotelan, tetapi juga membawa visi besar dalam mendukung pariwisata dunia, terutama potensi wisata bahari Sulawesi Utara.

“Hotel di Budo ini tidak jauh dari Taman Nasional Bunaken. Nantinya akan memiliki dermaga sendiri sehingga tamu bisa langsung diving ke Bunaken,” ungkap Dewi Kam.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan dan pengawalan proyek secara maksimal agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik. Terlebih, hotel yang dibangun tersebut nantinya akan menjadi satu-satunya Hotel Shangri-La di wilayah Manado dan sekitarnya.

Rangkaian kegiatan groundbreaking diawali dengan ibadah dan doa yang dipimpin Pdt. Olivia Pomohon. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting dari tingkat nasional hingga internasional sebagai bentuk dukungan terhadap realisasi investasi pariwisata di Kabupaten Minahasa Utara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan Pemegang Saham PT Deybudo Pariwisata Prima, Dr. Ilham Habibie bersama Yulissa Baramuli; Komisaris SSP Group M.A. Jasin; Direktur Departemen Bisnis Internasional China Railway Engineering Corporation, Zhang Yongkang; Country Manager Bank of China Kantor Cabang Jakarta Group, Sun Shang Bin; Chief Operating Officer Shangri-La Group, Sunny Paw; serta Kepala Biro Perekonomian yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Reza Dotulong.

Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan legislatif, Bupati Joune Ganda turut didampingi Ketua DPRD Minut Vonny Rumimpunu bersama suaminya Robert Dondokambey yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank SulutGo.

Turut hadir Asisten I Umbase Mayuntu, Kepala Dinas Pariwisata Jein Barantian, Kepala DPMPTSP Richard Dondokambey, Kepala Dinas PUPR Lidya Warouw, Kepala Dinas Pendidikan Eveline Luntungan, serta Camat Wori Octavianus Mayuntu.

Dimulainya pembangunan Hotel Shangri-La Manado menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan kawasan pariwisata Minahasa Utara. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda terus mendorong terciptanya iklim investasi yang mendukung masuknya investor, sekaligus memastikan potensi daerah dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dengan hadirnya jaringan perhotelan internasional tersebut, Desa Wisata Budo diharapkan semakin berkembang menjadi kawasan wisata unggulan yang terintegrasi dengan potensi wisata bahari, termasuk akses menuju Taman Nasional Bunaken.

Pembangunan ini juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi semakin luasnya peluang investasi di sektor pariwisata, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Minahasa Utara sebagai salah satu destinasi wisata yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.

 

(Vera.E.Kastubi).

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular