BIMA (NTB), TelusurInformasiNews.id – Petani di Desa Roka, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Sekretaris Jenderal ASGAS RI, Tengku Ali Husen, atas pendampingan dan pelaksanaan Program Maha Karya Nusantara melalui pemanfaatan Mikroba PA 63 Garuda yang telah diterapkan selama kurang lebih tiga tahun secara swadaya dan gotong royong.
Salah seorang petani, Alfukara, mengaku program tersebut dinilai memberikan manfaat bagi para petani, khususnya dalam upaya pemulihan kondisi tanah, pengembalian unsur hara, serta menjaga kesuburan lahan pertanian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada ASGAS RI, khususnya kepada Sekjen ASGAS RI, Bapak Tengku Ali Husen. Selama tiga tahun kami menggunakan Mikroba PA 63 Garuda secara gratis dengan sistem swadaya dan gotong royong. Alhamdulillah hasil produksi pertanian meningkat dan biaya operasional dapat ditekan,” ujar Alfukara.
Menurutnya, penggunaan Mikroba PA 63 Garuda turut membantu meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Desa Roka. Selain itu, para petani juga mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan dari tim ASGAS RI, mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, penyemprotan menggunakan mikroba, hingga masa panen.
“Kami merasa tidak berjalan sendiri. Tim ASGAS RI selalu hadir memberikan edukasi dan pendampingan sehingga kami memahami cara penggunaan mikroba dengan baik. Dampaknya, tanah menjadi lebih subur, tanaman tumbuh lebih sehat, dan hasil panen lebih melimpah,” katanya.
Para petani berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberhasilan yang mereka rasakan. Mereka bahkan menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo Subianto berkesempatan hadir dalam kegiatan panen raya di kawasan pertanian Desa Roka sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian di daerah tersebut.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal ASGAS RI, Tengku Ali Husen, menyampaikan bahwa pihaknya terus menginstruksikan seluruh jajaran ASGAS RI di berbagai daerah agar tetap aktif mendampingi masyarakat tani dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian melalui pendekatan pemulihan lahan.
Menurutnya, pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong terwujudnya sektor agraris dan maritim yang kuat sebagai penopang ketahanan pangan nasional. Ia juga menyebut gerakan tersebut dilaksanakan secara swadaya dan gotong royong sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung visi pembangunan nasional, termasuk program Asta Cita yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
ASGAS RI berharap edukasi kepada petani mengenai pemulihan kesuburan tanah, pemanfaatan mikroba, dan pengelolaan pertanian berkelanjutan dapat terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
(Gunawan/KaperwilNTB)






