Minggu, Juni 28, 2026
spot_img
BerandaNTBDukung Asta Cita Presiden, ASGAS RI dan Rumah Herbal Nusantara Perkuat Ketahanan...

Dukung Asta Cita Presiden, ASGAS RI dan Rumah Herbal Nusantara Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Pertanian Berkelanjutan Berbasis Mikroba PA 63 Garuda

BIMA (NTB), TelusurInformasiNews.idKolaborasi antara Agen Spesial Garuda Sakti Republik Indonesia (ASGAS RI) Garuda 023 bersama Komunitas Rumah Herbal Nusantara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor pertanian nasional melalui program Sustainable Agriculture berbasis Mikroba PA 63 Garuda.

Mengusung tema “Sustainable Agricultural Berbasis Mikroba PA 63 Garuda: Swadaya dan Gotong Royong Bersama Membangun Kebersamaan”, kegiatan tersebut diarahkan sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional, khususnya penguatan ketahanan pangan yang sejalan dengan visi pembangunan nasional dan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Koordinator Komunitas Rumah Herbal Nusantara, Muhsinin, mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar di sektor pertanian saat ini adalah menurunnya kualitas unsur hara tanah dan air. Oleh karena itu, diperlukan langkah bersama dalam melakukan pemulihan kesuburan lahan agar mampu kembali menghasilkan produk pertanian yang sehat, berkualitas, dan aman dikonsumsi masyarakat.

Menurutnya, kesehatan tanah merupakan fondasi utama dalam menciptakan ketahanan pangan nasional. Tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman yang sehat, sehingga berdampak langsung terhadap kualitas kesehatan masyarakat.

“Pangan dan kesehatan merupakan dua sektor yang saling berkaitan. Ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai kuantitas hasil produksi, tetapi juga kualitas pangan yang dihasilkan sejak proses budidayanya,” ujar Muhsinin.

Melalui program Tadabur Alam Bumi Nusantara, Komunitas Rumah Herbal Nusantara bersama ASGAS RI mengembangkan pemanfaatan Mikroba PA 63 Garuda sebagai salah satu alternatif pemulihan kondisi lahan pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Muhsinin menjelaskan, apabila melihat sejarah, Nusantara pernah dikenal sebagai wilayah yang memiliki kekayaan alam melimpah serta menjadi pusat perdagangan hasil bumi dan rempah-rempah dunia. Karena itu, generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengembalikan kejayaan tersebut melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.

Salah satu program nyata yang saat ini dijalankan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar memanfaatkan lahan tidur atau lahan yang belum produktif untuk ditanami berbagai jenis tanaman rempah menggunakan aplikasi Mikroba PA 63 Garuda.

Hasil panen rempah-rempah tersebut selanjutnya direncanakan akan diolah menjadi produk herbal tradisional melalui Rumah Herbal Nusantara sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Selain bergerak di bidang pertanian, Muhsinin yang juga merupakan mahasiswa STIKES Yahya bersama sejumlah mahasiswa lainnya aktif melakukan edukasi mengenai pentingnya semangat bela negara kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak sekaligus kewajiban untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyatakan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.”

Ia menegaskan bahwa kontribusi dalam membangun ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, memberdayakan masyarakat, hingga melakukan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai bela negara.

Di lingkungan perguruan tinggi, kegiatan tersebut juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki kewajiban melaksanakan Tri Dharma sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan nasional.

Sementara itu, Tim ASGAS Pusaka Londa memberikan apresiasi kepada para generasi muda yang tergabung dalam Komunitas Rumah Herbal Nusantara karena dinilai memiliki semangat nasionalisme, kepedulian sosial, dan komitmen dalam mendukung pembangunan bangsa melalui sektor pertanian.

Menurut tim ASGAS, edukasi dan sosialisasi mengenai pemanfaatan Mikroba PA 63 Garuda terus dilakukan kepada kelompok-kelompok tani dan masyarakat di berbagai wilayah, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari upaya mendorong pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Secara regulatif, upaya tersebut juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menegaskan bahwa negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan pangan yang cukup, aman, bermutu, bergizi, beragam, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengamanatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang.

Melalui kolaborasi ASGAS RI dan Komunitas Rumah Herbal Nusantara, program pertanian berbasis Mikroba PA 63 Garuda diharapkan mampu menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 sebagai bangsa yang mandiri, maju, dan berdaya saing di tingkat global.

(Gunawan/KAPERWIL-NTB)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular