Minggu, Juli 26, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraPJBM dan Diskominfosan Minut Perkuat Sinergi, Bahas Skema Baru Kerja Sama Media...

PJBM dan Diskominfosan Minut Perkuat Sinergi, Bahas Skema Baru Kerja Sama Media dan Profesionalisme Jurnalistik

MINUT, TelusurInformasiNews.id– Persatuan Jurnalis Biro Minahasa Utara (PJBM) bersama Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Minahasa Utara menggelar pertemuan perdana bersama Kepala Dinas Kominfosan yang baru, Styvi Sem Watupongoh. Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat kemitraan antara pemerintah daerah dan insan pers sekaligus membahas penguatan profesionalisme jurnalistik serta skema baru kerja sama media dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan daerah. Bertempat di Ruang Rapat Diskominfosan. Selasa, (21/7/2026)

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kadis Kominfosan itu dihadiri sekitar 38 wartawan dari berbagai media daring (online) dan radio. Turut mendampingi Sekretaris Diskominfo Alexander Cippy Warbung beserta jajaran. Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban, namun tetap diwarnai diskusi yang konstruktif mengenai pola kemitraan pemerintah dan media ke depan.

Pertemuan diawali dengan sambutan Koordinator PJBM Minahasa Utara, Nando Adam, yang menegaskan bahwa agenda tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi ruang membangun komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan insan pers.

Dalam sambutannya, Nando menegaskan bahwa,  “Wartawan di Minahasa Utara tetap berkomitmen menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab menyampaikan berbagai program, kebijakan, dan kegiatan pemerintah secara berimbang, akurat, dan sesuai fakta di lapangan,” ujar Nando. Ia berharap di bawah kepemimpinan Kadis Kominfosan yang baru, hubungan kemitraan antara pemerintah daerah dan media semakin terbuka, harmonis, serta dibangun melalui komunikasi yang baik.

Selain itu, Nando juga menyoroti pentingnya kepastian mekanisme kerja sama media yang mengacu pada aturan dan regulasi yang berlaku. Menurutnya, seluruh proses harus dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengangkat berbagai pengalaman yang pernah terjadi pada periode sebelumnya, mulai dari persoalan administrasi kerja sama media, koordinasi peliputan kegiatan pemerintah, hingga pemerataan akses informasi bagi seluruh wartawan yang bertugas di Minahasa Utara. Ia berharap setiap kegiatan pemerintah dapat diinformasikan kepada seluruh media tanpa adanya perlakuan yang berbeda sehingga semua jurnalis memperoleh kesempatan yang sama dalam melakukan peliputan.

Nando juga mengingatkan, “Pentingnya menjaga profesionalisme di era digital. Menurutnya, setiap jurnalis harus terus meningkatkan kualitas pemberitaan, tidak sekadar melakukan copy-paste, melainkan menghasilkan karya jurnalistik yang memenuhi kaidah jurnalistik, berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan,”  kata Nando Adam. Ia pun mengajak seluruh anggota PJBM untuk menjaga solidaritas organisasi, saling menghormati, dan mengedepankan etika profesi.

Sementara itu, agenda utama pertemuan difokuskan pada pembahasan pola peliputan dan tata cara penyajian berita. Penyesuaian tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., agar publikasi kinerja pemerintah semakin terarah, berkualitas, serta memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Forum tersebut juga menjadi wadah diskusi terbuka mengenai penyusunan skema kerja sama baru antara media massa dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Diskominfo menegaskan bahwa mekanisme yang akan diterapkan nantinya berbeda dari pola yang selama ini berjalan. Berbagai masukan dan gagasan disampaikan kedua belah pihak hingga akhirnya menghasilkan kesepahaman bersama yang dinilai adil, solutif, dan tidak memberatkan, khususnya bagi wartawan yang aktif menjalankan tugas peliputan di lapangan.

Dalam sesi diskusi, Nando Adam kembali menyampaikan penegasan terkait profesionalisme media yang akan menjadi dasar dalam kerja sama ke depan.

“Harapan kami sederhana, hubungan antara Kominfosan dan insan pers terus terjalin dengan baik. Kami siap menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, namun kami juga berharap seluruh mekanisme kerja sama tetap berjalan sesuai aturan, terbuka, adil, dan tidak membedakan media yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional,” ujar Nando.

Ia juga menambahkan bahwa PJBM tidak akan mentolerir adanya media yang tidak pernah melakukan peliputan atau tidak memiliki wartawan di lapangan tetapi memperoleh kerja sama pemerintah, termasuk pekerjaan advertorial, sementara media yang aktif justru tidak mendapatkan kesempatan.

“Kami tidak mentolerir adanya media yang tidak pernah meliput atau tidak memiliki wartawan di lapangan, tetapi bisa bekerja sama dengan pemerintah, apalagi sampai mendapat porsi advertorial. Sementara rekan-rekan yang benar-benar menjalankan tugas jurnalistik justru tidak mendapatkan kesempatan tersebut,” tegas Nando.

Pernyataan itu mendapat dukungan penuh dari puluhan wartawan yang hadir dalam pertemuan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Dinas Kominfosan Minut Styvi Sem Watupongoh menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan komitmen para wartawan.

“Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan wartawan. Saya memang sengaja mengabsen kehadiran satu per satu agar memperoleh gambaran yang jelas mengenai siapa saja yang benar-benar aktif melakukan peliputan. Data tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam pengambilan keputusan terkait kerja sama media ke depan,” ujar Styvi. Ia menegaskan bahwa Diskominfo berkomitmen membangun kemitraan yang profesional, transparan, dan memberikan ruang yang sama bagi media yang menjalankan tugas jurnalistik secara aktif dan bertanggung jawab.

Melalui pertemuan perdana ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bersama Persatuan Jurnalis Biro Minahasa Utara berhasil membangun komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan media. Diskominfosan menegaskan perannya sebagai penyebar informasi publik yang transparan dan akuntabel, sementara insan pers diharapkan terus menjadi mitra strategis dengan menyajikan pemberitaan yang faktual, edukatif, berimbang, dan profesional. Kesepahaman tersebut diharapkan menjadi fondasi baru dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan daerah sekaligus menjaga marwah profesi jurnalistik di Kabupaten Minahasa Utara.

 

(Vera.E.Kastubi).

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular