Minggu, Mei 10, 2026
spot_img
BerandaProv. SulutPengukuhan 10 Guru Besar Unsrat Berlangsung Khidmat, Prof Dantje Tarore Angkat Inovasi...

Pengukuhan 10 Guru Besar Unsrat Berlangsung Khidmat, Prof Dantje Tarore Angkat Inovasi Pengendalian DBD

SULUT, TelusurInformasiNews.id – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado kembali mencatat sejarah akademik melalui prosesi pengukuhan 10 guru besar yang berlangsung khidmat di Gedung Auditorium Unsrat. Salah satu yang menarik perhatian dalam momentum tersebut yakni pengukuhan Prof. Dr. Ir. Dantje Tarore, MS sebagai Guru Besar bidang Entomologi Pertanian dengan orasi ilmiah mengenai inovasi pengendalian demam berdarah dengue (DBD) melalui pemanfaatan bioteknologi dan isolat lokal Bacillus thuringiensis. Kamis, (7/5/2026)

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, Forkomimda, akademisi, pimpinan lembaga, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE yang dibacakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sulawesi Utara, Jani Niclas Lukas, S.Pi., M.Si, disampaikan ucapan selamat kepada 10 akademisi yang resmi dikukuhkan sebagai guru besar. “Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kami menyampaikan selamat kepada 10 akademisi terbaik yang hari ini resmi dikukuhkan sebagai guru besar. Ini merupakan pencapaian luar biasa yang diraih melalui proses panjang, penuh dedikasi, kerja keras, dan ketekunan,” ujar Lukas saat membacakan sambutan gubernur.

Ia menegaskan bahwa gelar guru besar bukan sekadar capaian akademik tertinggi, melainkan simbol tanggung jawab besar dalam pembangunan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan perubahan sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan arus digitalisasi yang semakin cepat, berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kontribusi nyata dari para akademisi. “Para guru besar diharapkan mampu melahirkan pemikiran baru, menghasilkan riset inovatif, serta menghadirkan solusi aplikatif untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjut dia, membuka ruang kerja sama yang luas dengan dunia akademik guna mempercepat pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. “Kami berharap kontribusi para guru besar dapat memperkuat potensi daerah, menggali keunggulan lokal, serta mendorong lahirnya inovasi berbasis kearifan lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unsrat Prof. Oktovian Berty Alexander Sompie dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar merupakan buah dari perjuangan panjang dan dedikasi dalam dunia pendidikan serta penelitian. “Hari ini kita menyaksikan buah dari sebuah perjuangan. Menjadi guru besar bukan perjalanan yang singkat. Di balik toga dan jabatan profesor yang hari ini dikenakan, ada malam-malam panjang yang diisi penelitian, ada lelah yang disimpan dalam diam, serta doa keluarga yang tidak pernah berhenti,” ujar Sompie.

Ia menambahkan bahwa kehadiran para guru besar baru menjadi harapan bagi kemajuan pendidikan dan inovasi di Sulawesi Utara maupun Indonesia. “Universitas Sam Ratulangi kini memiliki sepuluh guru besar baru yang akan menjadi cahaya bagi generasi muda, menjadi penggerak lahirnya inovasi, dan menjadi suara akademik yang menghadirkan solusi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dantje Tarore menyoroti persoalan demam berdarah dengue yang hingga kini masih menjadi ancaman serius kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara. Ia menjelaskan bahwa nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebaran virus penyebab DBD, demam kuning, dan chikungunya. Selama ini, pengendalian nyamuk masih banyak mengandalkan insektisida kimia yang dinilai memunculkan berbagai dampak negatif, seperti resistensi serangga, pencemaran lingkungan, hingga risiko kesehatan manusia.

Karena itu, Prof. Dantje menawarkan pendekatan alternatif yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan bakteri entomopatogen Bacillus thuringiensis. “Penggunaan Bacillus thuringiensis memiliki sejumlah keunggulan, antara lain aman bagi organisme non-target dan tidak mencemari lingkungan. Selain itu, pemanfaatan isolat lokal dapat menekan biaya produksi serta memperkuat pengembangan bioteknologi nasional,” jelas Prof. Dantje.

Ia menambahkan bahwa mekanisme kerja bakteri tersebut berbeda dengan insektisida kimia sehingga dapat memperlambat munculnya resistensi pada nyamuk. “Produksi dan aplikasinya juga dapat dilakukan melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Prof. Dantje juga menekankan pentingnya pengembangan isolat lokal karena mikroorganisme tersebut telah beradaptasi dengan ekosistem tropis Indonesia. Bahkan, beberapa strain lokal disebut memiliki tingkat toksisitas lebih tinggi terhadap larva nyamuk dibandingkan strain luar negeri. “Dengan memanfaatkan isolat lokal, kita tidak lagi bergantung pada produk impor, tetapi mampu mengembangkan bioteknologi berbasis kekayaan alam Indonesia sendiri,” tuturnya.

Ia berharap pengembangan Bacillus thuringiensis isolat lokal dapat menjadi solusi ilmiah yang praktis, efektif, dan ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit demam berdarah di Indonesia.

Adapun 10 akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar di Universitas Sam Ratulangi yakni:

1. Prof. Steny Edward Walah

2. Prof. Tini Mananoma

3. Prof. Dorfi Paulus Pandara

4. Prof. Henny Lika Rampe

5. Prof. Joy Eli Tulu

6. Prof. Deddy Toy

7. Prof. Dantje Tarore

8. Prof. Betsy Agustina Naomi Minaria

9. Prof. Leonardus Riki Renggung

10. Prof. Cornelis Jelfri Masi

Kegiatan pengukuhan berlangsung penuh penghormatan akademik dan ditutup dengan sesi foto bersama serta pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan kepada Prof. Dr. Ir. Dantje Tarore, MS dan seluruh guru besar yang baru dikukuhkan.

 

(Vera E. Kastubi)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular