Rabu, Juni 24, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraKolaborasi Strategis Empat Pilar, STIPAR Manado dan Pemkab Minut Siap Melahirkan SDM...

Kolaborasi Strategis Empat Pilar, STIPAR Manado dan Pemkab Minut Siap Melahirkan SDM Unggul untuk Desa Wisata Berkelas Dunia

MINUT, TelusurInformasiNews.id -Komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang unggul dan berdaya saing terus diperkuat di Kabupaten Minahasa Utara. Hal ini ditandai dengan terjalinnya kolaborasi strategis antara Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STIPAR) Manado, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASDEWI), dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Bunaken Indonesia. Selasa, (23/6/2026).

Kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Pertemuan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Minut, Ir. Novly G. Wowiling, M.Si, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Minut, Jein Barantian, M.Si. Sementara dari STIPAR Manado hadir Ketua Dr. Agus Walansendow, SE, MM, M.Si, dan Ketua ASDEWI Christian Tambingon.

Kolaborasi empat pihak ini difokuskan pada pengembangan SDM desa wisata melalui program pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga pendampingan UMKM berbasis pariwisata.

Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah Beasiswa Mitra Mandiri, yang membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik dari 10 kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang pariwisata.

Sekretaris Daerah Minut, Novly G. Wowiling, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan langkah utama dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata daerah. “Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara ingin memastikan bahwa anak-anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Melalui program ini, kami berharap mereka dapat kembali ke desa dan menjadi motor penggerak pengembangan desa wisata di wilayah masing-masing,” ujar Sekda Wowiling.

Ketua STIPAR Manado, Dr. Agus Walansendow, menjelaskan bahwa beasiswa tersebut akan difokuskan pada program studi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan industri pariwisata, seperti perhotelan, destinasi wisata, dan usaha perjalanan wisata. “Target kami dalam lima tahun ke depan adalah melahirkan lulusan-lulusan pariwisata yang kompeten dan tersertifikasi untuk mengelola desa-desa wisata di Minahasa Utara. Apalagi Likupang telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas, sehingga masyarakat lokal harus menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton,” kata Walansendow.

Selain program pendidikan, kerja sama ini juga menghadirkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi masyarakat desa wisata yang akan dilaksanakan langsung di desa-desa. Program tersebut akan difasilitasi oleh LSP Pariwisata Bunaken Indonesia dengan sertifikasi yang diakui secara nasional melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Materi pelatihan yang disiapkan mencakup berbagai bidang, mulai dari pemandu wisata lokal, pengelolaan homestay, pengembangan kuliner khas Tonsea, hingga pemanfaatan media digital dan pembuatan konten promosi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Minut, Jein Barantian, menilai bahwa kualitas SDM menjadi faktor penting dalam meningkatkan pengalaman wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. “Destinasi yang indah harus didukung oleh sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik. Wisatawan tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga cerita dan pengalaman yang berkesan,” ungkap Kadis Jein Barantian.

Sementara itu, Ketua ASDEWI, Christian Tambingon, menegaskan bahwa kerja sama ini akan membuka akses yang lebih luas bagi desa-desa wisata di Minahasa Utara untuk terhubung dengan jaringan promosi dan pemasaran nasional.

Menurutnya, banyak produk unggulan desa yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi kendala dalam aspek pengemasan dan promosi. Melalui sinergi ini, STIPAR Manado akan membantu kurasi produk dan penguatan kemasan, mahasiswa akan terlibat dalam pembuatan konten promosi, sementara ASDEWI akan mendukung pemasaran melalui berbagai pameran dan event tingkat nasional.

Seluruh pihak yang terlibat sepakat bahwa keberhasilan pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Likupang tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kesiapan desa-desa penyangga, pelaku UMKM, serta masyarakat yang memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidang pariwisata.

“Kami ingin masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam industri pariwisata, baik sebagai pengelola homestay, pemandu wisata, maupun pelaku usaha kreatif yang mendapatkan manfaat langsung dari perkembangan sektor ini,” tegas Dr. Agus Walansendow.

Rencananya, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara para pihak akan dilaksanakan pada bulan depan. Sementara itu, program Beasiswa Mitra Mandiri angkatan pertama ditargetkan mulai dibuka pada tahun ajaran baru mendatang.

Kolaborasi antara STIPAR Manado, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, ASDEWI, dan LSP Pariwisata Bunaken Indonesia ini diharapkan menjadi model pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Utara. Dengan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, program ini diyakini mampu melahirkan SDM pariwisata yang unggul, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

 

(Vera.E.Kastub).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular