MINUT, TelusurInformasiNews.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Perdagangan kembali menghadirkan program Pasar Murah Bersubsidi bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Lihunu, Kecamatan Likupang Timur, Pulau Bangka, sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dan terjangkau. Selasa, (6/10/2026).
Pelaksanaan pasar murah bersubsidi ini secara khusus menyasar masyarakat daerah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan dalam memperoleh kebutuhan pokok, terutama berkaitan dengan distribusi dan biaya transportasi yang relatif tinggi.
Selain membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus meringankan beban ekonomi warga.
Desa Lihunu sendiri merupakan salah satu desa yang masuk dalam wilayah rawan pangan di Kabupaten Minahasa Utara. Karena itu, kehadiran pemerintah daerah melalui kegiatan pasar murah bersubsidi dinilai menjadi salah satu bentuk perhatian dan intervensi pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjawab kerinduan masyarakat Desa Lihunu terhadap pelaksanaan pasar murah bersubsidi di wilayah mereka. Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di Desa Kahuku, sehingga masyarakat Desa Lihunu harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga murah.
Salah satu warga, Elias Buhago, mengatakan bahwa pada pelaksanaan sebelumnya masyarakat Desa Lihunu bahkan rela berjalan kaki sekitar 7 kilometer menuju Desa Kahuku untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. Sebelumnya, untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga murah, masyarakat harus berjalan kaki sekitar 7 kilometer dari Desa Lihunu ke Desa Kahuku,” kata Elias Buhago.
Dalam kegiatan Pasar Murah Bersubsidi kali ini, Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Utara menyediakan sejumlah komoditas kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Adapun komoditas yang disediakan, yakni:
1. Beras Premium Rp55.500
2. Minyak Goreng Premium Rp16.000
3. Gula Rp12.000
4. Tepung Terigu Rp7.500
5. Telur Rp50.000
6. Bawang Merah Rp30.000
7. Bawang Putih Rp25.000
8. Cabai Rawit Rp110.000
9. Daging Ayam Rp30.000
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga yang harus dikeluarkan apabila masyarakat memperoleh bahan kebutuhan tersebut melalui jalur distribusi biasa.
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, pelaksanaan pasar murah bersubsidi di Pulau Bangka juga diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi daerah.
Hal ini menjadi semakin penting mengingat sejumlah komoditas kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan harga sebagai dampak dari musim kemarau yang berlangsung saat ini.
“Pasar murah bersubsidi ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat, termasuk yang berada di wilayah kepulauan, tetap mendapatkan akses terhadap bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Selain meringankan beban masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan mendukung pengendalian inflasi daerah,” ujar Tapada.
Program pasar murah bersubsidi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk menghadirkan pelayanan yang merata bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali warga yang berada di wilayah kepulauan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap kebutuhan pokok masyarakat Desa Lihunu dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi musim kemarau dan kenaikan harga sejumlah komoditas.
Kehadiran Pasar Murah Bersubsidi di Pulau Bangka pun diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan, stabilitas harga, serta memastikan pelayanan pemerintah dapat dirasakan hingga ke wilayah kepulauan Kabupaten Minahasa Utara.
(Vera.E.Kastubi).






