MINUT, TelusurInformasiNews.id – Berbagai tantangan, pembenahan hingga inovasi dalam pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menjadi bahasan utama dalam kegiatan OPD Connects with Professional Wartawan Minahasa Utara (PROWN) yang menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Dr. Evelyn Sisilia Luntungan, S.IP., M.A.P., sebagai narasumber. Rabu, (7/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Membaca Tantangan dan Arahan Pendidikan Minut di Bawah Kepemimpinan JG-KWL” ini menjadi ruang dialog antara jajaran Dinas Pendidikan dan insan pers untuk membahas program kerja, visi, misi, inovasi, sekaligus berbagai langkah pembenahan pendidikan di Kabupaten Minahasa Utara.
Rapat tersebut dipandu oleh Sekretaris PROWN, sementara Kepala Dinas Pendidikan Minut Dr. Evelyn Sisilia Luntungan dalam kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Ketua PROWN Edwin Bawole.
Forum ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan wartawan dalam menyampaikan informasi pembangunan pendidikan kepada masyarakat secara terbuka, akurat dan berimbang.
Dalam pemaparannya, Evelyn menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang telah hadir. Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam melaksanakan berbagai program pembangunan, termasuk di sektor pendidikan.
Ia mengatakan, kegiatan seperti OPD Connects menjadi ruang penting untuk berdialog, berbagi pengalaman, menerima masukan sekaligus menggali berbagai inovasi yang dapat mendukung pelaksanaan program pemerintah daerah.
“Pendidikan merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Ada dua kata penting, yaitu wajib dan dasar. Karena itu, pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting dan menjadi mandat pemerintah melalui undang-undang,” ujar Evelyn.
Menurutnya, posisi pendidikan sebagai pelayanan dasar membuat pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk menerjemahkan setiap program agar dapat diimplementasikan dengan baik sesuai visi dan misi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara, JG-KWL.
Ia menegaskan, tanggung jawab tersebut bukan hanya berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Minahasa Utara.
“Peningkatan pendidikan memiliki tanggung jawab besar terhadap peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten Minahasa Utara. Semua itu berkaitan dengan visi dan misi pemerintah daerah, termasuk tata kelola pemerintahan yang baik dan benar,” jelasnya.
Evelyn menambahkan, kualitas sumber daya manusia yang baik menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, peningkatan kualitas tersebut berawal dari mutu pendidikan yang diberikan kepada generasi muda.
Sebab, masa depan Minahasa Utara berada di tangan anak-anak yang saat ini sedang menempuh pendidikan, mulai dari tingkat TK, PAUD, SD, SMP hingga jenjang pendidikan lainnya.
Karena itu, berbagai langkah terus dilakukan Dinas Pendidikan untuk memastikan program-program pendidikan dapat diterjemahkan secara teknis dan detail di lapangan.
Evelyn juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kepercayaan dari Bupati Minahasa Utara untuk memimpin Dinas Pendidikan. Kepercayaan tersebut, menurutnya, merupakan tanggung jawab sekaligus amanah besar dalam mendorong kemajuan sumber daya manusia di Minahasa Utara.
“Di dalamnya tentu ada program-program yang harus kami terjemahkan secara teknis dan detail. Bahkan kami dituntut untuk berinovasi agar apa yang kita harapkan bersama dapat tercapai, yaitu meningkatkan sumber daya manusia dan kompetensi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Evelyn juga mengakui bahwa pemerintah membutuhkan masukan dari berbagai pihak, termasuk kalangan wartawan.
Ia menilai, meskipun seseorang memiliki latar belakang pendidikan maupun profesi tertentu, proses belajar tetap harus dilakukan dari berbagai sumber.
“Kita semua perlu belajar, termasuk dari teman-teman jurnalis. Dari berbagai sisi, banyak sekali masukan, informasi dan pembelajaran yang bisa kita terima untuk membangkitkan dan memperbaiki eksekusi yang ada di Dinas Pendidikan,” tuturnya.
Karena itu, momen OPD Connects bersama PROWN dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membuka komunikasi dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan insan pers.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Dinas Pendidikan adalah kondisi sarana sanitasi dan ketersediaan air di satuan pendidikan.
Evelyn menjelaskan, sejak awal dirinya dipercaya menjabat sebagai kepala dinas, pihaknya telah mendapat arahan sekaligus tantangan yang kemudian dikemas menjadi target kerja.
Menurutnya, sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya berbicara tentang proses belajar-mengajar, tetapi juga harus ditunjang dengan fasilitas dasar yang layak.
Ia menyebut, perhatian terhadap toilet sekolah dan ketersediaan air sebenarnya telah menjadi perhatian pemerintah daerah bahkan sebelum dirinya berada di Dinas Pendidikan.
“Bapak Bupati dan jajaran pemerintah daerah memang sangat concern terhadap toilet dan ketersediaan air, bahkan lebih luas terhadap kondisi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Minahasa Utara. Ketika kami diberikan ruang untuk mewujudkannya dalam kurun waktu tertentu, tentu kami memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya,” ungkap Evelyn.
Dinas Pendidikan, lanjutnya, telah melakukan identifikasi terhadap sekolah-sekolah yang membutuhkan dorongan dan pembenahan, terutama berkaitan dengan kebersihan, kelayakan toilet serta penyediaan air.
Langkah tersebut dilakukan berdasarkan urgensi dan kebutuhan masing-masing sekolah, termasuk melihat secara langsung kondisi toilet yang memang membutuhkan perhatian dan perbaikan.
“Sekolah-sekolah mana yang perlu kami dorong, kami lakukan pembenahan terhadap kebersihan, kelayakan toilet dan penyediaan air. Kami mengidentifikasinya berdasarkan urgensi dan kebutuhan serta kondisi nyata toilet-toilet yang memang betul-betul perlu diperbaiki,” katanya.
Ia bersyukur karena pemerintah pusat juga memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan pembenahan kondisi tersebut. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara juga memberikan perhatian terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan berencana melaksanakan kegiatan pembenahan dan peningkatan sarana-prasarana toilet serta ketersediaan air di satuan pendidikan.
Hal ini dinilai semakin penting mengingat Minahasa Utara sedang menghadapi musim kemarau panjang dan kondisi panas ekstrem.
Evelyn menyampaikan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai persoalan tertentu yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa keberadaan toilet tanpa dukungan air tetap tidak akan memberikan manfaat secara maksimal.
“Biar ada toilet, kalau tidak ada air, tetap tidak bisa digunakan. Itu dua hal yang saling berkaitan,” tegasnya.
Ke depan, Dinas Pendidikan juga berencana membangun kesepakatan bersama dengan sekolah-sekolah terkait komitmen penyediaan toilet yang bersih dan ketersediaan air.
Menurut Evelyn, penyediaan fasilitas tersebut harus menjadi komitmen bersama setiap satuan pendidikan.
Dinas Pendidikan juga akan berkolaborasi dengan pihak PDAM untuk mendukung penyediaan air apabila terdapat sekolah yang membutuhkan dukungan.
“Karena ini juga terkait dengan penyediaan air, ke depan kami akan berkolaborasi dengan PDAM. Ketika memang ada kebutuhan, diharapkan PDAM bisa membantu sehingga ketersediaan air di sekolah dapat terpenuhi,” terang Evelyn
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan dasar di bidang pendidikan. Selain pembenahan sarana dasar, Dinas Pendidikan Minut juga memberikan perhatian terhadap penguatan literasi dan digitalisasi pendidikan.
Evelyn menjelaskan, sejumlah program pemerintah pusat terkait digitalisasi telah mulai masuk ke sekolah-sekolah, termasuk sekolah yang berada di wilayah kepulauan.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penggunaan interactive flat panel atau perangkat layar digital yang sebelumnya dikenal masyarakat sebagai TV plasma dan kini dapat digunakan secara interaktif melalui teknologi touchscreen.
Namun, menurut Evelyn, digitalisasi pendidikan juga memiliki tantangan tersendiri. Masih terdapat guru yang belum sepenuhnya mampu menggunakan teknologi dan internet secara optimal.
Begitu pula dengan pemanfaatan sumber daya dan platform digital yang tersedia. Karena itu, keberadaan perangkat digital di ruang kelas harus diikuti dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang menggunakannya.
Padahal, menurutnya, perangkat tersebut sangat penting dan bermanfaat dalam mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran.
Untuk memperkuat komunikasi antara sekolah, orang tua, siswa dan pemerintah, Dinas Pendidikan Minahasa Utara juga merencanakan inovasi digital berupa platform atau aplikasi komunikasi dan pengaduan pendidikan.
Program tersebut direncanakan mulai dikembangkan untuk target kerja tahun 2027. Melalui platform tersebut, orang tua, guru, siswa, bahkan pihak Dinas Pendidikan dapat berkomunikasi secara lebih intensif.
Evelyn menjelaskan, selama ini terkadang terdapat laporan atau pengaduan yang tidak segera ditindaklanjuti. Hal itu dapat terjadi karena berbagai kendala, termasuk persoalan komunikasi.
Dengan adanya platform, setiap pengaduan maupun komunikasi dapat terdokumentasi sehingga lebih mudah dipantau dan ditindaklanjuti.
“Ketika pengaduan dimuat dalam satu wadah komunikasi, semuanya terekam. Ini akan mempermudah tugas-tugas pendidikan untuk memantau berbagai ketentuan pendidikan secara lebih detail, sekaligus menjadi wadah koordinasi informasi dengan masyarakat,” terang Evelyn
Ia menegaskan, rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan untuk pelaksanaan tahun 2027 dan ke depan. Meski demikian, target dan pekerjaan penting yang diperlukan telah mulai dipersiapkan sejak sekarang, termasuk dari sisi perencanaan dan penganggaran.
Di akhir pemaparannya, Evelyn mengajak para wartawan untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan.
Ia menilai, pers memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap pelayanan publik.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pendidikan yang dirancang Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dapat diketahui masyarakat, sekaligus mendapat masukan untuk penyempurnaan pelaksanaannya.
Kegiatan OPD Connects with Professional Wartawan Minahasa Utara (PROWN) kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para anggota PROWN.
Forum yang dipandu oleh Sekretaris PROWN tersebut berlangsung sebagai ruang terbuka untuk menggali lebih jauh berbagai program, tantangan, inovasi serta arah kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan JG-KWL.
Kehadiran Ketua PROWN Edwin Bawole yang mendampingi Kepala Dinas Pendidikan dalam kegiatan tersebut turut memperkuat semangat kolaborasi antara organisasi profesi wartawan dengan pemerintah daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan komunikasi antara Dinas Pendidikan dan insan pers tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat terus berlanjut dalam bentuk sinergi, penyampaian informasi yang konstruktif serta pengawalan terhadap berbagai program pendidikan demi peningkatan kualitas pelayanan dan sumber daya manusia di Kabupaten Minahasa Utara.
(Vera.E.Kastubi)






