MINUT, TelusurInformasiNews.id – Komitmen memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat kembali diwujudkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui kolaborasi bersama Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Wilayah Sulawesi Utara. Bertempat di Kantor Desa Kauditan I, Kecamatan Kauditan, dilaksanakan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis yang menghadirkan tenaga medis dan dokter dari berbagai bidang spesialisasi. Sabtu, (17/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune James Esau Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., yang juga menjabat Ketua ILUNI UI Wilayah Sulawesi Utara. Turut mendampingi Ketua Harian ILUNI UI Sulawesi Utara, Dr. Jultje Rattu, serta Ketua Panitia, Dr. Arter Jodi Senduk, S.S., M.Hum.
Hadir pula jajaran pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, para kepala bagian terkait wilayah Kauditan, Camat Kauditan, Kepala Dinas Kesehatan Allan Mingkid, tenaga kesehatan, sivitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, pemerintah desa, tokoh masyarakat, insan pers, serta warga yang memanfaatkan pelayanan kesehatan tersebut.
Bakti sosial ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-10 ILUNI UI Sulawesi Utara sekaligus wujud kepedulian terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Kauditan.
Mewakili pemerintah kecamatan, Vilma Jovita Anthonie, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada Bupati Joune Ganda beserta jajaran ILUNI UI Sulawesi Utara, para dokter, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat.
Dalam sambutannya, ia mengawali dengan salam sejahtera, shalom, damai di hati, serta assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, seraya mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan diberkati.
Menurutnya, “Pelaksanaan bakti sosial tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, terlebih bagi masyarakat Kecamatan Kauditan dan Desa Kauditan I yang mendapatkan kesempatan memperoleh pelayanan kesehatan secara langsung,” kata Vilma.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut telah lama menjadi harapan masyarakat agar pelayanan kesehatan dengan menghadirkan banyak dokter dapat dilaksanakan di wilayah mereka.
Kehadiran dokter dari berbagai bidang keahlian dinilai membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.
“Atas nama pemerintah kecamatan, saya menyampaikan terima kasih dan menyambut baik kehadiran Bupati Joune Ganda yang juga merupakan Ketua ILUNI UI Sulawesi Utara, bersama seluruh pengurus, tenaga medis, dan pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut,” ucap Vilma.
Ia pun mengajak masyarakat mengikuti seluruh rangkaian pelayanan dengan tertib serta berharap kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi warga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, Allan Mingkid, mengungkapkan bahwa jumlah masyarakat yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis telah melampaui target awal yang disampaikan kepada Bupati Joune Ganda.
“Target yang saya sampaikan kepada Bapak Bupati sebelumnya sebanyak 70 pasien. Namun, ternyata jumlah yang datang sudah lebih dari 70 orang. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang kita hadirkan,” ungkap Mingkid.
Dalam laporannya, Allan menjelaskan bahwa pelaksanaan bakti sosial tersebut sangat relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat di Minahasa Utara, termasuk di Kecamatan Kauditan.
Berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama berkaitan dengan kondisi udara dan paparan asap. Sementara itu, diabetes melitus juga menjadi salah satu penyakit yang ditemukan di wilayah Kauditan.
Di sejumlah kecamatan lainnya, berbagai penyakit tidak menular, termasuk gangguan metabolik dan asam lambung, turut menjadi perhatian pelayanan kesehatan.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan gratis ini dirancang agar masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan yang lebih menyeluruh, sekaligus mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.
Allan menyebutkan bahwa pelayanan yang disediakan tergolong lengkap karena melibatkan sejumlah poli atau ruang pemeriksaan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pelayanan tersebut meliputi pemeriksaan kardiovaskular, yakni jantung dan pembuluh darah, penyakit dalam, penyakit kulit, pemeriksaan mata, serta rehabilitasi dan fisioterapi. Berbagai layanan tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh konsultasi dan penanganan awal sesuai keluhan masing-masing.
Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan bersama puskesmas telah melakukan persiapan sejak menerima rencana kegiatan pada pekan sebelumnya. Persediaan obat-obatan juga disiapkan berdasarkan daftar kebutuhan yang telah disampaikan.
Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas untuk menjalani pemeriksaan sesuai alur pelayanan. Apabila ditemukan indikasi penyakit kronis atau kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, pasien akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan melalui puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. Jika diperlukan rujukan, proses tersebut juga akan difasilitasi sesuai ketentuan pelayanan.
Dalam kesempatan itu, Allan turut menjelaskan bahwa Kabupaten Minahasa Utara telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC), sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Ia menegaskan, masyarakat yang memiliki KTP Minahasa Utara dan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional yang aktif dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa harus terbebani biaya pelayanan yang dijamin program tersebut.
“Bagi masyarakat Minahasa Utara yang kepesertaan JKN-nya aktif, silakan datang ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan. Manfaatkan fasilitas yang tersedia sesuai ketentuan. Pemerintah berupaya memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” jelas Allan.
Ia mengajak warga memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dengan tertib, tidak saling mendahului, serta mengikuti petunjuk petugas di setiap loket pelayanan.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus mendukung peningkatan cakupan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang sedang digenjot Dinas Kesehatan selama Oktober.
Allan menyebutkan, berdasarkan data nasional yang dipaparkannya dalam kegiatan tersebut, sekitar 59 juta penduduk telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, sementara target nasional hingga semester kedua mencapai 130 juta penduduk.
Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap pola makan anak-anak dan remaja. Berdasarkan hasil pemantauan kesehatan, persoalan kelebihan berat badan mulai ditemukan pada kelompok usia sekolah, sementara kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kandungan garam, lemak, dan bahan tambahan tertentu secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Karena itu, ia mengimbau orang tua membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta membatasi makanan olahan, sosis, mi instan, dan makanan yang rendah nilai gizinya apabila dikonsumsi terlalu sering.
Allan juga menyampaikan bahwa kasus ISPA yang sebelumnya meningkat secara signifikan telah menunjukkan penurunan berdasarkan hasil pemantauan terakhir Dinas Kesehatan. Menurutnya, perkembangan tersebut tidak terlepas dari upaya petugas kesehatan yang turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi, melakukan pemeriksaan, serta mengingatkan masyarakat mengenai langkah pencegahan penyakit pernapasan.
Dalam kondisi udara yang terdampak asap, masyarakat diimbau menggunakan masker yang sesuai, termasuk respirator N95 ketika diperlukan, serta mengikuti anjuran petugas kesehatan. Ia menegaskan, pemeriksaan kesehatan harus disertai promosi kesehatan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pengobatan ketika sakit, tetapi juga memahami cara menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
Allan turut menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus berjalan bersama dengan kemudahan akses pertolongan darurat. Masyarakat yang membutuhkan bantuan ambulans dalam keadaan darurat dapat menghubungi layanan darurat 112 sesuai ketersediaan dan mekanisme layanan setempat, dengan menyampaikan alamat serta kondisi pasien secara jelas agar petugas dapat mengarahkan penanganan.
Ia mencontohkan pengalaman penanganan pasien di wilayah Kauditan yang mengalami kesulitan bergerak dan membutuhkan pertolongan. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus hadir menjawab kebutuhan nyata masyarakat, termasuk ketika pasien tidak memungkinkan dibawa ke fasilitas kesehatan.
Ia juga mengungkapkan pengalaman penanganan seorang ibu yang hendak melahirkan dan tidak memungkinkan dibawa menggunakan ambulans ke fasilitas kesehatan. Dalam keadaan tersebut, tenaga kesehatan melakukan penanganan di rumah sesuai kondisi pasien.
“Pelayanan kesehatan harus nyata dirasakan masyarakat. Bukan hanya berbicara tentang program, tetapi bagaimana kita hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” tegasnya.
Allan pun berharap masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis tersebut secara maksimal, sekaligus mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan dan harapan hidup warga Minahasa Utara.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan anggota ILUNI UI Sulawesi Utara, tenaga medis, sivitas akademika Fakultas Kedokteran Unsrat, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Ia juga memberikan penghargaan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, khususnya Dinas Kesehatan, pemerintah Kecamatan Kauditan, pemerintah Desa Kauditan I, dan masyarakat yang hadir dengan antusias.
Menurut Joune, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara ILUNI UI Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, bakti sosial tersebut memiliki nilai tambah karena tidak hanya menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis secara umum, sebagaimana program yang dilaksanakan pemerintah daerah, tetapi juga menghadirkan dokter spesialis dari berbagai bidang keahlian.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Bukan hanya pemeriksaan kesehatan gratis seperti yang biasa dilaksanakan pemerintah daerah, tetapi kali ini ditambah dengan pelayanan dokter spesialis. Kehadiran para dokter ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka secara lebih menyeluruh,” ujar Joune.
Ia menilai, kehadiran dokter spesialis dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan yang berharga bagi masyarakat, khususnya warga lanjut usia yang membutuhkan konsultasi kesehatan lebih mendalam.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dan seluruh tenaga medis yang telah berpartisipasi, sehingga pelayanan yang diberikan dapat mencakup berbagai kebutuhan pemeriksaan masyarakat.
Adapun layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan jantung dan pembuluh darah, dokter anak, anestesi, penyakit dalam, saraf, mata, fisioterapi, kebidanan dan kandungan, konsultasi dokter keluarga, serta konsultasi dokter bedah.
Joune mengajak masyarakat memanfaatkan setiap layanan yang disediakan dengan sebaik-baiknya agar dapat memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatan masing-masing.
Menurutnya, mengetahui kondisi kesehatan sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang lebih jauh dan membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat.
“Ketika kita sehat, kita akan mampu memberikan kontribusi bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kesehatan dan mendapatkan informasi yang benar mengenai kondisi tubuh kita,” ajaknya.
Dalam sambutannya, Joune turut memaparkan perkembangan indikator kesehatan di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya angka harapan hidup masyarakat. Ia menyebutkan, berdasarkan data tahun 2025, angka harapan hidup Kabupaten Minahasa Utara telah mencapai 75,02 tahun. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2023 yang berada pada 74,50 tahun dan tahun 2024 sebesar 74,70 tahun.
Joune mengatakan, peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator yang menggambarkan perkembangan kualitas hidup masyarakat dan pentingnya kesinambungan pembangunan sektor kesehatan.
“Ketika saya mulai menjabat sebagai Bupati, angka harapan hidup kita masih berada di kisaran 74 tahun. Sekarang, berdasarkan data tahun 2025, sudah mencapai 75,02 tahun. Ini menjadi salah satu indikator bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan kesehatan harus terus kita dorong,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, baik melalui program promotif dan preventif, pemeriksaan dini, maupun penguatan layanan pengobatan bagi masyarakat. Bupati Joune Ganda juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca dan kualitas udara yang dipengaruhi asap dari wilayah lain.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang dipantau pemerintah, kondisi di Minahasa Utara masih relatif moderat, meskipun kewaspadaan tetap diperlukan. Pada beberapa wilayah juga telah terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, hujan diperkirakan berpeluang terjadi secara lebih merata di wilayah Minahasa Utara pada awal dan akhir November.
Pemerintah daerah, lanjutnya, tetap melakukan berbagai upaya penanganan, termasuk pemadaman kebakaran serta kegiatan doa bersama, dengan harapan kondisi cuaca menjadi lebih bersahabat dan dampak asap dapat berkurang.
Ia mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas kesehatan, menggunakan masker yang sesuai ketika kondisi udara memburuk, dan tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan.
“Kita harus tetap waspada. Walaupun kondisi ISPA mulai menunjukkan penurunan, kita tetap perlu menjaga kesehatan karena kondisi cuaca dan asap masih harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya untuk melindungi masyarakat,” tegas Joune.
Menutup sambutannya, Joune Ganda kembali menyampaikan apresiasi kepada ILUNI UI Sulawesi Utara, Dinas Kesehatan Minahasa Utara, Fakultas Kedokteran Unsrat, seluruh tenaga medis, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sebagai Ketua ILUNI UI Wilayah Sulawesi Utara sekaligus Bupati Minahasa Utara, ia berharap kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT ke-10 ILUNI UI Sulawesi Utara, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi berkelanjutan dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah.
Ia berharap sinergi antara organisasi alumni perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga medis, dan masyarakat dapat terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Bupati Joune Ganda secara resmi membuka kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis hasil kerja sama ILUNI UI Sulawesi Utara dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara.
Pelaksanaan kegiatan di Desa Kauditan I tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, deteksi dini penyakit, serta pemanfaatan fasilitas kesehatan yang tersedia.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bersama ILUNI UI Sulawesi Utara menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sehingga kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga dapat semakin meningkat.
(Vera.E.Kastubi).






