Rabu, Juni 10, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraLTF 2026 Siap Digelar di Pantai Pal, Pemkab Minut Matangkan Festival Wisata...

LTF 2026 Siap Digelar di Pantai Pal, Pemkab Minut Matangkan Festival Wisata Unggulan Likupang

MINUT, TelusurInformasiNews.id -Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mulai mempersiapkan secara serius pelaksanaan Likupang Tourism Festival (LTF) 2026 yang akan berlangsung pada 29 hingga 31 Juli 2026 di kawasan wisata Pantai Pal, Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur. Festival tahunan yang menjadi etalase promosi pariwisata dan budaya daerah ini kembali disiapkan untuk memperkuat posisi Likupang sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional. Senin, (8/6/2026).

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat perdana persiapan LTF 2026, Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling, mewakili Bupati Joune Ganda, serta dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan panitia pelaksana.

Dalam arahannya, Sekda Novly Wowiling menegaskan bahwa Likupang Tourism Festival merupakan agenda strategis Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mendukung program pemerintah pusat untuk pengembangan kawasan Likupang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. “Kita bersyukur di era pemerintahan baru saat ini, status Likupang sebagai DPSP nasional tetap dipertahankan. LTF adalah agenda tahunan kita untuk mendukung penuh kebijakan tersebut. Dalam rapat ini, kita kaji dan evaluasi kegiatan mana saja yang akan dilanjutkan agar pelaksanaannya semakin matang,” ujar Sekda Wowiling.

Menurutnya, pelaksanaan LTF dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang semakin positif. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya antusiasme masyarakat, kualitas penyelenggaraan acara yang terus berkembang, serta bertambahnya jumlah wisatawan yang datang, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Sekda menilai kekuatan utama festival ini terletak pada konsistensi dalam mengangkat budaya dan kearifan lokal masyarakat Tonsea sebagai identitas daerah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Sekda Novly juga mengingatkan keberhasilan penyelenggaraan LTF pada tahun sebelumnya yang berhasil dipadukan dengan kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), sehingga memberikan dampak promosi yang luas hingga tingkat nasional. “Kegiatannya level kabupaten, tetapi gaungnya mampu menembus tingkat nasional dan terbukti berhasil. Semoga tahun ini kita bisa mengulang kesuksesan yang sama,” katanya. Sekda pun menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk memberikan dukungan penuh demi menyukseskan festival yang menjadi salah satu agenda unggulan Kabupaten Minahasa Utara tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia LTF 2026, Samuel Ray Dondokambey, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan konsep yang lebih segar dengan berbagai inovasi pada rangkaian acara yang disiapkan.

Menurut Samuel, selain sebagai sarana promosi destinasi wisata, LTF juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Lewat rangkaian agenda yang kita matangkan hari ini, kami optimistis LTF bisa semakin dikenal di tingkat nasional. Efek dominonya tentu akan dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM di wilayah Likupang dan Minahasa Utara secara umum,” jelas Samuel.

Sebagai bentuk pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraannya, seluruh rangkaian kegiatan LTF 2026 telah resmi masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang merupakan program nasional untuk mendukung event-event unggulan daerah di Indonesia. Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan beragam atraksi yang memadukan unsur budaya, olahraga, dan wisata kuliner khas daerah.

Pada sektor budaya, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati festival budaya Tonsea, pertunjukan tarian tradisional, musik kolintang, serta penampilan seni masamper yang menjadi warisan budaya Sulawesi Utara.

Sementara pada kategori sport tourism, panitia akan menghadirkan sejumlah perlombaan dan atraksi olahraga seperti pacuan perahu, balap roda sapi, motorcross, lomba batobo atau berenang tradisional, hingga padel boat. Tidak hanya itu, berbagai atraksi laut, parade kostum nasional, serta pesta kuliner bakar ikan khas Likupang juga akan menjadi daya tarik tersendiri yang melengkapi kemeriahan festival.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara, Jein Barantian, turut menegaskan bahwa, “LTF 2026 harus jadi panggung budaya Tonsea yang berdampak nyata. Evaluasi tahun-tahun sebelumnya membuktikan, kekuatan utama kita adalah budaya lokal. Itu yang bikin wisatawan internasional tertarik sekaligus menguatkan identitas Likupang sebagai DPSP. Kami di Dinas Pariwisata berkomitmen matangkan konsep, sinergi dengan OPD, pelaku wisata, dan UMKM, supaya festival ini bukan sekadar kemeriahan, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat Bumi Tonsea,” tutur Kadis Jein.

Dengan dukungan penuh seluruh OPD, pelaku pariwisata, UMKM, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara optimistis Likupang Tourism Festival 2026 akan menjadi ajang promosi wisata bertaraf nasional yang mampu memperkuat citra Likupang di mata dunia sekaligus memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat di Bumi Tonsea.(*)

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular