Senin, September 21, 2026
spot_img
BerandaSULBARSinyo Minta Polisi Tak Hanya Lihat Akhir Kejadian, Kronologi Awal Diminta Diusut

Sinyo Minta Polisi Tak Hanya Lihat Akhir Kejadian, Kronologi Awal Diminta Diusut

MAMASA, SULAWESI BARAT, TelusurInformasiNews.id — Perkara keributan yang melibatkan Sinyo, petugas keamanan (satpam) SPBU 75913-01 Lambanan, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, dengan Nannan Danunan yang diketahui sebagai pegawai negeri sipil (PNS), kini telah berlanjut ke tahap penyidikan.

Sinyo meminta pihak kepolisian tidak hanya melihat peristiwa pada bagian akhir, tetapi juga mendalami kronologi sejak awal hingga terjadinya kejadian yang membuat dirinya berhadapan dengan proses hukum.

Kronologi Versi Sinyo
Berdasarkan keterangan Sinyo, peristiwa bermula ketika dirinya sedang berada di sebuah warung kopi yang berada di depan SPBU tempatnya bekerja.

Saat itu, Nannan Danunan datang dan mempertanyakan tata kelola SPBU. Sinyo mengaku tidak dapat memberikan jawaban karena dirinya tidak memiliki kewenangan terkait pengelolaan SPBU.

Menurut Sinyo, pembicaraan kemudian memanas hingga terjadi pertikaian fisik. Ia mengaku berusaha membalas setelah merasa dirinya terlebih dahulu mendapatkan serangan.
Keributan tersebut kemudian dilerai oleh sejumlah orang yang berada di lokasi, termasuk para pengantre BBM.
Setelah keributan pertama dilerai, Sinyo mengaku kembali ke kamar karyawan. Tidak lama kemudian, ia keluar kembali untuk melihat kondisi SPBU.
Menurut Sinyo, saat dirinya kembali melihat kondisi SPBU, Nannan Danunan sudah tidak terlihat di lokasi. Setelah itu, Sinyo kembali ke kamar karyawan.
Sinyo kemudian mengaku mengambil sebuah kunci ring atau kunci pas dan menyelipkannya di pinggang.

Menurut penjelasan Sinyo, dirinya mengambil kunci tersebut karena merasa khawatir apabila keributan kembali terjadi dan Nannan mengambil benda tajam. Ia menyebut kunci tersebut dibawa sebagai bentuk perlindungan terhadap dirinya karena merasa takut situasi kembali memanas.

Tidak lama kemudian, Sinyo kembali ke warung kopi dan mendapati Nannan Danunan berada di dalam warung.
Menurut pengakuan Sinyo, dirinya mendatangi Nannan untuk mempertanyakan kejadian sebelumnya. Situasi kemudian kembali memanas hingga terjadi kontak fisik.

Sinyo mengaku berusaha menghindar. Namun, ketika jarak keduanya semakin dekat, ia menggunakan kunci ring yang dibawanya hingga mengenai Nannan sebanyak dua kali pada bagian kepala.
Setelah kejadian tersebut, menurut Sinyo, Nannan kemudian mundur dan mengambil batu. Warga yang berada di lokasi selanjutnya membawa Nannan untuk mendapatkan penanganan medis.
Keterangan tersebut merupakan versi Sinyo dan masih perlu dicocokkan dengan keterangan Nannan Danunan, para saksi, hasil visum, barang bukti, serta hasil penyidikan kepolisian.
Sinyo Minta Kronologi Awal Turut Didalami
Sinyo berharap penyidik tidak hanya melihat peristiwa pada bagian akhir, tetapi juga mendalami apa yang terjadi sejak awal pertikaian.

Ia berharap orang-orang yang berada di lokasi, termasuk para pengantre BBM yang disebut menyaksikan kejadian, dapat diperiksa untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
Menurut Sinyo, kejadian sebelum peristiwa kedua perlu dilihat karena terdapat rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum dirinya membawa kunci dan kembali bertemu Nannan di warung kopi.

Informasi Mengenai Kejadian Sebelumnya
Di tengah proses hukum tersebut, media juga memperoleh informasi bahwa Nannan Danunan disebut pernah dua kali terlibat keributan di sekitar SPBU 75913-01 Lambanan.

Informasi yang diterima media juga menyebutkan bahwa dalam salah satu kejadian tersebut, Nannan Danunan diduga berada dalam kondisi dipengaruhi alkohol.
Namun, informasi tersebut belum terkonfirmasi secara resmi. Karena itu, media tidak menyimpulkan informasi tersebut sebagai fakta yang telah terbukti dan masih menunggu penjelasan dari pihak kepolisian maupun saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Untuk memperoleh penjelasan dari pihak kepolisian, media melakukan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Mamasa, Drones Ma’dika, S.H., M.H.

Kasat Reskrim menjelaskan bahwa dalam proses penyelidikan telah ditemukan keterangan para saksi, hasil visum, serta barang bukti yang menjadi dasar peningkatan perkara.

“Atas dasar itu kami tingkatkan ke penyidikan kemudian menetapkan tersangka,” demikian keterangan Kasat Reskrim Polres Mamasa.

Dengan demikian, perkara tersebut telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan dan telah dilakukan penetapan tersangka.

Media Konfirmasi kepada Penyidik
Media juga telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada penyidik yang menangani perkara tersebut untuk memperoleh penjelasan lebih rinci.

Pertanyaan yang diajukan antara lain terkait kronologi awal, pasal yang diterapkan, pemeriksaan saksi, barang bukti, serta informasi mengenai kejadian sebelumnya yang disebut melibatkan Nannan Danunan.

Namun, hingga berita ini disusun, konfirmasi kepada penyidik belum mendapatkan jawaban.

Media tetap memberikan ruang kepada pihak penyidik maupun kepolisian untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, keterangan dari Sinyo dan konfirmasi dari Kasat Reskrim Polres Mamasa telah diperoleh. Sementara itu, keterangan dari Nannan Danunan dan pihak keluarganya belum diperoleh.

Media membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Nannan Danunan, pihak keluarga, penyidik, maupun pihak terkait lainnya.

Catatan Redaksi: Berita ini memuat keterangan Sinyo dan konfirmasi dari Kasat Reskrim Polres Mamasa. Kronologi yang disampaikan Sinyo merupakan keterangan dari pihak yang bersangkutan dan masih perlu diuji melalui proses penyidikan. Informasi mengenai kejadian sebelumnya dan dugaan pengaruh alkohol terhadap Nannan Danunan belum memperoleh konfirmasi resmi sehingga tidak disimpulkan sebagai fakta yang telah terbukti.

Penetapan tersangka merupakan bagian dari proses hukum dan bukan merupakan putusan pengadilan yang menyatakan seseorang bersalah.

Fen Laoh

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular