MINUT, TelusurInformasiNews.id – Ribuan warga lanjut usia (Lansia) dari berbagai jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) se-Sulawesi Utara memadati halaman kantor bupati dalam Ibadah Agung Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM. Perayaan dua dekade pelayanan tersebut berlangsung penuh sukacita, khidmat dan ungkapan syukur, sekaligus menjadi momentum memperkuat persekutuan serta menegaskan bahwa usia lanjut bukanlah penghalang untuk terus berkarya, melayani dan menjadi berkat bagi sesama. Bertempat di halaman Kantor Bupati Minahasa
Jumat, (6/11/2026).
Ibadah syukur dipimpin langsung Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas, M.Th. Kegiatan akbar ini dihadiri Bupati Minahasa Utara Dr. Joune James Esau Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin William Lotulung, S.H., M.H., Ketua Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM Dra. Adriana Dondokambey, M.M., serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
Turut hadir mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Utara Dr. Franky Alexander Tintingon, S.STP., M.Si., unsur Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Minahasa Utara, mantan Wakil Gubernur Sulawesi Utara periode 2010–2015 Dr. Djouhari Kansil, M.Pd., bersama istri, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara Ir. Novly Geret Wowiling, para pengurus Lansia Sinode, rayon, wilayah dan jemaat, pendeta, vikaris, pelayan khusus, serta seluruh peserta dari berbagai daerah.
Perayaan HUT ke-20 ini bukan sekadar seremoni memperingati perjalanan organisasi pelayanan, tetapi menjadi ruang perjumpaan iman, persaudaraan dan penghormatan terhadap para orang tua yang telah memberikan kontribusi besar bagi gereja, keluarga dan masyarakat.
Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin William Lotulung, selaku Ketua Panitia Pelaksana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Ibadah Agung HUT ke-20 merupakan bentuk ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan Lansia GMIM selama dua dekade.
Kevin mengawali sambutannya dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja yang senantiasa menyertai seluruh rangkaian pelayanan hingga memasuki usia ke-20 tahun.
Menurutnya, dua dekade perjalanan pelayanan merupakan bukti kesetiaan Tuhan sekaligus menjadi kesempatan bagi seluruh keluarga besar Lansia GMIM untuk semakin mempererat persekutuan, memperkuat persaudaraan dan memperbarui semangat dalam melayani.
Ia menjelaskan, kegiatan ini dirancang sebagai wadah mempertemukan warga Lansia dari berbagai jemaat, sehingga tercipta kebersamaan dan hubungan persaudaraan yang semakin erat di tengah kehidupan bergereja.
Kevin juga menegaskan bahwa para Lansia memiliki peranan penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan gereja maupun masyarakat. Pengalaman panjang, ketekunan dalam iman, doa serta keteladanan hidup merupakan kekayaan yang harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta agar tidak menjadikan usia sebagai alasan untuk berhenti mengambil bagian dalam pelayanan.
“Memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti berkarya dan memberikan kontribusi. Justru melalui pengalaman hidup, keteguhan iman dan ketekunan dalam doa, para Lansia memiliki peran yang sangat besar untuk menjadi teladan bagi keluarga, gereja dan masyarakat. Kami berharap semangat pelayanan ini terus menyala dan tidak pernah padam,” ungkap Kevin.
Ia menambahkan, perayaan HUT ke-20 hendaknya menjadi momentum untuk semakin memperkuat iman, menjaga kebersamaan dan membangun semangat saling menopang antarsesama warga Lansia.
“Harapan kami, melalui perayaan ini, Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM semakin bertumbuh dalam iman, semakin kuat dalam persekutuan dan semakin nyata dalam kesaksian. Jadilah Lansia yang sehat, kuat, penuh sukacita dan terus menjadi berkat bagi gereja, keluarga, masyarakat serta generasi yang akan datang,” tambahnya.
Kevin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga dan pemikiran sehingga kegiatan akbar tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Sementara itu, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menyampaikan rasa bahagia, bangga dan terima kasih atas kepercayaan Sinode GMIM yang telah memilih kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sebagai lokasi pelaksanaan Ibadah Agung HUT ke-20 Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM.
Dalam sambutannya, Joune memberikan penghormatan kepada Ketua BPMS GMIM Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas, M.Th., perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Dr. Franky Alexander Tintingon, Ketua Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM Dra. Adriana Dondokambey, M.M., Ketua Panitia Kevin William Lotulung, serta seluruh jajaran pengurus dan peserta yang hadir.
Bupati mengungkapkan, kehadiran ribuan orang tua dari berbagai jemaat GMIM di kompleks Kantor Bupati merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
Ia bahkan mengaku terharu ketika menyaksikan berbagai persiapan yang dilakukan untuk menyambut para Lansia, termasuk pemasangan tenda dan penataan lokasi kegiatan.
Menurut Joune, suasana tersebut mengingatkannya kepada almarhum ibundanya yang semasa hidup pernah lama terlibat dalam pelayanan Lansia, bahkan pernah menjadi ketua pelayanan Lansia di tingkat jemaat dan wilayah.
Pengalaman pribadi tersebut, kata Joune, semakin menyadarkannya bahwa para orang tua memiliki jasa dan peranan besar dalam membangun kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat.
“Ketika melihat oma-oma dan opa-opa hadir dalam jumlah yang begitu banyak, saya merasa sangat terharu. Saya teringat almarhum ibu saya yang juga pernah melayani dalam pelayanan Lansia. Dari pengalaman itu saya memahami bahwa orang tua memiliki tempat yang sangat istimewa dalam kehidupan kita. Mereka telah melewati perjalanan panjang, memberikan pengorbanan, membesarkan keluarga dan mengambil bagian dalam pelayanan gereja,” tutur Joune.
Ia menegaskan bahwa keberadaan para Lansia tidak boleh dipandang sebagai kelompok masyarakat yang hanya membutuhkan perhatian, tetapi harus dihargai sebagai pribadi-pribadi yang memiliki pengalaman, kebijaksanaan dan kontribusi besar bagi kehidupan bersama.
Menurutnya, generasi muda saat ini dapat menikmati berbagai kemajuan karena adanya perjuangan dan pengabdian generasi terdahulu.
“Jangan pernah menganggap bahwa ketika seseorang sudah memasuki usia lanjut, maka perannya selesai. Tidak demikian. Para orang tua adalah bagian penting dari perjalanan kehidupan kita. Mereka memiliki pengalaman yang tidak bisa dibeli, hikmat yang tidak bisa diperoleh dalam waktu singkat dan keteladanan yang harus diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya.
Joune juga menceritakan bahwa ketika menerima informasi mengenai rencana pelaksanaan HUT ke-20 Lansia Sinode GMIM di kompleks Kantor Bupati Minut, dirinya langsung mendorong agar Wakil Bupati Kevin Lotulung diberikan kesempatan menjadi Ketua Panitia.
Menurutnya, hal tersebut merupakan kesempatan berharga bagi Kevin dan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memberikan diri dalam pelayanan kepada para orang tua.
“Orang muda belum tentu semuanya akan sampai pada usia lanjut. Tetapi oma-oma dan opa-opa yang hadir saat ini telah melewati perjalanan kehidupan hingga mencapai usia tersebut. Karena itu, menjadi Lansia merupakan berkat Tuhan yang patut disyukuri. Kita harus menghormati, memperhatikan dan memberikan ruang bagi mereka untuk tetap mengambil bagian dalam kehidupan bergereja maupun bermasyarakat,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi semangat para peserta yang tetap antusias mengikuti ibadah meskipun sebelumnya kondisi cuaca sempat diguyur hujan deras.
Ia menyebut cuaca yang kemudian menjadi lebih bersahabat, bahkan hanya disertai rintik hujan, sebagai bentuk penyertaan Tuhan sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan baik.
Selain memastikan kesiapan lokasi, Joune menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama panitia telah mempersiapkan berbagai kebutuhan peserta, termasuk konsumsi yang disediakan secara lengkap.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BPMS GMIM, Ketua Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM, seluruh pengurus dan jemaat yang telah mempercayakan Minahasa Utara sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini. Kami merasa terhormat karena halaman Kantor Bupati dapat menjadi tempat berkumpulnya ribuan orang tua untuk beribadah dan memuliakan Tuhan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Joune menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berkomitmen untuk terus membangun daerah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia.
Ia menyebut pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, investasi maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan kehidupan masyarakat yang sejahtera, harmonis dan saling menghargai.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan perkembangan pembangunan Minahasa Utara, khususnya sektor pariwisata dan investasi. Ia mengungkapkan bahwa saat ini Minahasa Utara telah memiliki tiga hotel berbintang lima, yang menjadi salah satu indikator semakin terbukanya peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, perkembangan tersebut harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menutup sambutannya, Joune menyampaikan selamat HUT ke-20 kepada seluruh keluarga besar Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM.
Ia berharap seluruh Lansia senantiasa memperoleh kesehatan, kekuatan, umur panjang dan sukacita, serta terus memiliki semangat untuk memuji Tuhan dan mengambil bagian dalam pelayanan.
“Kiranya Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan dan umur panjang kepada seluruh oma-oma, opa-opa, ibu-ibu dan bapak-bapak. Jangan pernah kehilangan semangat untuk melayani. Mungkin kekuatan fisik tidak lagi sama seperti dahulu, tetapi semangat iman, doa dan kasih harus tetap menyala. Teruslah menjadi teladan, teruslah berkarya sesuai kemampuan dan jadilah berkat bagi keluarga, gereja serta masyarakat. Selamat HUT ke-20 Lansia GMIM. Tuhan Yesus memberkati,” tutup Joune.
Ketua Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM Dra. Adriana Dondokambey, M.M., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas terselenggaranya Ibadah Agung HUT ke-20 yang mempertemukan para pengurus dan anggota Lansia GMIM dari berbagai jemaat.
Atas nama pribadi, keluarga dan seluruh pengurus Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM, Adriana menyampaikan selamat merayakan HUT ke-20 kepada seluruh anggota Lansia, khususnya mereka yang telah berusia 60 tahun ke atas.
Ia berharap seluruh Lansia senantiasa memperoleh berkat Tuhan berupa kesehatan, kekuatan, kemampuan menjalankan aktivitas dan kesempatan menikmati masa lanjut usia dengan penuh sukacita serta damai sejahtera.
Menurut Adriana, perjalanan 20 tahun pelayanan merupakan bukti bahwa kelompok Lansia memiliki peranan penting dalam kehidupan bergereja. Karena itu, keberadaan dan pelayanan Lansia harus terus diperkuat, diperhatikan serta diberikan ruang untuk berkembang.
Ia menjelaskan bahwa perayaan HUT ke-20 ini merupakan kegiatan akbar terakhir dalam periode pelayanan 2022–2026. Dengan demikian, seluruh keluarga besar Lansia GMIM patut bersyukur karena masih diberikan kesempatan menyelesaikan periode pelayanan melalui perayaan bersama.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia juga menyelenggarakan berbagai perlombaan, yakni paduan suara kategori big dan small, lomba solo, lomba baca kitab, lomba bahasa Manado serta lomba busana.
Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan bukan semata-mata untuk mencari pemenang, tetapi sebagai sarana membangun kebersamaan, menyalurkan talenta dan memberikan ruang bagi para Lansia untuk tetap aktif dalam pelayanan.
Adriana menegaskan bahwa para Lansia harus tetap memiliki semangat untuk mengambil bagian dalam kehidupan gereja dan mendukung berbagai program pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.
“Para Lansia bukan kelompok yang harus dipinggirkan karena usia. Kita tetap memiliki tanggung jawab, kemampuan dan kesempatan untuk memberikan kontribusi. Karena itu, saya mengajak seluruh anggota Lansia untuk terus mendukung program pelayanan gereja serta program pemerintah. Mari kita pelihara kerja sama yang selama ini telah terbangun agar gereja dan pemerintah dapat terus berjalan bersama dalam menghadirkan kebaikan bagi masyarakat,” tutur Adriana.
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh pengurus Lansia di setiap aras pelayanan agar tetap bersemangat menjalankan tugas, mengingat periode pelayanan 2022–2026 akan berakhir pada 31 Desember 2026.
Terkait tahapan pemilihan kepengurusan Kelompok Pelayanan Lansia GMIM periode berikutnya, Adriana menyampaikan bahwa proses tersebut dijadwalkan berlangsung pada Januari, Februari dan April. Pemilihan di aras jemaat dilaksanakan Januari, aras wilayah pada Februari, sedangkan aras Sinode pada April.
Dalam sambutannya, Adriana juga memaparkan perjuangan panjang pengurus Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM untuk memperkuat kedudukan organisasi pelayanan Lansia agar dapat disejajarkan dengan Komisi BIPRA dalam struktur pelayanan gereja.
Ia menjelaskan, usulan tersebut sebelumnya telah disampaikan melalui Sidang Majelis Sinode Istimewa tahun 2016. Namun, dalam pelaksanaan sidang tersebut, usulan agar Kelompok Pelayanan Lansia memperoleh kedudukan yang sejajar dengan Komisi BIPRA belum diterima.
Sebagai tindak lanjut, pengurus kemudian membentuk Tim Tujuh yang diketuai Kakak Sjots Pungus, Sarjana Hukum, bersama Sekretaris Dr. Rades Emi Warta dan lima anggota lainnya.
Tim tersebut diberikan tugas melakukan kajian dan menyusun bahan usulan untuk disampaikan kepada Badan Pekerja Majelis Sinode sebagai bahan pertimbangan dalam pembahasan Rapat Majelis Sinode Tahunan yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada November 2026.
Adriana menyampaikan bahwa Tim Tujuh telah menghasilkan sebuah petisi yang meminta BPMS GMIM kembali memperhatikan dan menambahkan poin adendum atau perubahan pada bagian yang mengatur tentang Kelompok Pelayanan Lansia.
Melalui petisi tersebut, diusulkan agar Kelompok Pelayanan Lansia GMIM ditingkatkan menjadi Komisi Khusus Pelayanan Lansia atau K2PL GMIM, dengan syarat dan ketentuan sebagaimana pengaturan Komisi BIPRA, khususnya pada kedudukan unsur pelayanan dan bukan sebagai pelayanan khusus.
Menurutnya, usulan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat eksistensi pelayanan Lansia agar semakin memiliki ruang, perhatian dan kedudukan yang jelas dalam struktur pelayanan GMIM.
“Kami berharap perjuangan ini dapat memperoleh perhatian dan pembahasan yang baik dalam Sidang Majelis Sinode Tahunan GMIM di Jakarta pada pertengahan November 2026. Ini bukan semata-mata tentang kedudukan organisasi, tetapi bagaimana pelayanan Lansia semakin diperkuat, dihargai dan diberikan ruang untuk menjalankan tanggung jawab pelayanan secara lebih optimal,” ungkap Adriana.
Ia berharap seluruh anggota dan pengurus Lansia tetap bersatu, menjaga semangat pelayanan serta mendukung proses yang sedang diperjuangkan.
Pada kesempatan tersebut, Adriana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan HUT ke-20 dapat terlaksana dengan baik.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, panitia pelaksana yang diketuai Kevin William Lotulung, S.H., M.H., Ketua Harian Injilur Nohbi Wulur, F.Si., Sekretaris Pdt. Heri Singgah, serta seluruh panitia umum dan panitia lokal.
Apresiasi juga diberikan kepada para Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah dan Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat se-Wilayah Kalawat II yang telah memberikan perhatian dan dukungan penuh dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Sekali lagi, selamat merayakan HUT ke-20 Lansia GMIM. Mari terus menjaga kebersamaan, saling menguatkan dan tetap bersemangat dalam pelayanan. Lansia GMIM harus sehat, kuat dan diberkati. Tuhan Yesus memberkati kita semua,” tutup Adriana.
Mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Utara Dr. Franky Alexander Tintingon, S.STP., M.Si., menyampaikan ucapan selamat atas perayaan HUT ke-20 Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM.
Dalam sambutannya, Franky menyebut perjalanan pelayanan selama dua dekade sebagai bukti penyertaan Tuhan sekaligus momentum untuk merenungkan kembali makna kehidupan, pengabdian dan kasih yang terus bertumbuh seiring perjalanan usia.
Ia menilai pelayanan GMIM selama ini telah memberikan kontribusi besar, bukan hanya dalam kehidupan bergereja, tetapi juga dalam membangun kehidupan sosial kemasyarakatan di Sulawesi Utara.
Melalui berbagai bentuk pelayanan, GMIM dinilai telah mengambil bagian dalam memperkuat solidaritas sosial, membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan mendukung kemajuan daerah.
Salah satu bentuk nyata pelayanan tersebut adalah perhatian terhadap kelompok lanjut usia yang merupakan bagian penting dalam kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat.
Mengutip Amsal 16 ayat 31, Franky mengingatkan bahwa rambut putih merupakan mahkota yang indah apabila diperoleh melalui jalan kebenaran.
Menurutnya, para Lansia bukan sekadar kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian, melainkan pribadi-pribadi yang memiliki kekayaan pengalaman, hikmat, doa dan keteladanan hidup.
Ia juga menyoroti masih adanya pandangan di tengah masyarakat yang menganggap seseorang tidak lagi produktif ketika memasuki usia lanjut.
Franky menegaskan bahwa pandangan seperti itu harus diubah karena bertambahnya usia tidak berarti menghilangkan martabat, potensi maupun kesempatan seseorang untuk terus memberikan kontribusi.
“Jangan pernah menilai seseorang hanya berdasarkan usia dan kemampuan fisiknya. Memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang kehilangan produktivitas ataupun tidak lagi memiliki peran dalam kehidupan masyarakat. Para Lansia memiliki pengalaman, kebijaksanaan dan nilai-nilai kehidupan yang sangat berharga. Semua itu merupakan kekuatan yang dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Franky.
Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif iman, setiap tahapan kehidupan merupakan bagian dari anugerah Tuhan. Masa lanjut usia bukanlah akhir dari kesempatan untuk melayani, melainkan fase kehidupan yang tetap memiliki makna dan tujuan.
Franky juga mengutip Mazmur 92 ayat 15 yang mengingatkan bahwa pada masa tua sekalipun orang benar tetap berbuah, tetap segar dan subur.
Firman Tuhan tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa kehidupan yang berakar dalam iman akan terus menghasilkan buah pelayanan, bahkan ketika seseorang telah memasuki usia lanjut.
“Firman Tuhan mengajarkan bahwa pada masa tua pun kita tetap dapat menghasilkan buah. Artinya, semangat untuk melayani, bersaksi dan melakukan kebaikan tidak dibatasi oleh usia. Selama Tuhan masih memberikan kehidupan, selalu ada kesempatan untuk menjadi berkat bagi orang lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perjalanan pelayanan Lansia GMIM selama dua dekade telah memperlihatkan bahwa semangat untuk bersaksi dan melayani tidak pernah dibatasi oleh usia.
Pengalaman, hikmat dan keteladanan hidup yang dimiliki para Lansia merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung pembangunan daerah.
Karena itu, ia berharap Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM terus bertumbuh dan meningkatkan kualitas pelayanan, baik dalam kehidupan bergereja maupun bermasyarakat.
Franky juga menekankan pentingnya membangun hubungan antargenerasi. Para Lansia diharapkan terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, sementara generasi muda harus memiliki kepedulian, penghormatan dan perhatian terhadap orang tua.
“Pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan generasi muda yang memiliki tenaga dan kreativitas, tetapi juga membutuhkan pengalaman serta kebijaksanaan generasi senior. Keduanya harus berjalan bersama, saling menopang dan melengkapi. Kita ingin membangun masyarakat yang tidak melupakan jasa para pendahulunya, tetapi menjadikan pengalaman mereka sebagai kekuatan untuk melangkah ke masa depan,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya memberikan perhatian dan dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia, agar potensi serta kemampuan yang dimiliki dapat terus dimanfaatkan secara optimal.
Pemerintah, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk mendorong terciptanya lingkungan sosial yang menghormati, melindungi dan memberikan kesempatan kepada para Lansia untuk tetap aktif serta menjalani kehidupan dengan bermartabat.
Menutup sambutannya, Franky berharap perayaan HUT ke-20 ini semakin memperkuat komitmen pelayanan Lansia GMIM dan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara.
Ibadah Agung HUT ke-20 Kelompok Pelayanan Lansia Sinode GMIM di Minahasa Utara menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang bagi seseorang untuk terus melayani, berkarya dan memberikan kesaksian iman.
Dari pesan Bupati Joune Ganda, Wakil Bupati Kevin Lotulung, Ketua Lansia Sinode GMIM Adriana Dondokambey hingga perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, seluruhnya menekankan pentingnya menghargai keberadaan para orang tua sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan gereja dan masyarakat.
Kehadiran ribuan Lansia dari berbagai jemaat GMIM se-Sulawesi Utara juga menjadi gambaran kuatnya persekutuan, persaudaraan dan semangat kebersamaan yang terus terpelihara selama dua dekade pelayanan.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, BPMS GMIM, panitia pelaksana serta seluruh jemaat menjadi bagian penting dalam menyukseskan perayaan tersebut.
Momentum 20 tahun pelayanan ini diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, tetapi menjadi titik penguatan komitmen untuk menghadirkan pelayanan Lansia yang semakin berkualitas, inklusif dan berdampak nyata.
Para Lansia diharapkan terus menjadi sumber hikmat, kekuatan doa, teladan iman dan inspirasi bagi generasi penerus.Lansia GMIM sehat, kuat, tetap produktif, terus berkarya dan menjadi berkat bagi gereja, keluarga serta masyarakat.
(Vera.E.Kastubi).






