Selasa, November 3, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraSekda Novly Wowiling Kenang Pengabdian Laurens Sigarlaki: Jejak Keteladanan Tetap Hidup, Tangis...

Sekda Novly Wowiling Kenang Pengabdian Laurens Sigarlaki: Jejak Keteladanan Tetap Hidup, Tangis Haru Warnai Perpisahan Terakhir

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Kepergian seseorang bukan berarti berakhir pula nilai-nilai kebaikan yang pernah ditorehkan semasa hidupnya. Dedikasi, keteladanan, serta pengabdian yang diwariskan akan tetap menjadi kenangan berharga sekaligus inspirasi bagi keluarga dan masyarakat yang ditinggalkan. Pesan penuh makna inilah yang mewarnai kunjungan duka Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di rumah duka keluarga besar Sigarlaki-Tuwo, Desa Pinenek, Kecamatan Likupang Timur. Selasa, (3/11/2026) siang.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Minahasa Utara Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. Novly G. Wowiling, M.Si. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk perhatian sekaligus ungkapan belasungkawa atas berpulangnya almarhum Laurens Sigarlaki yang telah mengakhiri perjalanan hidupnya dengan meninggalkan banyak nilai pengabdian.

Dalam sambutannya, Wowiling menyampaikan bahwa almarhum merupakan pribadi yang telah memberikan sumbangsih nyata dalam berbagai aspek kehidupan, baik di tengah masyarakat maupun dalam pelayanan gereja.

“Almarhum telah menuntaskan perjalanan hidup dengan penuh pengabdian, meninggalkan keteladanan dan jejak kebaikan bagi keluarga maupun masyarakat,” ungkap Wowiling.

Ia menjelaskan, perjalanan pengabdian almarhum tidak hanya tercermin dalam kehidupan bermasyarakat dan pelayanan gerejawi, tetapi juga melalui kiprahnya selama 17 tahun dalam pemerintahan. Pengabdian tersebut menjadi bukti nyata kepedulian serta komitmen almarhum dalam menjalankan tanggung jawab bagi lingkungan dan masyarakat.

“Pengabdian almarhum terlihat dalam kehidupan bermasyarakat maupun pelayanan gereja. Semua itu menjadi bukti nyata dedikasi dan ketulusan beliau semasa hidup,” ujar Wowiling.

Di hadapan keluarga yang sedang berduka, Sekda Novly Wowiling turut menitipkan pesan agar semangat pengabdian dan nilai keteladanan yang telah diwariskan almarhum dapat terus dilanjutkan oleh anak-anak hingga cucu-cucunya.

Menurutnya, setiap anggota keluarga dapat meneruskan karya dan semangat pelayanan tersebut sesuai kemampuan, bidang pekerjaan maupun profesi masing-masing.

“Jadikan keteladanan dan semangat pelayanan almarhum sebagai motivasi untuk terus berkarya serta memberikan yang terbaik sesuai peran masing-masing,” pesan Wowiling.

Almarhum Laurens Sigarlaki mengembuskan napas terakhir pada usia 78 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi istri tercinta, Sintje Tuwo, empat orang anak, tujuh cucu, serta seorang cicit.

Meski kehilangan sosok yang dicintai menjadi kenyataan pahit bagi keluarga, berbagai kenangan dan warisan pengabdian almarhum akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupan mereka. Dedikasinya selama bertahun-tahun dalam pemerintahan, kontribusinya bagi masyarakat, serta pelayanan di lingkungan gereja merupakan jejak kebaikan yang patut dikenang dan diteruskan.

Bagi keluarga besar Sigarlaki-Tuwo, almarhum bukan hanya seorang suami dan ayah, melainkan juga figur yang telah meletakkan dasar keteladanan, nilai kehidupan, dan semangat pelayanan bagi generasi penerus.

Suasana haru semakin terasa di rumah duka keluarga besar Sigarlaki-Tuwo. Di tengah lantunan doa dan kidung pujian yang mengiringi prosesi pelepasan jenazah, suasana yang semula dipenuhi ketenangan perlahan berubah menjadi isak tangis ketika peti jenazah almarhum Laurens Sigarlaki bersiap ditutup.

Salah satu momen paling mengharukan terlihat dari anak bungsu almarhum, Carla Sigarlaki. Kesedihan mendalam tak lagi mampu dibendung ketika dirinya menyadari bahwa saat-saat terakhir bersama sang ayah tercinta telah tiba.

Air mata Carla pun mengalir deras. Namun, di tengah kepedihan yang dirasakannya, ia tetap berusaha berdiri tegar di samping peti jenazah sang ayah. Dalam genggaman tangannya terdapat seuntai kalung rosario yang terus dipegang erat.

Dengan mata terpejam, Carla melantunkan doa-doa terakhir, memohon agar sang ayah mendapatkan ketenangan dan beristirahat dalam damai di peristirahatan kekal.

Kalung rosario yang digenggamnya seakan menjadi simbol kekuatan iman sekaligus pegangan batin dalam menghadapi perpisahan yang begitu berat. Doa yang dipanjatkan menjadi ungkapan kasih seorang anak kepada ayah yang telah membesarkan dan memberikan begitu banyak kenangan dalam hidupnya.

Sementara itu, kehadiran keluarga, kerabat, sahabat, dan para pelayat yang memadati rumah duka turut memberikan dukungan moril bagi Carla bersama seluruh keluarga besar Sigarlaki-Tuwo. Kehadiran mereka menjadi penguat agar keluarga yang ditinggalkan mampu melewati masa kehilangan dengan ketabahan dan keikhlasan.

Perpisahan tersebut memang meninggalkan luka mendalam. Namun, di balik tetesan air mata, tersimpan kekuatan iman dan doa yang menjadi penghiburan bagi keluarga. Ketegaran Carla dalam mengiringi detik-detik terakhir sang ayah menjadi gambaran betapa besar kasih seorang anak kepada orang tua yang dicintainya.

Kini, perjalanan hidup Laurens Sigarlaki di dunia telah usai. Namun, pengabdian, keteladanan, kasih sayang, serta kenangan indah yang ditinggalkannya akan terus hidup dalam hati keluarga dan orang-orang yang pernah mengenalnya.

Selamat jalan, Bapak Laurens Sigarlaki. Kiranya Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Kasih, karya, dan segala kebaikanmu akan senantiasa dikenang dan menjadi warisan berharga bagi generasi penerus.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular