BATAM, TelusurInformasiNews.id.- Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) resmi dibuka di Grand Lotus Ball Room, Hotel Aston Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu malam. Acara ini menjadi momentum penting dalam membahas sinergi program unggulan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang termuat dalam Asta Cita demi mendorong kesejahteraan daerah. Selasa, (20/1/2026).
Sekretaris Jenderal Apkasi sekaligus Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menjelaskan bahwa tema Rakernas tahun ini adalah “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera”. Tema ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam merealisasikan visi strategis yang diusung oleh pemerintahan pusat. “Kami di Minahasa Utara fokus pada Asta Cita keenam dan ketujuh, terutama dalam meningkatkan sumber daya manusia agar tercipta SDM unggul yang mampu berdaya saing,” ujarnya didampingi oleh Sekretaris Daerah, Inspektur, dan Kepala Dinas Pariwisata Minut.
Selama Rakernas, sejumlah narasumber dari kementerian dan lembaga terkait dihadirkan untuk membahas berbagai kebijakan pemerintah pusat, termasuk isu kontemporer yang mendapat tanggapan langsung dari para bupati. Acara ini sekaligus menjadi wadah dialog yang mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga strategi pembangunan daerah dapat berjalan terintegrasi.
Di antara narasumber yang hadir adalah Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan pentingnya kebijakan efisiensi dan hilirisasi dalam mendorong transformasi sektor pertanian Indonesia menuju negara maju. “Kebijakan yang salah lebih merugikan daripada seorang penjahat, sementara kebijakan tepat dapat menghemat triliunan rupiah hanya dengan satu keputusan,” tegasnya saat memaparkan di hadapan para kepala daerah. Ia juga menyoroti revolusi distribusi pupuk yang dipangkas dari rantai birokrasi yang panjang menjadi lebih sederhana dan cepat berkat Instruksi Presiden yang dikeluarkan dalam satu malam. Langkah tersebut dinilai mampu menghemat hingga Rp513 triliun sampai tahun 2035.
Selain itu, Mentan mengapresiasi peran aktif para bupati dalam percepatan pencapaian target swasembada pangan Indonesia yang berhasil dicapai dalam satu tahun, lebih cepat dari perkiraan awal empat tahun. Keberhasilan ini mendapat pengakuan global dari organisasi FAO serta beberapa negara maju seperti Jepang, Chile, dan Amerika Serikat.
Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakernas XVII menjadi momen krusial untuk menghasilkan kebijakan inovatif yang mampu memberikan terobosan dalam pemerintahan daerah. Ia juga menyoroti dua hal penting yang dibahas bersama yakni Pilkada dan tren pertumbuhan daerah. “Isu pilkada langsung dan usulan perpanjangan masa jabatan kepala daerah menjadi perhatian serius untuk dibahas agar posisi Asta Cita semakin kuat terlaksana,” katanya.
Ketum Apkasi berharap penyelenggaraan Rakernas dapat mempererat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam hal fiskal, pemerintahan, serta program pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi ini akan menjadi kunci sukses menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan mandiri.
“Rakernas XVII merupakan momentum strategis untuk memperkuat kerjasama pusat dan daerah dalam mewujudkan program Asta Cita. Dengan semangat kebersamaan, tantangan seperti Pilkada dan dinamika pembangunan harus diselesaikan bersama agar terwujud kemajuan yang mensejahterakan masyarakat.” ujar Ketum Zarnubi.
Sebagai penutup, Rakernas Apkasi XVII menegaskan pentingnya transformasi kebijakan yang tepat dan kolaborasi seluruh elemen pemerintahan untuk mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Acara ini dijadwalkan akan ditutup pada Selasa, 20 Januari 2026, dengan kehadiran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menguatkan komitmen sinergi di bidang pemerintahan daerah.
Dengan adanya Rakernas ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat lebih mengenal dan mengimplementasikan program Presiden dan Wakil Presiden secara optimal, sehingga visi Asta Cita dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
(Vera.E.Kastubi)






