Kamis, Oktober 22, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraPewarna Sulut Gelar Rakerda dan FGD, Sekda Manado Steaven Dandel Harapkan Solusi...

Pewarna Sulut Gelar Rakerda dan FGD, Sekda Manado Steaven Dandel Harapkan Solusi Konkret untuk Masalah Sosial

MANADO, TelusurInformasiNews.id – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) Sulawesi Utara menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperkuat peran gereja, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketahanan sosial kemasyarakatan di Sulawesi Utara. Bertempat di Ruang Serbaguna Pemerintah Kota Manado. Senin, (19/10/2026).

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Focus Group Discussion (FGD) tersebut mengangkat topik “Gereja dan Penguatan Ketahanan Sosial Kemasyarakatan di Sulawesi Utara” dengan tema diskusi “Ketahanan Sosial Kemasyarakatan di Sulut, Kian Rapuh?”.

Rakerda dan FGD ini menjadi wadah untuk membahas berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis guna memperkuat kerukunan, toleransi, keamanan, dan ketahanan sosial di Sulawesi Utara.

Hadir sebagai pemantik diskusi, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara, Pdt. Thomas Renata Ticonuwu, serta Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Dr. Reinhart Tololiu, S.H., M.H. Diskusi dipandu oleh moderator Pdt. Meidy Tasik, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Kota Manado.

Kegiatan tersebut diikuti pengurus Pewarna dari berbagai daerah di Sulawesi Utara, tokoh agama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta insan pers.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado, dr. Steaven Dandel, secara resmi membuka kegiatan Rakerda dan FGD Pewarna Sulut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Pewarna atas inisiatif menyelenggarakan forum diskusi yang membahas persoalan sosial kemasyarakatan.

Dandel berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Manado dalam bentuk kebijakan konkret.

“Pertama, ini bisa menjalin solusi terhadap berbagai permasalahan sosial yang dialami oleh Kota Manado. Sekali lagi, terima kasih untuk peran serta aktif ini, Pak Sisco bersama teman-teman sekalian,” ujar Dandel.

Ia menegaskan, berbagai masukan yang disampaikan dalam diskusi diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah untuk menentukan langkah penanganan yang tepat terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Kami berharap dalam diskusi ini nanti akan ada solusi konkret bagi permasalahan sosial yang dialami oleh Kota Manado, yang bisa kita akomodir menjadi kebijakan nyata dari Pemerintah Kota Manado untuk menyelesaikan permasalahan ini,” lanjutnya.

Setelah menyampaikan sambutannya, Dandel secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan mengajak seluruh peserta untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Dengan memanjatkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, hari ini saya membuka secara resmi kegiatan Kumpul Bersama dan Rapat Kerja Daerah Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia Sulawesi Utara,” ungkapnya.

Selain mendorong lahirnya solusi atas persoalan sosial, Steaven Dandel juga menekankan pentingnya peran wartawan, khususnya insan pers yang tergabung dalam Pewarna, dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Menurutnya, wartawan memiliki tanggung jawab profesional dan moral untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, serta mampu menjaga suasana masyarakat tetap kondusif di tengah maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks dan ujaran kebencian.

“Atas nama Pemerintah Kota Manado, saya menyambut baik dan mengapresiasi Rakerda dan FGD Pewarna Sulut. Di tengah gempuran hoaks dan ujaran kebencian, wartawan Nasrani harus hadir membawa suara kenabian, juga sebagai penjernih, pembawa damai, dan perekat persatuan,” ujar Dandel.

Ia juga menilai, citra Manado sebagai salah satu kota yang dikenal memiliki tingkat toleransi tinggi tidak terlepas dari kontribusi berbagai elemen masyarakat, termasuk media dan wartawan, dalam menjaga kehidupan sosial yang sejuk, rukun, dan harmonis.

Meski demikian, Dandel mengakui masih terdapat sejumlah persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang memerlukan perhatian bersama. Salah satunya adalah kenakalan anak yang membutuhkan penanganan secara serius, terarah, dan melibatkan berbagai pihak.

“Apresiasi kepada Pewarna Sulut yang turut membahas cara penanganan kamtibmas. Untuk itu, perlu masukan dan saran dari Pewarna dalam mencari solusi terkait permasalahan sosial di Kota Manado,” pesannya.

Pemerintah Kota Manado pun berharap keterlibatan organisasi pers dan tokoh agama dapat memperkaya perspektif dalam mencari solusi terhadap persoalan sosial sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan media.

Sementara itu, Ketua Pewarna Sulawesi Utara, Sisco Manossoh, dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Manado atas dukungan terhadap pelaksanaan Rakerda dan FGD tersebut.

Ia menjelaskan, Rakerda merupakan momentum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan sekaligus menyusun arah kebijakan dan rencana kerja ke depan.

“Rakerda ini menjadi momentum penting untuk evaluasi dan menyusun arah kerja organisasi ke depan. Agenda strategis yang dibahas antara lain penguatan kelembagaan dan konsolidasi organisasi di 15 kabupaten/kota di Sulut, program pelatihan jurnalistik, serta komitmen mendukung program pemerintah, khususnya menjaga kerukunan,” ujar Sisco.

Menurutnya, penguatan kelembagaan dan konsolidasi organisasi menjadi bagian penting dalam mendorong Pewarna agar semakin solid serta mampu meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para anggotanya.

Selain itu, program pelatihan jurnalistik juga menjadi salah satu agenda yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya wartawan agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sisco menegaskan bahwa Pewarna Sulut berkomitmen untuk terus membangun kemitraan dengan pemerintah tanpa meninggalkan fungsi kritis pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami Pewarna Sulut siap menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah. Kami ingin wartawan Nasrani di Sulut semakin profesional dan menjadi berkat melalui karya jurnalistik,” terangnya.

Melalui pelaksanaan Rakerda dan FGD ini, Pewarna Sulut diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai organisasi profesi wartawan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jurnalistik, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat.

Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara gereja, pemerintah, insan pers, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan sosial yang berkembang.

Dengan terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang baik, berbagai masukan serta rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam merumuskan solusi yang aplikatif, terutama dalam menangani persoalan kamtibmas, mencegah penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, serta memperkuat toleransi antarumat beragama.

Pada akhirnya, Pewarna Sulawesi Utara diharapkan terus mengambil bagian dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat, sekaligus menghadirkan karya jurnalistik yang profesional, berintegritas, dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

 

(Vera.E.Kastubi).

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular