Senin, Mei 18, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraPerempuan Pesisir Minut Harumkan Nama Bangsa di Forum Global Women Deliver 2026

Perempuan Pesisir Minut Harumkan Nama Bangsa di Forum Global Women Deliver 2026

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Sebuah pencapaian luar biasa kembali diraih oleh perempuan pesisir Kabupaten Minahasa Utara. Komunitas Women Mangrove Warrior asal Desa Sarawet sukses membawa misi pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi ke forum internasional Women Deliver 2026, yang berlangsung di Melbourne, Australia, pada 27–30 April 2026. Kehadiran mereka bukan sekadar partisipasi, melainkan menjadi wadah strategis dalam menyuarakan peran perempuan sebagai garda terdepan keadilan iklim.

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, SE., MAP., MM., MSi, menyampaikan rasa bangganya atas capaian para “Srikandi” mangrove tersebut. Sebelum keberangkatan, Bupati secara khusus memberikan pembekalan dan motivasi langsung kepada perwakilan delegasi.

Dalam sebuah pernyataan, Bupati Joune Ganda menegaskan apresiasinya. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para perempuan pejuang mangrove dari Desa Sarawet. Kehadiran mereka di forum dunia adalah bukti nyata bahwa perempuan desa memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Bupati Joune Ganda.

Menurutnya, inisiatif ini merupakan contoh konkret pembangunan berkelanjutan yang dimulai dari akar rumput. “Ini membuktikan bahwa perempuan Minut mampu menjadi agen perubahan global dalam isu lingkungan dan inklusivitas,” tambahnya.

Pada sesi bertajuk “Guardians of the Coast: Women Leading Climate Justice” yang digelar pada 28 April 2026, Wisye Sahambangung selaku perwakilan Women Mangrove Warrior memaparkan praktik baik yang telah diterapkan di Desa Sarawet. Di hadapan delegasi dari berbagai negara, ia menceritakan bagaimana kolaborasi perempuan telah mampu mengubah wajah pesisir.

“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi penonton, tapi terlibat aktif mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemantauan mangrove. Selain menjaga alam, kami juga bergerak melalui Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP) untuk memperkuat dapur kami,” tutur Wisye.

Ia menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk CARE Indonesia dan Yayasan Bumi Tangguh, telah membantu mereka membangun rasa percaya diri untuk berbicara di panggung internasional. “Cerita dari desa kami ternyata mendapat sambutan hangat dari peserta global. Ini memberi semangat baru bagi kami untuk terus menjaga hutan mangrove sebagai benteng alami desa,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program berbasis masyarakat seperti ini. Kawasan mangrove di Minut tidak hanya diproyeksikan sebagai mitigasi perubahan iklim, khususnya mencegah abrasi, tetapi juga sebagai penggerak sektor pariwisata berkelanjutan yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan warga. Melalui keberhasilan Wisye dan komunitasnya, Pemkab Minut berharap regenerasi pejuang lingkungan akan terus tumbuh, menjadikan wilayah pesisir Minahasa Utara semakin tangguh dan berdaya saing di masa depan.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular