MINUT, TelusurInformasiNews.id. – Dalam upaya menghadapi tantangan stunting yang masih mengancam kesehatan anak di seluruh Indonesia, Kabupaten Minahasa Utara berhasil menunjukkan progres signifikan dengan penurunan angka stunting hingga 10,9%. Keberhasilan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TP3S) yang diselenggarakan di JG Center, Matungkas. Rabu, (24/9/ 2025)

Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling, hadir pada kesempatan tersebut mewakili Bupati Joune J. E. Ganda. Ia menyatakan bahwa keberhasilan daerahnya dalam menurunkan angka stunting tidak terlepas dari program Dapur Cetus JGKWL yang diinisiasi oleh pemerintah setempat. “Kami tidak hanya memberikan makanan tambahan untuk balita, tetapi juga memberdayakan kader desa dan ibu-ibu melalui pelatihan memasak bergizi yang aplikatif dan menyenangkan,” ujarnya.
Program Dapur Cetus berfokus pada keluarga dengan risiko tinggi stunting, melibatkan peserta dalam praktek pengolahan makanan sehat yang bisa dibuat sendiri di rumah. Program ini lebih daripada sekadar bantuan; ia telah berkembang menjadi gerakan sosial yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
Tidak hanya itu, Wowiling juga menekankan pentingnya inisiatif Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting) yang melibatkan pejabat Pemkab sebagai ‘orang tua asuh’ bagi anak-anak yang mengalami stunting. “Kami ingin memastikan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga mesti melibatkan semua elemen, termasuk tokoh masyarakat dan pihak swasta,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr. Jane Symons, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini juga bertujuan untuk mengevaluasi dan menyelaraskan aksi konvergensi dari tim TP3S yang ada, mulai tingkat kabupaten hingga ke tingkat desa. “Kegiatan ini bukan hanya rapat rutin, tetapi juga sebagai platform strategis untuk membangun sinergi antara pemerintah, swasta, LSM, dan konsultan agar penanganan stunting benar-benar efektif dan tepat sasaran,” ungkap dr. Jane.
Rapat TP3S juga dihadiri sejumlah pihak terkait, seperti BKKBN Provinsi Sulut, camat, kepala puskesmas, petugas gizi, penyuluh KB, serta perwakilan LSM dan CSR dari perusahaan-perusahaan yang mendukung, termasuk PT Mitra Investama Aqua Danone dan PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi.
Dengan semangat dan pendekatan berbasis komunitas yang inovatif, langkah yang diambil oleh Minahasa Utara dapat dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia, membuktikan bahwa perang melawan stunting memang bisa dimenangkan jika dikelola dengan baik dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Keberhasilan Minahasa Utara dalam menurunkan angka stunting sebesar 10,9%, daerah ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam menangani masalah stunting. Melalui program-program inovatif seperti Dapur Cetus dan Genting, serta sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Minahasa Utara membuktikan bahwa perang melawan stunting dapat dimenangkan dengan pendekatan yang tepat dan partisipatif.
(*Vera.E.Kastubi)






