Kamis, Oktober 22, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraPemkab Minut Umumkan 54 Penerima Microgrant YCAF, Pemuda Didorong Lahirkan Inovasi Iklim

Pemkab Minut Umumkan 54 Penerima Microgrant YCAF, Pemuda Didorong Lahirkan Inovasi Iklim

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara secara resmi mengumumkan 54 kelompok penerima Microgrant YCAF (Youth Climate Action Fund) North Minahasa. Bertempat di Atrium Lantai 1 Kantor Bupati Minahasa Utara, Senin (12/10/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling, M.Si., yang mewakili Bupati Minahasa Utara, didampingi Kepala Bagian Pemerintahan, Sefferson Sumampouw, S.STP., http://S.IP., M.Si., serta para pejabat undangan, guru pendamping, siswa dan perwakilan komunitas pemuda.

Dalam sambutannya, Bupati Minahasa Utara melalui Sekda Novly Wowiling menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program yang dinilai sangat positif bagi masyarakat. Program YCAF merupakan kolaborasi yang didukung oleh Bloomberg Philanthropies dan Google.org yang fokus pada aksi iklim berbasis anak muda.

Sekda menjelaskan, program ini telah berjalan cukup lama dan progresnya tidak hanya berhenti di pusat kota, tetapi menjangkau hingga ke desa-desa. Hal ini bertujuan agar gaung perubahan tidak hanya dirasakan di sekitar pusat pemerintahan, tetapi meluas ke seluruh wilayah.

Sebanyak 54 kelompok pemuda dan pelajar telah terseleksi sebagai penerima microgrant setelah melalui proses penjurian. Karya-karya yang masuk dinilai memiliki relevansi tinggi dengan isu-isu lingkungan terkini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, kami menyampaikan apresiasi kepada 54 kelompok yang telah terseleksi. Ide-ide yang diangkat sangat relevan dengan isu lingkungan hari ini, mulai dari pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, ketahanan pangan lestari, hingga edukasi iklim,” ujar Wowiling.

Menurutnya, kekuatan utama dari program ini terletak pada cara berpikir inovatif generasi muda dalam melihat persoalan di sekitarnya.

“Yang paling luar biasa adalah cara adik-adik berpikir dan cara mengambil persoalan. Mereka mampu membaca isu di lingkungan sekitar dan merancang solusi yang sesuai. Ini menunjukkan kapasitas inovasi anak muda Minut sangat tinggi,” tegasnya.

Novly juga menekankan bahwa inovasi tidak harus selalu dalam bentuk besar seperti pabrik, tetapi bisa lahir dari gagasan sederhana yang berdampak.

“Inovasi itu penting. Inovasi tidak selalu diukur dari besarnya bentuk fisik seperti pabrik, tetapi inovasi yang lahir dari pemikiran itu sendiri sudah sangat bernilai tinggi. 54 karya ini menunjukkan tingkat inovasi yang sangat tinggi dan layak untuk dikembangkan,” katanya.

Ia pun mengingatkan bahwa kompetisi ini adalah bagian dari pembinaan, sehingga semua peserta tetap mendapatkan manfaat.

“Dalam kompetisi pasti ada menang dan kalah. Namun tujuan utamanya adalah pembinaan, agar anak-anak kita tidak berhenti berinovasi sejak dini. Pemerintah daerah hadir hanya memfasilitasi, selebihnya ada di tangan tim juri independen,” tutur Wowiling.

Setiap kelompok penerima microgrant berkesempatan mendapatkan dukungan pendanaan sebesar Rp17.000.000 hingga Rp18.500.000 per proyek sesuai ketentuan program.

Diketahui, hingga saat ini di Indonesia baru tiga daerah yang menjalankan program YCAF, yakni DKI Jakarta, Kabupaten Minahasa Utara, dan satu daerah lainnya.

Menutup sambutannya, Sekda berpesan agar para penerima mampu mengimplementasikan ide-nya secara nyata di tengah masyarakat.

“Lihat masyarakat sekitar kalian, rancang solusinya. Masukkan unsur budaya terbaik. Saatnya anak muda Minahasa Utara berjaya dan membuktikan bahwa kita mampu memberikan jawaban, tidak hanya bagi daerah, tetapi juga bagi Indonesia dan dunia,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berharap melalui Microgrant YCAF North Minahasa ini, akan lahir inovator-inovator muda yang mampu menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap persoalan iklim dan lingkungan.

Dengan dukungan pendanaan dan pendampingan, 54 proyek terpilih diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi lingkungan sekolah, tetapi juga bagi masyarakat Minahasa Utara secara keseluruhan.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular