Minggu, Juli 26, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraPemkab Minut Gelar Ibadah Penghiburan untuk Staf Ahli Bupati Almarhum Edwin Wilem...

Pemkab Minut Gelar Ibadah Penghiburan untuk Staf Ahli Bupati Almarhum Edwin Wilem Ombuh

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Suasana haru dan khidmat menyelimuti kediaman duka di keluarga Ombuh Mekel, Jaga 3 Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, pada hari ini. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggelar ibadah penghiburan untuk mendiang Edwin Wilem Ombuh, S.Sos., M.Si. , Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan yang telah berpulang ke hadirat Tuhan. Jumat, (24/7/2026).

Acara yang berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan ini dihadiri oleh jajaran pejabat eselon II dan III, para camat, direktur, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) baik PNS maupun PPPK di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Utara. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata penghormatan terakhir kepada sosok abdi negara yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun.

Kepala Dinas PMD, Alfons Jorry Tintingon, mewakili keluarga besar almarhum menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih yang tulus kepada seluruh tamu undangan.  “Selamat datang dan terima kasih saya ucapkan kepada seluruh hadirin, baik dari jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, para pejabat, rekan-rekan ASN, serta kerabat yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan untuk hadir dalam ibadah penghiburan ini. Kehadiran Bapak-Ibu sekalian merupakan kekuatan besar bagi keluarga besar yang sedang berduka. Semoga doa dan dukungan dari semua pihak menjadi penghiburan yang mendalam bagi kami. Atas nama keluarga almarhum, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas perhatian dan kebersamaan yang ditunjukkan pada hari ini,” ujar Tintingon.

Ibadah penghiburan dipimpin oleh Pastor Johanis Pinontoan, Pr. , dengan pembacaan Alkitab yang diambil dari Injil Lukas pasal 12 ayat 35 sampai dengan 40. Dalam perenungan firman Tuhan, Pastor Pinontoan mengajak seluruh jemaat untuk merenungkan makna hidup dan kematian dari sudut pandang iman Kristen.

Pastor Pinontoan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Forum Kerukunan Antarumat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa Utara serta Vikaris Episkopalis untuk wilayah Minahasa Utara dan Kota Bitung menyampaikan khotbah dengan pendekatan yang unik, mengaitkan momen duka dengan refleksi iman yang mendalam.

Dalam khotbahnya, Pastor Pinontoan menyampaikan, “Kematian adalah saat di mana orang-orang beriman menerima janji iman yang dipersiapkan Tuhan. Bahwa peristiwa iman mengajarkan kita untuk memahami hidup dan mati sebagai milik Tuhan. Mengutip ajaran Paulus, ia menegaskan bahwa kematian adalah keuntungan bagi orang beriman, bukan kebiasaan atau kehancuran, melainkan saat di mana manusia mendapatkan janji iman yang dipersiapkan Tuhan,” kata Pastor Pinontoan.

Lanjutnya, “Kita bersama jajaran pemerintah Kabupaten Minahasa Utara hadir di sini untuk mendoakan keselamatan jiwa almarhum. Dalam iman dan kepercayaan kita, kita akan mendapatkan penyelamatan yang berbeda dari semua,” jelas Pastor Pinontoan.

Ia menambahkan bahwa ia mengenal almarhum secara pribadi sejak lama, mengingat almarhum sebagai bagian dari jajaran pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang juga sangat aktif dalam kegiatan Gereja Katolik, khususnya di Paroki Santo Yohanes Penginjil Melahiki dan Stasi Santa Elisabeth Matungkas.

Pastor Pinontoan menyampaikan analogi menarik tentang perebutan Piala Dunia yang baru saja berlangsung. Ia membandingkan perjuangan tim-tim sepak bola dalam merebut piala dunia dengan perjuangan umat beriman dalam merebut “piala surga.”

“Kita ketika melihat Piala Dunia, apakah kita sudah berjuang untuk merebut piala surga? Nilai yang diperebutkan sedikit berbeda—sakral dengan yang profan. Duniawi bersifat profan, sedangkan piala surga bersifat sakral,”  terang Pastor Pinontoan.

Ia mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah “pelatih” yang mengajarkan tiga strategi penting bagi umat beriman, bukan kekayaan, kehormatan, atau popularitas, melainkan:

1. Iman – Iman dengan komitmen sungguh-sungguh yang diarahkan kepada kemuliaan Tuhan. Iman bukan hanya ketika berada dalam keadaan baik, tetapi iman yang tetap terikat dan pelita yang tetap bernyala dalam segala situasi.

“Saya yakin dan saya percaya Bapak Edwin adalah orang beriman sejati. Iman perlu realisasi, iman perlu pernyataan. Pernyataan iman itu bukan dengan hal-hal yang luar biasa, tetapi yang sederhana—kasih tanda, ungkapkan shalom,  ungkapkan assalamualaikum,” kenangnya.

2. Harapan – Harapan yang digantungkan kepada Tuhan dan menjadi sempurna dalam kebahagiaan bersama Allah. Pastor Pinontoan mengutip ungkapan Latin “In hoc signo vinces” (dengan tanda ini engkau akan menang), yang merujuk pada tanda salib yang membutuhkan pengorbanan.

Ia menggambarkan salib sebagai jembatan yang memiliki dimensi vertikal dan horizontal untuk mencapai keseimbangan, yang dengannya kita memperoleh harapan untuk berjumpa dengan Allah.

3. Kasih – Perintah terbesar yang menjadi kenangan seumur hidup orang Kristen: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri,” Yesus meninggalkan perintah kasih kepada murid-murid-Nya sebagai realisasi dari iman dan harapan.

“Salah satu tanda kasih yang boleh kita ungkapkan pada kesempatan ini adalah orang datang berdoa bersama untuk keselamatan jiwa almarhum. Kita tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga berdoa untuk yang sudah meninggal dan keluarganya,” ujar Pastor Pinontoan.Ia menutup perenungan dengan mengingatkan bahwa Anak Manusia datang pada saat yang tidak disangka, sehingga umat beriman harus selalu siap sedia.

“Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Kita punya kesediaan untuk selalu siap siaga karena waktu Tuhan adalah yang terbaik. Amin,” pungkasnya.

Drs. Jossy Kawengian, M.Si. , Asisten III Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, menyampaikan sambutan mewakili Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda. Dengan sapaan lintas agama, “Damai di hati, Dominus Vobiscum, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” Kawengian memulai sambutannya yang penuh penghormatan.

Ia menyampaikan rasa hormat kepada keluarga besar almarhum, para pejabat eselon II dan III, Sekretaris Daerah, para camat, kepala bagian di Sekretariat Daerah, para direktur BUMD, serta seluruh perangkat Kecamatan Dimembe dan Desa Matungkas yang hadir.

Kawengian memaparkan perjalanan panjang karir almarhum di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara:

· Awal Karir: Sekretaris Kelurahan Karotoran

· Jabatan Selanjutnya: Pelaksana Tugas (Plt.), Sekretaris Kecamatan, dan Camat di dua kecamatan berbeda

· Jabatan Struktural: Kepala Bagian, Kasat Polisi Pamong Praja

· Sekretaris Dinas: Di berbagai dinas termasuk Dinas Pertanian dan dinas-dinas lainnya

· Puncak Karir: Sekretaris Dinas dan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan

“Beliau sudah mencatatkan prestasi dan kita percaya karir beliau sudah mencapai yang terbaik,” ungkap Kawengian.

Kawengian menceritakan bahwa ia mengenal almarhum sejak tahun 1988 dan memiliki banyak kenangan bersama. Ia mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang selalu menjadi pusat perhatian saat bercerita di antara rekan-rekan camat. “Setiap kali orang-orang berkumpul, baik antar camat maupun teman-teman, kalau bercerita, ini pasti yang bercerita—makin seru, makin menghibur. Ini yang bikin kangen,” kenangnya dengan nada haru.

Kawengian juga menyoroti kegigihan almarhum dalam menempuh pendidikan. Meskipun dari awal hanya S1, almarhum kemudian melanjutkan pendidikan hingga S2, menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pengembangan kompetensi.

Di akhir sambutannya, Kawengian menyampaikan pesan penghiburan mendalam kepada keluarga almarhum, khususnya kepada istri tercinta.

“Saya percaya Ibu/ istri dan keluarga tercinta bisa menerima semua ini. Kita dari tadi bisa menerima apa yang kita mau bilang. Pak Edwin telah berkarya begitu lama, dan kita semua mengenangnya dengan penuh kasih,” ungkap Jossy.

Ia juga menceritakan satu momen menarik saat almarhum menyampaikan pesan tentang pentingnya menolong sesama, yang mencerminkan kepeduliannya terhadap orang lain.

“Pak Edwin pernah cerita, ‘Kita sudah meminta bermacam-macam, karena masih ada banyak tanggung jawab.’ Beliau selalu mengingatkan kita untuk tidak egois dan saling membantu. Perasaan sedih memang ada, tetapi kita tetap percaya kepada Allah dan kepada Yesus Kristus yang senantiasa menyertai kehidupan kita, bahkan pada saat-saat tergelap sekalipun. Selamat jalan, Pak Edwin. Kami berhenti di sini. Sekian, terima kasih. Selamat jalan,” tutupnya dengan haru.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan seluruh jajaran, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum Edwin Wilem Ombuh, S.Sos., M.Si. Beliau adalah abdi negara yang berdedikasi tinggi dengan perjalanan karir yang gemilang, mulai dari Sekretaris Kelurahan hingga Staf Ahli Bupati. Kami kehilangan seorang pemimpin yang bijaksana, rekan kerja yang inspiratif, dan sahabat sejati. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami siap membantu segala urusan administrasi dan mendoakan agar diberikan ketabahan serta kekuatan iman. Selamat jalan, Pak Edwin. Pengabdianmu akan selalu kami kenang.” tutup Jossy.

Ibadah penghiburan bagi almarhum Edwin Wilem Ombuh, S.Sos., M.Si. berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Kehadiran para pejabat, ASN, dan masyarakat sekitar menunjukkan betapa besarnya penghormatan dan kasih sayang kepada sosok yang telah mengabdikan diri bagi Kabupaten Minahasa Utara.

Dari perjalanan karir yang gemilang hingga keteladanan iman yang ditunjukkan, almarhum meninggalkan warisan berharga bagi keluarga, rekan kerja, dan seluruh masyarakat. Perenungan tentang iman, harapan, dan kasih yang disampaikan dalam ibadah menjadi pengingat bagi semua yang hadir akan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kehidupan kekal.

Kepada keluarga besar almarhum, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menyampaikan belasungkawa yang tulus. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan yang melampaui akal sehat.

Selamat jalan, Bapak Edwin Wilem Ombuh, S.Sos., M.Si. Pengabdian dan keteladananmu akan selalu dikenang sepanjang masa.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular