Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaProv. SulutKSPI Sulut: May Day Harus Jadi Panggung Perjuangan, Bukan Seremoni

KSPI Sulut: May Day Harus Jadi Panggung Perjuangan, Bukan Seremoni

SULUT, TelusurInformasiNews.id -Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sulawesi Utara menegaskan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Jumat, (17/4/2026).

Ketua KSPI Sulawesi Utara, Ferdinand Lumenta, mengatakan May Day harus dikembalikan pada esensinya sebagai momentum perjuangan buruh.

“May Day bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah momentum perjuangan. Kalau sejak awal prosesnya tidak terbuka, wajar jika muncul pertanyaan dari kawan-kawan buruh,” kata Ferdinand.

Ferdinand menyoroti proses penunjukan Ketua Panitia May Day yang dinilai seharusnya dilakukan secara demokratis dan melibatkan seluruh perwakilan konfederasi, bukan ditentukan dari atas. “Ini acara buruh. Maka buruh seharusnya menentukan arah dan kepemimpinannya sendiri,” ujar Ferdinand.

Menurut dia, peringatan May Day selama ini kerap berulang setiap tahun, namun belum diikuti penyelesaian nyata atas persoalan buruh. “Setiap tahun May Day dilaksanakan, tetapi persoalan buruh tidak kunjung diselesaikan. Janji-janji sebelumnya belum sepenuhnya direalisasikan,” kata Ferdinand.

Ferdinand menegaskan, May Day harus menjadi ruang untuk mendorong penyelesaian konkret, mulai dari upah, jaminan sosial, hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3), bukan sekadar penyampaian janji.

Sejalan dengan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KSPI, organisasi ini memastikan tidak akan mengikuti pelaksanaan May Day versi pemerintah tahun ini.

KSPI Sulawesi Utara bersama simpatisan PARTAI BURUH menyatakan akan tetap mengawal momentum May Day sebagai ruang penyampaian aspirasi buruh secara langsung.

Sekretaris FSPMI Sulawesi Utara, Sanni Lungan, mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga independensi gerakan buruh.

“Kami ingin memastikan May Day tetap menjadi ruang perjuangan yang murni. Aspirasi buruh harus disampaikan secara langsung dan nyata,” tutur Sanni. Menurut Sanni keputusan itu telah disepakati secara internal organisasi.

KSPI Sulawesi Utara juga menyiapkan rencana aksi pada 1 Mei 2026 dengan titik awal di Kantor Gubernur Sulawesi Utara.

Namun, jika tidak ada pihak yang menerima massa aksi karena bertepatan dengan hari libur nasional, massa akan mengalihkan titik aksi ke lokasi kegiatan May Day yang difasilitasi pemerintah. “Jika tidak ada yang menerima, kami akan bergerak ke lokasi kegiatan May Day. Buruh harus tetap bersuara,” kata Ferdinand. Iya menegaskan, aksi akan dilakukan secara damai dan tertib.

KSPI berharap peringatan May Day tahun ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan menghasilkan langkah nyata dalam penyelesaian persoalan buruh di daerah.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular