Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraJoune Ganda Jajaki Kerja Sama Strategis dengan China Investment Association, Hilirisasi Kelapa...

Joune Ganda Jajaki Kerja Sama Strategis dengan China Investment Association, Hilirisasi Kelapa Minut Jadi Prioritas

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Potensi kelapa sebagai komoditas unggulan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus didorong agar mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Salah satu upaya yang ditempuh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., yakni menjajaki peluang kolaborasi dan kerja sama strategis multisektor dalam pembangunan desa dan perdesaan bersama China Investment Association. Rapat dijadwalkan berlangsung pada mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Operational Room, Gedung Utama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jalan TMP Kalibata Nomor 17, Jakarta Selatan. Senin, (19/10/2026),

Bupati Joune Ganda mendapat undangan resmi dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia untuk menghadiri pertemuan tersebut. Undangan itu tertuang dalam surat Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor 134/PDP.03.04/X/2026 tertanggal 16 Oktober 2026.

Pertemuan ini menjadi kesempatan strategis bagi Minahasa Utara untuk memperkenalkan potensi komoditas unggulan daerah kepada mitra internasional, terutama kelapa. Selain itu, agenda tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan industri pengolahan yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa hilirisasi kelapa merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya saing komoditas perkebunan Minahasa Utara. Menurutnya, potensi kelapa tidak cukup hanya dikelola melalui kegiatan produksi dan penjualan bahan mentah, tetapi harus dikembangkan hingga menjadi berbagai produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Hilirisasi kelapa akan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Joune Ganda.

Ia menjelaskan, pengembangan industri pengolahan kelapa secara berkelanjutan berpotensi memperkuat posisi Minahasa Utara sebagai salah satu sentra kelapa di Indonesia. Karena itu, peluang kerja sama dengan mitra internasional perlu dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk memperluas akses pasar, membangun jaringan perdagangan, dan mengembangkan berbagai produk turunan kelapa.

“Dengan pengolahan yang semakin berkembang dan akses pasar yang lebih luas, potensi kelapa daerah diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani, pelaku usaha, serta masyarakat Minahasa Utara,” lanjutnya.

Minahasa Utara selama ini dikenal dengan julukan Primadona Kelapa, sejalan dengan karakteristik wilayahnya yang memiliki kawasan perkebunan cukup luas. Selain kelapa, daerah ini juga mempunyai komoditas unggulan lainnya, seperti pala dan jagung, yang berpotensi dikembangkan untuk memperkuat perekonomian berbasis sumber daya lokal.

Berdasarkan data wilayah yang dihimpun, Kabupaten Minahasa Utara memiliki luas sekitar 105.924 hektare. Wilayah ini terdiri atas 10 kecamatan, 125 desa, dan enam kelurahan, dengan jumlah penduduk mencapai 237.710 jiwa.

Sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu penopang perekonomian daerah, berdampingan dengan sektor industri pengolahan dan pariwisata. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan ekonomi yang lebih terintegrasi, khususnya melalui pengembangan potensi unggulan di kawasan perdesaan.

Di bidang industri, pengolahan kelapa dan pala dinilai masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta perluasan jaringan pemasaran.

Pengembangan industri pengolahan diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai jual komoditas perkebunan, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru dan memperluas penyerapan tenaga kerja di kawasan perdesaan.

Selain sektor pertanian dan perkebunan, Minahasa Utara juga memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan. Salah satunya adalah kawasan Likupang yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Keberadaan kawasan tersebut menjadi potensi pendukung bagi pengembangan usaha lokal, termasuk peluang pemasaran produk unggulan daerah yang dapat terhubung dengan aktivitas ekonomi dan pariwisata.

Bupati Joune Ganda berharap, penguatan kolaborasi lintas sektor dapat memberikan ruang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi unggulan secara terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan desa perlu diarahkan tidak hanya pada penyediaan dan peningkatan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi produktif, peningkatan kesejahteraan petani, serta penciptaan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Melalui kerja sama strategis dengan berbagai pihak, termasuk mitra internasional, pengembangan komoditas lokal diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal, mulai dari peningkatan produksi, pengolahan hasil, hingga perluasan akses pemasaran.

Dengan demikian, masyarakat perdesaan tidak hanya berperan sebagai penghasil bahan baku, tetapi juga berpeluang memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dari rantai pengolahan dan pemasaran produk unggulan daerah.

Selain Bupati Minahasa Utara, undangan pertemuan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut juga ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Tengah serta para bupati dari Kabupaten Nias Utara, Indragiri Hilir, Lombok Utara, dan Tulungagung.

Melalui agenda kolaborasi bersama China Investment Association ini, pemerintah daerah diharapkan dapat menjajaki peluang kemitraan strategis dengan pihak ketiga, khususnya untuk memperkuat ekonomi desa dan membuka akses perdagangan produk unggulan daerah ke pasar internasional.

Bagi Minahasa Utara, peluang tersebut menjadi momentum untuk mendorong hilirisasi kelapa dan komoditas lokal lainnya agar semakin berdaya saing. Dengan pengembangan industri pengolahan, perluasan pasar, serta kolaborasi yang berkelanjutan, potensi daerah diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara luas.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular