Selasa, Februari 10, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraIbadah Paskah Oikumene Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara Dipimpin Pdt.Yandi Manobe, S.Th.

Ibadah Paskah Oikumene Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara Dipimpin Pdt.Yandi Manobe, S.Th.

MINUT, TelusurinformasiNews.id. – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Bupati Joune Ganda hadir mengukuti Ibadah Paskah Oikumene Pemkab Minut. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Yandi Manobe, S.Th.bertempat di Pendopo Kantor Bupati Minut. Jumat (9/5/2025).

Suasana tuduh, sukacita dan hikmat meliputi pembukaan Ibadah Paskah Oikumene Pemkab Minut. Ibadah dibuka dengan Doa yang dibawakan oleh Pdt.Yandi Manobe, S.Th. dilanjukan dengan Nyanyian puji-pujian.

Dalam Penyampaian kebenaran Firman TUHAN yang disampaikan oleh Pdt.Yandi Manobe, S.Th. Pembacaan Alkitab terdapat dalam 2 tesalonika 3:1-3. Pdt. Yandi mengataka, dalam 2 Tesalonika 3:1-3, kita diberikan panduan mengenai dua kata kunci penting dalam hidup kita sebagai pengikut Kristus Berdoa dan Bekerja. Keduanya tidak dapat dipisahkan dan saling melengkapi dalam menjalani kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.

Kita bisa menggolongkan orang menjadi Empat tipe berdasarkan keseimbangan antara doa dan kerja:

1. Orang yang Kerja Kuat tetapi Doanya Lemah

– Karakteristik: Mempunyai fokus yang besar pada keberhasilan duniawi, seperti kekayaan dan jabatan.

– Kekurangan: Meskipun berhasil secara material, mereka seringkali tidak tahu bagaimana menikmati hidup atau menemukan kebahagiaan sejati.

2. Orang yang Doanya Kuat tetapi Kerja Lemah

– Karakteristik: Lebih banyak bersandar pada mujizat dan harapan akan intervensi Tuhan.

– Kekurangan: Mengabaikan tanggung jawab untuk bekerja keras, dengan anggapan bahwa segala sesuatunya akan diselesaikan oleh Tuhan tanpa usaha dari pihaknya sendiri.

3. Orang yang Kerja Lemah, Doa Lemah

– Karakteristik: Sulit untuk menemukan individu seperti ini di dunia, karena mereka cenderung menyerah dan tidak aktif dalam iman maupun pekerjaan.

– Kekurangan: Mereka mungkin tidak mendapatkan pengalaman hidup yang penuh karena tidak berusaha atau berdoa.

4. Orang yang Kuat Kerja dan Kuat Berdoa Orang yang berada dalam kategori ini memiliki lima hal penting:

– Tahu kapan harus bekerja: Memahami bahwa kerja keras adalah bagian dari tanggung jawab kita di dunia.

– Tahu kapan harus berhenti bekerja: Menyadari batasan dan pentingnya istirahat baik fisik maupun spiritual.

– Tahu cara menikmati hasil pekerjaan: Mengetahui pentingnya menghargai dan merayakan hasil jerih payah yang telah dilakukan.

– Tahu kapan bersama keluarga. Pentingnya keluarga sebagai unit dasar masyarakat dan nilai-nilai yang terkait dengan keluarga, seperti kasih sayang, kesetiaan, dan dukungan.

– Tahu kapan harus berdiam diri dan memuliakan Tuhan: Menghabiskan waktu untuk merenungkan dan bersyukur kepada Tuhan dalam keheningan, memahami pentingnya spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjaga keseimbangan antara doa dan pekerjaan. Kedua aspek ini perlu saling mendukung, sehingga kita dapat hidup dalam cara yang memberdayakan bukan hanya diri kita sendiri, tetapi juga orang lain di sekitar kita. Mari kita berdoa agar Tuhan memberi kita hikmat untuk mengetahui kapan harus bekerja dan kapan harus berhenti untuk membawa kemuliaan-Nya,” urai Pdt.Yandi.

Bupati Joune Ganda dalam sambutannya mengatakan, saya bersyukur karna kita boleh disegarkan kembali, kita boleh diingatkan kembali bahwa kita adalah orang-orang yang dipercayakan oleh TUHAN untuk menjadi berkat bagi masyarakat.

“Seandainya kita semua yang ada disini memaknai betul apa maksud TUHAN dan apa rencana TUHAN yang TUHAN percayakan ditengah-tengah kehidupan kita, makan kita semua akan baik-baik saja dan sejahtera” ujar Bupati Joune Ganda.

Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa umat Kristiani telah disegarkan kembali melalui momentum Paskah dan diharapkan agar terus menjadi berkat bagi sesama. Ia juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Minut sebagai yang terbaik di Sulawesi Utara (Sulut). Menurutnya, status ini menjadi tantangan bagi seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus berkembang dan mengikuti dinamika kebutuhan masyarakat.

Bupati Joune Ganda menyiratkan bahwa mentalitas seorang ASN sangat penting dalam menjalankan tugasnya. Bupati Joune mengingatkan agar Yesus Kristus, sebagai kepala gereja, wajib dimaknai dengan iman dan perbuatan. “Sebab ada maksud dan rencana Tuhan menempatkan orang-orang kristen, menempatkan kita semua (ASN) dipemerintahan Pemkab minut supay Torang bisa menjadi berkat bagi orang lain” kata Bupati Joune Ganda.

Bupati Joune Ganda juga membagikan sedikit kisah pengalaman hidupnya. Ia mencatat bahwa suka dan duka telah dilaluinya, dan keyakinan akan perkenanan Tuhan menjadi pondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. “Jika kita punya niat baik tulus dari hati, maka rencana Tuhan yang indah dalam hidup kita pasti terjadi,l” ucap Bupati Joune.

“Saya berharap agar jajaran ASN Minut dapat menggerakkan hati untuk totalitas dalam pelayanan publik. Saya yakin bahwa melalui usaha yang sungguh-sungguh, Kabupaten Minut bisa menjadi lebih baik lagi. Tuhan akan berikan jauh lebih banyak berkat atas pemberian diri kita,” tutup Bupati Joune Ganda.

Acara ibadah Paskah ini dihadiri oleh para pejabat Eselon II, III, serta ASN di Pemkab Minut, menunjukkan komitmen bersama untuk melayani masyarakat dengan lebih baik.

(Vera.E.Kastubi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular