MINUT, TelusurInformasiNews.id. -Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Bupati Joune Ganda yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Drs. Fredrik Tulengkey menghadiri Syukuran HUT Ke-307 Desa Kolongan bertempat di Balai Desa Kolongan Kec. Kalawat. Sabtu, (30/8/2025).

Acara dibuka dengan Penampilan tarian Kabasaran, dan dilanjutkan dengan tari maengket serta penampilan group Masamper desa Kolongan, dan dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari Hukum Tua Desa Kolongan Kalawat oleh Bapak Johanis Joseph Wangania.

Dalam Ucapan selamat datangnya Hukum tua desa kolongan kalawat, Bapak Johanis Josep Wangania mengatakan, Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh warga desa Kolongan dan semua tamu undangan yang telah hadir untuk merayakan hari ulang tahun desa kita yang tercinta, yaitu Desa Kolongan yang ke-307 tahun. “Hari ini, kita berkumpul untuk merayakan pencapaian luar biasa yang telah kita raih bersama selama lebih dari tiga abad. Semangat kebersamaan dan kerja sama kita telah membentuk desa Kolongan menjadi tempat yang kita cintai dan banggakan. Sebelumnya, mari kita haturkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan berkat-Nya, kita semua dapat berkumpul di sini untuk merayakan momen spesial ini. Ulang tahun desa yang jatuh pada tanggal 1 Agustus merupakan momen penting bagi kita semua, tempat kita menapaki sejarah dan melangkah ke masa depan yang lebih baik,” ucap Wangania.

Lanjutnya, “Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Tanpa usaha dan kerjasama kita semua, acara ini tidak akan berjalan dengan baik. Untuk itu, dengan hormat, saya mengucapkan selamat datang kepada Bapak/Ibu serta mengajak kita semua untuk menikmati acara ini. Semoga perayaan ini semakin mempererat tali persaudaraan di antara kita, dan membawa berkah bagi Desa Kolongan ke depannya,” kata Wangania.

Acara dilanjutkan dengan Pemaparan Sejarah Desa Kolongan Oleh Tim penyusun dan pembentukan sejarah desa kolongan. Dalam penjelasanya tim penyusun mengatakan, Pemaparan ini ditujukan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai asal usul, perkembangan, dan identitas Desa Kolongan. Upaya ini menjadi penting untuk memahami jejak sejarah desa dan sebagai panduan bagi generasi mendatang. Tanggal 1 Agustus 1786 ditetapkan sebagai hari bersejarah desa. Keputusan ini diambil melalui musyawara dan mencerminkan komitmen masyarakat terhadap klarifikasi sejarah. Kesepakatan ini juga melibatkan banyak pihak termasuk sejarawan yang bekerja keras dalam penelitian dan pengumpulan data.

Perayaan ini bukan sekadar peringatan angka. Ia mencerminkan warisan leluhur yang patut disyukuri dan menjadi sumber inspirasi untuk pembangunan desa ke depannya. Dalam sambutan tersebut, terungkap bahwa desa memiliki peranan sebagai fondasi bangsa, serupa dengan memori perjuangan bangsa Indonesia yang sudah 80 tahun merdeka. Di masa mendatang, diharapkan perayaan hukum Desa Kolongan menjadi tradisi tahunan untuk berkumpul, bersyukur, mengevaluasi perjalanan bersama, dan memperbaharui semangat pembangunan. Masyarakat Desa Kolongan diharapkan aktif menjaga dan mencintai sejarah mereka.

Sebagai penutup, ungkapan terima kasih disampaikan kepada seluruh yang hadir. Kontribusi dari berbagai pihak sangat penting dalam mengenali dan merawat cerita sejarah Desa Kolongan agar tidak hilang dalam ingatan generasi berikutnya. Demikianlah pemaparan terkait sejarah Desa Kolongan yang telah dilaksanakan. Semoga informasi ini bermanfaat dan menjadi motivasi untuk meningkatkan rasa kecintaan kita terhadap desa dan sejarahnya.

Acara dilanjutkan dengan Ibadah yang dipimpin oleh Pdt.Cheri Mangusul S.Th Ketua BPMJ Gereja Bukit Moria Kolongan.

Andriana Dondokambey Anggota DPD RI dalam sambutannya mengatakan, Pertama-tama, mari kita panjatkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat-Nya sehingga kita bisa merayakan momen bersejarah ini. Hari ini, kita tidak hanya merayakan ulang tahun ke-80 kegiatan dari Kementerian Republik Indonesia, tetapi juga ulang tahun desa kita tercinta, Desa Kolongan, yang kini menginjak usia ke-307 tahun.

“Sungguh sebuah kehormatan bagi saya untuk berada di tengah-tengah para warga, di mana pada malam ini kita berkumpul dalam satu acara yang penuh makna. Ini adalah pertama kalinya kita menyatukan perayaan Hari Ulang Tahun desa kita dengan kegiatan resmi dari pemerintah. Sekilas mengingat sejarah, kita perlu menyadari bahwa orang-orang tua kita mungkin belum pernah merasakan perayaan seindah ini sebelumnya. Oleh karena itu, mari kita hargai warisan mereka dan berusaha untuk menjaga dan meneruskan budaya serta tradisi desa kita. Desa Kolongan merupakan salah satu desa yang tertua di daerah ini, bersama dengan desa-desa lainnya seperti suwaan, Kawangkoan dan Kuil,” ujar Adriana Dondokambey.

Untuk itu, kita perlu memahami asal-usul nama “Kolongan” dan sejarah yang melatarbelakanginya. Mengenali akar kita adalah bagian penting dari identitas sebagai masyarakat desu. Penting untuk mendiskusikan bagaimana generasi muda kita dapat mengenal satu sama lain dan membangun hubungan yang saling mendukung, selaras dengan nilai-nilai kekeluargaan. Kedepannya, saya berharap kita dapat terus bersatu dalam pembangunan Desa Kolongan. Mari kita bangun semangat kebersamaan agar Desa Kolongan menjadi desa mandiri dan menjadi contoh bagi desa-desa lain, khususnya di wilayah Minahasa.Terakhir, saya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga tali persaudaraan. Dengan saling membantu dan mendukung, kita dapat mewujudkan impian menjadikan Desa Kolongan sebagai desa yang lebih baik untuk kita semua.

Sementara itu Kadis PMD Minut Fredrik Tulengkey membacakan sambutan Bupati Minahasa Utara, dalam sambutanya mengatakan, “Atas nama Pemerintah Bupati Minahasa Utara, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu untuk merayakan hari jadi Desa Kolongan yang ke-307 tahun. Desa Kolongan telah berdiri selama tiga abad lebih, sebuah perjalanan yang dimulai oleh para leluhur kita dengan keberanian dan kerja keras. Sejarah panjang ini memberikan pelajaran berharga bahwa eksistensi desa sangat bergantung pada nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan iman kepada Tuhan,” tutur Tulengkey.

Lanjutnya, “Perayaan 307 tahun ini juga bukan hanya sebatas seremonial, tetapi sebagai momentum untuk merefleksikan perjalanan kita dan menghargai jasa-jasa para pendiri desa. Kami berharap sejarah tersebut dicatat sebagai warisan untuk generasi mendatang, agar mereka mengenal peran penting para pemimpin desa seperti Ibu Adriana dan Pak Berti Kapojos. Saya ingin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Kolongan, mulai dari pegawai desa, perangkat desa, hingga seluruh tokoh yang menjaga keharmonisan dan kemajuan desa ini. Pemerintah daerah memahami bahwa kemajuan desa adalah kunci dalam memajukan bangsa. Kami bangga memiliki Desa Kolongan sebagai contoh desa yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, serta mendukung program-program pemerintah,” tambah Tulengkey

Sebagai pemerintah daerah, kami akan terus berupaya menghadirkan program-program yang secara langsung menyentuh masyarakat melalui peningkatan infrastruktur, layanan publik, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Kami berharap setiap tahun desanya akan terus berkembang dan mampu memanfaatkan dana secara transparan serta akuntabel untuk kesejahteraan masyarakat. Mari kita transformasikan perbedaan menjadi kekuatan yang menyatukan kita. Kita hidup dalam semangat kebersamaan. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang menjalankan aktivitas, tanpa adanya rasa takut. Mari kita jalani tugas dan kewajiban kita masing-masing dengan baik dan benar. Sebagaimana kita kenal, Desa Kolongan adalah desa keluarga yang saling menghormati satu sama lain. Mari kita jaga nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga kita sendiri.

Dikesempatan yang sama mewakili toko masyarakat Berti Kapojos. S.Sos anggota DPRD Provinsi Sulut dalam sambutannya mengatakan, Hari ini kita bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan berkumpul dalam acara bersejarah ini. Kita merayakan ulang tahun Desa Kolongan yang ke-307. Kami sangat menghargai dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam perayaan ini. Hal ini bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan antar warga desa.

Desa Kolongan sudah berumur lebih dari 300 tahun. Sejarah ini merupakan warisan yang harus kita pertahankan dan kenalkan pada generasi mendatang. Saya yakin setiap orang yang ada di sini merasakan betapa pentingnya mengenal satu sama lain. Persatuan adalah kunci untuk membangun desa ini ke depan. Walau mungkin tidak semua orang dapat hadir, tetapi doa dan harapan kita menyatukan kita dalam semangat yang sama. Kita berharap agar kedepannya, desa kita selalu diberkati dan dijaga oleh Tuhan.

“Saya juga ingin memberikan apresiasi kepada Hukum Tua desa Kolongan, Bapak Johanis Joseph Wangania, yang mencatat sejarah baru dan kebangaan bagi desa kita, “nanti hukum tua ini baru dapat bikin Ulang tahun desa kolongan yang ke 307 tahun, 3 Abad baru ditulis dengan tinta sejarah dengan merayakan ulang tahun ke-307 ini. Mari kita terus melestarikan budaya dan menuliskan sejarah ini untuk anak-anak dan cucu kita di masa depan. Terima kasih kepada semua yang telah berperan serta dalam acara ini. Semoga kita terus berbuat baik dan saling menolong. Diberkati Tuhan selalu,” ucap Berti Kapojos.

Sementara itu Andi Rompas mewakili Tokoh Adat Manguni Makasiou dalam sambutanya mengatakan, Hari ini, kita merayakan lebih dari sekadar ulang tahun, kita merayakan warisan budaya dan sejarah panjang Desa Kolongan yang telah ada selama 307 tahun. Tanpa lelah, leluhur kita telah membangun desa ini dan mewariskan nilai-nilai yang harus kita jaga dan terus lestarikan. Salah satu hal yang patut kita syukuri adalah keberagaman budaya yang ada di Indonesia, yang mencerminkan kekayaan tradisi kita, termasuk budaya dari suku-suku yang ada di wilayah kita.

“Saya percaya bahwa budaya yang kuat dan terjaga adalah pondasi yang baik untuk kemajuan desa kita. Oleh karena itu, saya ingin mengingatkan kita semua untuk menghargai dan melestarikan budaya kita, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Toraja dan suku lainnya di Indonesia. Budaya kita adalah identitas kita, merupakan sesuatu yang harus kita banggakan dan terus kita kembangkan. Dalam kesempatan ini, saya harap kita dapat menjadikan momentum perayaan ini sebagai pengingat akan pentingnya kerjasama antara semua elemen masyarakat. Kita harus bersatu agar desa kita dapat terus maju dan berkembang. Saya juga berharap agar para pemimpin yang ada, terutama hukum tua, dapat terus berkontribusi dengan semangat dan dedikasi yang tinggi,” ucap Andi.

Akhir kata, selamat ulang tahun yang ke-307 kepada Desa Kolongan! Semoga kedepannya kita semua bisa bekerja sama lebih baik lagi untuk menciptakan desa yang makmur, sejahtera, dan penuh dengan nilai-nilai keadilan. Terima kasih atas perhatian dan kehadiran Bapak dan Ibu semuanya.

Dengan perayaan HUT ke-307 Desa Kolongan, masyarakat desa berharap dapat terus meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan, serta menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun desa yang lebih baik.
(Vera.E.Kastubi)






