Senin, Juli 27, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraDelegasi 13 Negara Uni Eropa Tertarik ke Likupang, Bupati Joune Ganda Bahas...

Delegasi 13 Negara Uni Eropa Tertarik ke Likupang, Bupati Joune Ganda Bahas Program Strategis untuk Masa Depan Pesisir Minahasa Utara

MINUT, TelusurInformasiNews.id -Kunjungan kehormatan para Duta Besar Uni Eropa bersama perwakilan dari 14 negara Eropa ke Kabupaten Minahasa Utara tidak hanya menjadi agenda diplomatik semata. Di balik jamuan makan malam yang berlangsung di Hotel Paradise, Desa Maen, Kecamatan Likupang Timur, Rabu (15/7/2026), tersimpan pembahasan strategis mengenai program jangka panjang yang diyakini mampu membawa perubahan besar bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si, mengungkapkan bahwa rombongan yang hadir dipimpin Duta Besar Uni Eropa dan diikuti para duta besar dari 14 negara Eropa. Menurutnya, kehadiran para diplomat tersebut melampaui ekspektasi awal panitia.

Semula, penyelenggara hanya menerima konfirmasi kehadiran tiga duta besar. Namun, setelah para diplomat mempelajari rekam jejak Minahasa Utara dalam berbagai forum internasional, jumlah delegasi yang hadir bertambah menjadi 14 negara.

“Mereka melihat Minahasa Utara sangat aktif dalam berbagai kegiatan internasional. Hal itu yang membuat mereka tertarik datang langsung dan melihat potensi daerah ini,” ujar Joune Ganda, Kamis (16/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan dipusatkan pada program pemberdayaan masyarakat pesisir yang diinisiasi Uni Eropa dengan dukungan pendanaan dari KfW Development Bank Jerman. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan kepulauan melalui penguatan ekonomi nelayan, pelestarian lingkungan, serta pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Joune Ganda menjelaskan, program tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan para nelayan, tetapi juga memastikan keberlangsungan ekosistem laut melalui perlindungan terumbu karang, pelestarian sumber daya perikanan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Ini merupakan program pemberdayaan masyarakat pesisir yang sangat besar. Fokus utamanya meningkatkan kualitas hidup nelayan, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Menurut Joune, ketertarikan Uni Eropa terhadap Minahasa Utara juga tidak terlepas dari komitmen daerah dalam membangun toleransi, menjalankan pembangunan berkelanjutan, serta konsisten melaksanakan berbagai aksi perubahan iklim.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Joune Ganda turut memaparkan sejumlah prestasi Minahasa Utara di tingkat internasional, termasuk keberhasilan daerah ini masuk sebagai salah satu dari lima finalis United Cities and Local Governments (UCLG) Peace Prize, penghargaan internasional bagi daerah yang dinilai berhasil menjaga perdamaian, toleransi, dan keberagaman.

“Pengakuan internasional tersebut mendapat apresiasi dari para delegasi Uni Eropa. Mereka melihat Minahasa Utara mampu menjaga toleransi antarumat beragama serta serius menjalankan Climate Action Plan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Utara, Joune Ganda menilai program tersebut menjadi peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan nelayan di Minahasa Utara. Ia menyebut, program itu dirancang dalam jangka panjang, bahkan diproyeksikan berlangsung selama lima hingga sepuluh tahun dengan dukungan penuh dari negara-negara Uni Eropa yang memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan.

Ia juga mengungkapkan bahwa program serupa sebelumnya telah diterapkan Uni Eropa di Maladewa. Setelah berjalan sekitar satu dekade, hasilnya dinilai sangat berhasil, baik dari sisi peningkatan ekonomi masyarakat maupun keberlanjutan lingkungan.

“Di Maladewa, kehidupan masyarakat nelayan mengalami peningkatan signifikan, sektor pariwisata tumbuh pesat, kondisi terumbu karang semakin sehat, populasi ikan meningkat, dan wisata bahari menjadi semakin diminati. Model keberhasilan seperti itulah yang ingin mereka hadirkan di Minahasa Utara,” ungkap Joune.

Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara optimistis akan terbuka peluang besar bagi pengembangan kawasan pesisir yang lebih maju dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, kolaborasi dengan Uni Eropa juga diharapkan semakin memperkuat posisi Minahasa Utara sebagai destinasi wisata bahari berkelas internasional yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular