JAKARTA, TelusurInformasiNews.id – Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, SE., MAP., MM., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan DPRD bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk mempercepat transformasi dan pembangunan di wilayahnya. Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendalaman Tugas Pimpinan dan Anggota DPRD Minahasa Utara yang digelar pada 5–8 Mei 2026 di The Grove Suites by Grand Aston. Rabu, (6/5/2026)

Dalam arahannya, Bupati menjelaskan bahwa pola kerja pemerintahan saat ini harus semakin adaptif, responsif, dan kolaboratif untuk menjawab dinamika pembangunan yang semakin kompleks. Menurutnya, hubungan antara Pemda dan DPRD harus melampaui sekadar formalitas kelembagaan dan dibangun sebagai kemitraan strategis yang menentukan arah serta kualitas pembangunan daerah. “Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta memastikan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati memaparkan sejumlah capaian positif pembangunan Minahasa Utara dalam beberapa tahun terakhir. Indikator sosial seperti angka harapan hidup meningkat dari 74,50 tahun pada 2023 menjadi 75,02 tahun pada 2025. Partisipasi angkatan kerja juga naik signifikan dari 61,59 persen menjadi 67,48 persen, sementara tingkat pengangguran berhasil ditekan dari 7,17 persen menjadi 6,18 persen.
Di sisi ekonomi, kinerja daerah juga menunjukkan peningkatan. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) naik dari Rp18,727 triliun pada 2023 menjadi Rp22,365 triliun pada 2025. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di atas 5 persen, serta PDRB per kapita meningkat dari Rp80,97 juta menjadi Rp94,93 juta dalam periode yang sama, dengan inflasi yang tetap terkendali.

Meskipun demikian, Bupati mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri. Ia menyoroti tantangan global di era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity) yang berdampak pada dinamika ekonomi, investasi, hingga perubahan iklim. Di tingkat daerah, tantangan meliputi peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pemerataan pendapatan, penguatan daya saing investasi, hingga peningkatan kualitas tenaga kerja.

Ia menambahkan, transformasi pembangunan juga menuntut perubahan menuju ekonomi berbasis nilai tambah dan tata kelola pemerintahan yang inovatif serta berbasis digital. Minahasa Utara memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, pertanian, hingga pariwisata, termasuk kawasan Likupang sebagai destinasi super prioritas nasional. Kedekatan wilayah dengan Manado dan Bitung juga menjadi keunggulan strategis dalam pengembangan investasi dan konektivitas. Namun, ia menegaskan bahwa potensi tersebut tidak akan optimal tanpa kebijakan terintegrasi, penguatan infrastruktur, dan sinergi lintas sektor.
Dalam konteks itu, peran DPRD dinilai sangat strategis, terutama dalam fungsi pembentukan regulasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia juga menekankan pentingnya integritas, akuntabilitas, serta kedekatan DPRD dengan masyarakat melalui penyerapan aspirasi yang berkelanjutan. “Setiap kebijakan harus benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat,” tegas Bupati.

Sebagai penutup, Bupati Joune Ganda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD Minahasa Utara atas dedikasi dalam membangun daerah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berkomitmen penuh membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya demi percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. “Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan Minahasa Utara yang semakin maju, sejahtera, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara,” tutup Bupati.
(Vera.E.Kastubi).






