MINUT, TelusurInformasiNews.id – Komitmen Bupati Minahasa Utara (Minut) Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., dalam mensejahterakan masyarakat pesisir kembali terbukti. Lewat hasil lobi Bupati JG, Kabupaten Minut berhasil mendapatkan proyek strategis nasional berlabel ‘Kampung Nelayan’ dengan nilai anggaran kurang lebih Rp25 miliar yang kini sudah mulai berjalan. Senin, (5/10/2026)
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Minahasa Utara, Dr. Jack Y.R. Paruntu, S.E., http://M.Pd., mengatakan proyek tersebut merupakan buah dari kerja keras Bupati Joune Ganda dalam memperjuangkan program peningkatan kesejahteraan nelayan di tingkat pusat.
“Puji Tuhan, buah kerja keras Pak Bupati Joune J.E. Ganda, sehingga kita Kabupaten Minut boleh menerima proyek Kampung Nelayan yang terpusat di lima desa yakni; Kema III, Bulutui, Gangga II, Kampung Ambong serta Kahuku,” kata Jack Paruntu.
Jack menjelaskan, pekerjaan fisik proyek Kampung Nelayan tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kema, Likupang Timur dan Likupang Barat. Adapun pembangunan fisiknya meliputi sejumlah objek vital penunjang aktivitas dan kesejahteraan nelayan.
Dikatakannya, proyek tersebut berupa pembangunan tambatan perahu, gudang beku (cold storage), pabrik es, serta area docking perahu.
“Nantinya, pengelolaan Kampung Nelayan ini akan terintegrasi dengan pengembangan pariwisata wilayah pesisir,” sebutnya.
Lebih lanjut, Jack Paruntu mengungkapkan konsep besar yang digagas Bupati JG yaitu memadukan pengelolaan sektor perikanan dengan pengembangan sektor pariwisata.
Menurutnya, konsep tersebut merupakan salah satu upaya tak kenal lelah Bupati untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.
“Pak Bupati ingin agar desa wisata yang sudah eksis saat ini seperti Budo, Darunu, Palaes dan beberapa desa lainnya, boleh semakin dikembangkan sehingga wisatawan tidak hanya menikmati keindahan pesisir dan laut, tetapi juga dapat mengenal secara langsung kehidupan nelayan, proses penangkapan ikan, hingga pengolahan hasil laut,” ungkap Jack.
Ia menambahkan, konsep integrasi ini ke depan akan menjadikan masyarakat pesisir sebagai roda penggerak ekonomi utama di wilayahnya.
Dengan pendekatan berbasis komunitas, Bupati JG yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Utara ini berharap masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga berperan sebagai pelaku utama.
“Konsep ini pada akhirnya diharapkan mampu menciptakan kawasan pesisir yang produktif, tertata, dan berdaya saing, dengan tetap mempertahankan karakter kampung nelayan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat lewat pengembangan UMKM, yang tentu juga berkolaborasi dengan Koperasi Merah Putih,” tutupnya.
Sekadar diketahui, pembangunan fisik proyek ‘Kampung Nelayan’ senilai kurang lebih Rp25 miliar tersebut sudah mulai bergulir sejak bulan September 2026 dan ditargetkan tuntas pada akhir tahun ini.
Dengan terintegrasinya kampung nelayan dan pariwisata, Pemkab Minut optimistis kesejahteraan nelayan meningkat dan potensi wisata bahari Minahasa Utara semakin mendunia.
(Vera.E.Kastubi).






