SULUT, TelusurInformasiNews.id – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado kembali menorehkan sejarah akademik melalui prosesi pengukuhan 10 Guru Besar yang berlangsung khidmat di Gedung Auditorium Unsrat, Salah satu yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ir. Dantje Tarore, MS, yang dalam orasi ilmiahnya mengangkat inovasi pengendalian penyakit demam berdarah dengue (DBD) melalui pemanfaatan bioteknologi dan isolat lokal Bacillus thuringiensis. Kamis, (7/7/2026).
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., dan dihadiri unsur pemerintah daerah, akademisi, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Bupati Joune Ganda yang di Wakili oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Minahasa Utara, Styvi S. Watupongoh,mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Utara yang dibacakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sulawesi Utara, Jani Niclas Lukas, S.Pi., M.Si., disampaikan ucapan selamat kepada 10 akademisi yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar. “Atas nama Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, saya menyampaikan selamat kepada 10 akademisi terbaik yang hari ini resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar. Ini merupakan pencapaian luar biasa yang diraih melalui proses panjang, penuh dedikasi, kerja keras, dan ketekunan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa gelar Guru Besar bukan sekadar capaian akademik tertinggi, tetapi simbol tanggung jawab besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. “Guru Besar diharapkan mampu menjadi pelopor pembangunan ilmu pengetahuan, pendidik generasi unggul, sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat. Di era perkembangan teknologi dan digitalisasi saat ini, peran akademisi sangat strategis dalam melahirkan inovasi serta solusi aplikatif bagi berbagai persoalan bangsa,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga membuka ruang kerja sama yang luas dengan dunia akademik guna mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Sementara itu, Rektor Unsrat Prof. Oktovian Berty Alexander Sompie dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan Guru Besar merupakan momentum istimewa yang lahir dari perjuangan panjang dan penuh pengorbanan. “Hari ini kita menyaksikan buah dari sebuah perjuangan. Menjadi Guru Besar bukan perjalanan yang singkat. Di balik toga dan jabatan akademik yang dikenakan hari ini, ada penelitian, ketekunan, pengorbanan, serta doa keluarga yang tidak pernah berhenti mengalir,” ungkapnya.
Menurut Rektor, para Guru Besar tidak hanya hadir sebagai ilmuwan, tetapi juga sebagai pendidik dan teladan bagi generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat. “Bangsa ini membutuhkan manusia-manusia yang mendedikasikan hidupnya bagi ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Kehadiran 10 Guru Besar baru di Unsrat diharapkan menjadi cahaya bagi generasi muda dan penggerak lahirnya inovasi yang memberi solusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam orasi ilmiahnya sebagai Guru Besar bidang Entomologi Pertanian, Prof. Dantje Tarore menyoroti persoalan demam berdarah dengue yang hingga kini masih menjadi tantangan serius kesehatan masyarakat di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sejak pertama kali dilaporkan di Surabaya dan Jakarta pada tahun 1968, kasus DBD terus meningkat, baik dari jumlah penderita maupun luas penyebarannya, termasuk di Sulawesi Utara.
Menurut Prof. Dantje, nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebaran virus penyebab demam berdarah, demam kuning, dan chikungunya. Selama ini pengendalian nyamuk masih banyak bergantung pada insektisida kimia yang dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan resistensi serangga, pencemaran lingkungan, hingga dampak negatif bagi kesehatan manusia. Karena itu, ia menilai pendekatan alternatif yang lebih ramah lingkungan harus terus dikembangkan, salah satunya melalui pemanfaatan bakteri entomopatogen Bacillus thuringiensis. “Mekanisme kerja Bacillus thuringiensis berbeda dengan insektisida kimia sehingga dapat memperlambat munculnya resistensi pada nyamuk. Produksi dan aplikasinya juga dapat dilakukan melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal,” jelas Prof. Dantje.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan isolat lokal karena mikroorganisme tersebut telah lama beradaptasi dengan kondisi ekosistem tropis Indonesia dan dinilai memiliki tingkat toksisitas yang lebih tinggi terhadap larva nyamuk dibandingkan strain luar negeri. “Dengan memanfaatkan isolat lokal, kita tidak lagi bergantung pada produk impor, tetapi mampu mengembangkan bioteknologi berbasis kekayaan alam Indonesia sendiri,” ujarnya.
Prof. Dantje berharap pengembangan Bacillus thuringiensis isolat lokal dapat menjadi solusi ilmiah yang efektif, praktis, dan ramah lingkungan dalam mendukung pengendalian penyakit demam berdarah di Indonesia.
Di sisi lain, mewakili Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Styvi S. Watupongoh menyampaikan apresiasi atas pencapaian akademik yang diraih Prof. Dantje Tarore. “Atas Nama Pemerintah kabupaten Minahasa Utara, Bupati Joune Ganda Mengucapkan selamat atas Pengukuhan Guru Besar Prof. Dantje Tarore, ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Unsrat, tetapi juga masyarakat Sulawesi Utara. Semoga capaian ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta pembangunan daerah,” kata Kadis Steyvi.
Adapun 10 akademisi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar di Universitas Sam Ratulangi yakni:
1. Prof. Steny Edward Walah
2. Prof. Tini Mananoma
3. Prof. Dorfi Paulus Pandara
4. Prof. Henny Lika Rampe
5. Prof. Joy Eli Tulu
6. Prof. Deddy Toy
7. Prof. Dantje Tarore
8. Prof. Betsy Agustina Naomi Minaria
9. Prof. Leonardus Riki Renggung
10. Prof. Cornelis Jelfri Masi
Kegiatan berlangsung penuh penghormatan akademik dan ditutup dengan sesi foto bersama serta pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan kepada Prof. Dr. Ir. Dantje Tarore, MS atas pencapaian akademik tertinggi yang berhasil diraih.
(Vera.E.Kastubi)






