Selasa, November 3, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraFGD Desa Wisata Digelar, Jein Barantian Dorong Potensi Pariwisata 52 Desa di...

FGD Desa Wisata Digelar, Jein Barantian Dorong Potensi Pariwisata 52 Desa di Minut

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) terus memacu pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi desa sebagai langkah strategis memperkuat perekonomian daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda, pengembangan desa wisata menjadi salah satu program prioritas untuk mengoptimalkan kekayaan alam, budaya, serta kearifan lokal yang tersebar di wilayah Minahasa Utara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Minahasa Utara yang digelar Dinas Pariwisata Minut di salah satu hotel di Kecamatan Kalawat. Selasa, (3/11/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Minut, Jein Barantian, SE, M.Si., tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Utara, Novly Wowiling, yang hadir mewakili Bupati Joune Ganda.

Dalam sambutannya, Novly menegaskan bahwa pengembangan pariwisata yang dimulai dari desa merupakan konsep pembangunan yang menjadi perhatian serius Bupati Joune Ganda. Strategi ini diarahkan untuk menghidupkan sekaligus mengangkat potensi lokal yang dimiliki setiap desa agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Menurutnya, Minahasa Utara memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan, sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Bupati ingin menjadikan Minahasa Utara sebagai daya tarik utama wisatawan. Salah satu perwujudannya adalah membangun pariwisata dari desa melalui konsep desa wisata. Melalui forum ini, seluruh stakeholder dibekali agar pengembangan wisata berbasis desa benar-benar hidup di wilayah yang memiliki potensi alam maupun budaya,” ungkap Novly.

Ia menjelaskan, Minahasa Utara sebenarnya telah memiliki sejumlah desa dan destinasi wisata yang berhasil menjadi contoh dalam pengelolaan serta pengembangan potensi lokal. Di antaranya Desa Wisata Budo, Desa Darunu, serta destinasi wisata alam Air Terjun Tunan.

Keberhasilan sejumlah destinasi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi desa-desa lainnya, terutama sekitar 52 desa wisata yang tersebar di Kabupaten Minahasa Utara.

“Kita sudah punya praktik baik seperti Desa Budo, Darunu, maupun Air Terjun Tunan. Diharapkan sekitar 52 desa wisata yang ada di Minut dapat mencontoh keberhasilan ini, sehingga ke depan desa-desa tersebut mampu menjadi andalan utama pariwisata daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Novly menyebutkan bahwa penguatan desa wisata semakin penting dilakukan seiring meningkatnya ketertarikan investor untuk mengembangkan sektor akomodasi berkelas internasional di Minahasa Utara.

Masuknya investasi perhotelan berbintang lima menjadi salah satu indikator bahwa potensi wisata alam dan budaya Minut semakin mendapat perhatian, termasuk dari kalangan internasional.

Bahkan, pada Desember mendatang direncanakan akan ada satu hotel bintang lima baru yang diresmikan. Sebelumnya, pekan lalu Bupati Joune Ganda juga telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan hotel bintang lima di kawasan Desa Wisata Budo. Selain itu, masih terdapat rencana pembangunan hotel berskala internasional lainnya di Minahasa Utara.

Menghadapi perkembangan tersebut, Pemkab Minut menilai kesiapan desa dan masyarakat lokal harus menjadi perhatian utama. Sebab, pertumbuhan investasi dan meningkatnya kunjungan wisatawan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan, pelestarian budaya, serta kemampuan sumber daya manusia.

Novly pun mengingatkan agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata, tetapi harus mengambil peran langsung dan memperoleh manfaat ekonomi dari peluang yang tersedia.

“Ini harus diantisipasi dari sekarang. Kita harus memperkuat tradisi budaya, menata keindahan alam agar layak jual, serta mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Jangan sampai warga kita hanya jadi penonton; mereka harus siap menjadi pelaku utama pariwisata saat industri ini melesat secara internasional,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan FGD ini, Dinas Pariwisata Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Jein Barantian diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah konkret pengembangan desa wisata.

Dengan demikian, keberadaan sekitar 52 desa wisata tidak hanya menjadi potensi yang belum tergarap, tetapi dapat berkembang menjadi destinasi unggulan yang memiliki daya saing, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Minut optimistis, melalui pengembangan pariwisata berbasis desa yang terencana dan berkelanjutan, Minahasa Utara semakin siap menjadi salah satu tujuan wisata unggulan, baik di tingkat nasional maupun internasional.*

 

(Vera.E.Kastubi)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular