Jumat, Oktober 23, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraDipimpin Sekda Novly Wowiling, Pemkab Minut Bedah Rapor Pendidikan SD Inpres Kolongan

Dipimpin Sekda Novly Wowiling, Pemkab Minut Bedah Rapor Pendidikan SD Inpres Kolongan

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan melalui evaluasi langsung terhadap capaian pembelajaran di satuan pendidikan. Bersama Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK), Pemkab Minut membedah Rapor Pendidikan SD Inpres Kolongan, Kecamatan Kalawat, untuk mengidentifikasi kemajuan sekaligus merumuskan langkah perbaikan berdasarkan data. Rabu, (14/10/2026).

Kegiatan rapat koordinasi tindak lanjut kebijakan pendidikan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling, M.Si., didampingi Kepala Dinas Pendidikan Minut, Dr. Evelyn Luntungan, bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Kabupaten. Pembahasan berlangsung langsung di SD Inpres Kolongan.

Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan setiap satuan pendidikan mampu mengenali kekuatan dan kelemahannya, sekaligus menyusun program pembenahan yang lebih terarah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik.

Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling, M.Si., dalam kegiatan tersebut memimpin koordinasi evaluasi Rapor Pendidikan sebagai dasar untuk melihat kondisi pembelajaran secara menyeluruh. Hasil evaluasi diharapkan menjadi acuan bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam menentukan prioritas peningkatan mutu pendidikan.

Novly Wowiling menegaskan bahwa,. “Rapor Pendidikan perlu dimanfaatkan sebagai instrumen evaluasi untuk mengetahui capaian yang telah diraih sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih membutuhkan perhatian,” ujar Wowiling.

Lebih lanjut lagi Sekda mengatakan, “Evaluasi melalui Rapor Pendidikan ini penting agar kita dapat melihat secara objektif capaian dan kekurangan yang masih perlu dibenahi. Hasilnya harus menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan yang terukur, sehingga program peningkatan mutu pendidikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah dan peserta didik,” tutur Sekda Wowiling.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, pihak sekolah, serta masyarakat diperlukan agar hasil evaluasi tidak berhenti pada pembahasan data, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara, Dr. Evelyn Luntungan, menjelaskan bahwa pembahasan Rapor Pendidikan merupakan bagian dari pelaksanaan peran dan fungsi Dewan Pendidikan Kabupaten dalam memberikan pertimbangan, arahan, serta dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Peran dan fungsi Dewan Pendidikan Kabupaten, salah satunya, telah dilaksanakan hari ini dengan membedah Rapor Pendidikan di satuan pendidikan, yakni SD Inpres Kolongan, Kecamatan Kalawat,” kata Luntungan.

Ia menjelaskan, evaluasi berbasis data sangat penting untuk mengidentifikasi capaian pendidikan sekaligus menemukan aspek pembelajaran yang masih membutuhkan pembenahan. Dengan demikian, kebijakan dan program peningkatan mutu dapat dirancang secara lebih terarah sesuai kondisi nyata di satuan pendidikan.

Luntungan juga menekankan bahwa, “Hasil Rapor Pendidikan harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk menentukan program tindak lanjut, baik dalam penguatan kemampuan dasar peserta didik maupun peningkatan kompetensi guru dan kualitas proses pembelajaran,” jelas Luntungan.

Berdasarkan rekapitulasi Rapor Pendidikan SD Inpres Kolongan dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 40102547, kemampuan literasi peserta didik menunjukkan perkembangan positif.

Indikator literasi berada pada predikat sedang dengan kenaikan 3,33 poin dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan terlihat pada kompetensi mengakses dan menemukan isi teks yang naik 7,24 poin, serta kemampuan membaca teks sastra yang meningkat 4,15 poin.

Capaian tersebut menunjukkan adanya kemajuan dalam sejumlah aspek pemahaman bacaan peserta didik yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Namun, hasil berbeda terlihat pada kemampuan numerasi. Indikator numerasi berada pada predikat kurang dan mengalami penurunan sebesar 16,66 poin.

Penurunan terbesar terjadi pada kompetensi domain aljabar sebesar 11,08 poin dan kemampuan menalar atau level kognitif L3 sebesar 7,76 poin.

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pihak sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat pembelajaran matematika. Penguatan tersebut perlu difokuskan pada kemampuan siswa memahami konsep, menerapkan pengetahuan, serta menyelesaikan persoalan yang membutuhkan penalaran.

Selain literasi dan numerasi, Rapor Pendidikan SD Inpres Kolongan memperlihatkan sejumlah indikator lain yang perlu menjadi perhatian bersama.

Kualitas pembelajaran berada pada predikat sedang, tetapi mengalami penurunan 0,92 poin. Sementara itu, indikator karakter peserta didik mengalami peningkatan 1,42 poin dan tetap berada pada predikat sedang.

Pada aspek kepemimpinan instruksional sekolah, capaian menunjukkan perkembangan positif. Indikator tersebut berada pada predikat baik dengan kenaikan 7,15 poin.

Pengelolaan kurikulum satuan pendidikan juga meningkat 7,30 poin, sedangkan dukungan terhadap refleksi guru mengalami kenaikan sebesar 9,82 poin.

Hasil tersebut menjadi modal positif bagi sekolah untuk terus memperbaiki tata kelola pembelajaran. Meski demikian, capaian yang telah baik tetap perlu dipertahankan melalui evaluasi dan pengembangan program secara berkelanjutan.

Pada indikator iklim sekolah, terdapat sejumlah aspek yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Iklim keamanan sekolah masih berada pada predikat baik, tetapi mengalami penurunan 6,51 poin. Iklim kebinekaan juga berada pada predikat baik, namun turun 10,44 poin.

Sementara itu, partisipasi warga sekolah mengalami penurunan sebesar 3,77 poin. Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung proses belajar mengajar. Partisipasi orang tua dan warga sekolah juga perlu ditingkatkan agar tercipta lingkungan pendidikan yang kondusif bagi perkembangan peserta didik.

Catatan penting lainnya terdapat pada indikator pemanfaatan sumber daya untuk peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan.

Indikator tersebut berada pada predikat kurang, mengalami penurunan sebesar 20,99 poin, serta menempati kelompok peringkat terbawah, yakni 81–100 persen, berdasarkan pemeringkatan yang tercantum dalam Rapor Pendidikan.

Temuan ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pemanfaatan anggaran peningkatan mutu, program pengembangan kompetensi guru, serta kebiasaan refleksi dan perbaikan proses pembelajaran di kelas.

Pemanfaatan sumber daya secara tepat diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas tenaga pendidik, memperbaiki metode pembelajaran, dan mendorong pencapaian hasil belajar yang lebih baik.

Rapor Pendidikan bukan sekadar instrumen untuk menggambarkan capaian sekolah, melainkan juga menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembenahan. Karena itu, hasil evaluasi di SD Inpres Kolongan diharapkan ditindaklanjuti melalui program yang terukur dan berkesinambungan.

Prioritas pembenahan mencakup penguatan pembelajaran numerasi, peningkatan kompetensi guru, perbaikan kualitas pembelajaran, penguatan iklim keamanan dan kebinekaan sekolah, serta peningkatan partisipasi orang tua dan warga sekolah.

Koordinasi antara Pemkab Minut, Dinas Pendidikan, dan Dewan Pendidikan Kabupaten diharapkan semakin memperkuat upaya perbaikan mutu pendidikan melalui perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Dengan evaluasi berbasis data dan tindak lanjut yang konsisten, SD Inpres Kolongan diharapkan mampu mempertahankan capaian positif pada aspek literasi dan kepemimpinan instruksional, sekaligus memperbaiki indikator yang mengalami penurunan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas di Kabupaten Minahasa Utara, sehingga setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, karakter, dan potensi dirinya secara optimal.

 

(Vera.E.Kastubi).

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular