Kamis, Oktober 22, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraPabrik Kether Coco Bio di Minut Disambangi 27 Negara, Eddy Gunawan Dorong...

Pabrik Kether Coco Bio di Minut Disambangi 27 Negara, Eddy Gunawan Dorong Hilirisasi Kelapa Berdaya Saing

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Kunjungan ratusan delegasi dari 27 negara peserta World Coconut Day 2026 ke PT Kether Coco Bio di Kabupaten Minahasa Utara, menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi industri pengolahan kelapa Sulawesi Utara sekaligus mendorong pengembangan hilirisasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan petani. Sabtu, (10/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, para delegasi berkesempatan melihat secara langsung aktivitas operasional dan sejumlah fasilitas pabrik pengolahan kelapa milik PT Kether Coco Bio. Setelah meninjau proses pengolahan, rombongan mengikuti makan siang bersama dalam suasana penuh keakraban.

Direktur PT Kether Coco Bio, Eddy Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan komoditas kelapa tidak seharusnya hanya berorientasi pada penjualan bahan mentah. Menurutnya, hilirisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi kelapa, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya petani.

“Industri pengolahan kelapa bukan hanya tentang mesin, kapasitas produksi, atau perdagangan. Industri ini juga berbicara tentang bagaimana potensi daerah dapat diubah menjadi peluang ekonomi, bagaimana investasi dapat menciptakan lapangan kerja, dan bagaimana hasil perkebunan masyarakat memperoleh nilai yang lebih baik,” kata Eddy.

Ia menjelaskan, kunjungan delegasi internasional tersebut merupakan bagian dari rangkaian World Coconut Day 2026 yang diselenggarakan di Manado. Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadi kesempatan untuk memperlihatkan secara langsung perkembangan industri pengolahan kelapa di Minahasa Utara, sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dan perspektif mengenai masa depan komoditas kelapa.

Eddy menambahkan, pembangunan industri kelapa yang berkelanjutan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, petani, hingga lembaga penelitian. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperkuat seluruh mata rantai industri, dari sektor perkebunan hingga pemasaran produk olahan.

Sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian bersama, di antaranya ketersediaan bahan baku, peningkatan produktivitas perkebunan, kualitas hasil panen, pemanfaatan teknologi pengolahan, serta perluasan akses pasar.

Menurut Eddy, keberhasilan industri pengolahan kelapa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan meningkatkan produksi, tetapi juga oleh keterlibatan petani dalam rantai nilai yang memberikan keuntungan secara berkelanjutan.

“Petani harus menjadi bagian penting dari rantai nilai industri, bukan sekadar pemasok bahan baku,” ujarnya.

Ia menekankan, petani perlu memperoleh posisi yang lebih strategis dalam pengembangan industri kelapa. Dengan demikian, pertumbuhan sektor pengolahan diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan nilai hasil perkebunan dan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada komoditas tersebut.

Kegiatan kunjungan ini turut dihadiri Asisten II Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Robby Parengkuan, yang mewakili Bupati Minahasa Utara, bersama jajaran pemerintah kabupaten serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Kehadiran unsur pemerintah daerah tersebut menunjukkan pentingnya dukungan dan kerja sama antara pemerintah dengan pelaku industri dalam mengembangkan potensi kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan Sulawesi Utara.

Usai melakukan peninjauan fasilitas pabrik, para delegasi mengikuti makan siang bersama. Pertemuan tersebut juga diwarnai kuis interaktif yang menambah suasana akrab di antara peserta dari berbagai negara, jajaran perusahaan, dan pemerintah daerah.

Melalui kegiatan tersebut, interaksi tidak hanya berlangsung dalam bentuk peninjauan industri, tetapi juga memberikan ruang bagi para delegasi untuk saling mengenal dan membangun komunikasi dalam suasana yang lebih santai.

World Coconut Day 2026 mengangkat tema **“Coconut in Times of Uncertainty: Securing Food, Energy, and Livelihoods”** atau kelapa di tengah ketidakpastian: menjaga ketahanan pangan, energi, dan penghidupan masyarakat.

Tema tersebut menyoroti pentingnya kelapa sebagai komoditas strategis yang memiliki peran luas, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga dalam pengembangan energi serta mendukung sumber penghidupan masyarakat.

Sejalan dengan tema tersebut, penguatan industri pengolahan kelapa dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing komoditas, memperluas pemanfaatan hasil perkebunan, dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih beragam.

Eddy berharap, melalui dukungan pemerintah, pelaku usaha, petani, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Sulawesi Utara dapat terus mengembangkan potensi kelapa secara optimal.

Ia menginginkan agar daerah ini tidak hanya dikenal sebagai penghasil kelapa, tetapi juga mampu menjadi daerah yang memiliki industri pengolahan kompetitif, inovatif, dan memberikan nilai tambah lebih besar.

Dengan penguatan hilirisasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, potensi kelapa Sulawesi Utara diharapkan mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat luas.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular