Kamis, Mei 21, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraUpacara Peringatan Hari Bela Negara Kabupaten Minahasa Utara Di Rangkaikan Dengan Apel...

Upacara Peringatan Hari Bela Negara Kabupaten Minahasa Utara Di Rangkaikan Dengan Apel KORPRI.

MINUT, TelusurInformasiNews.id. – Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-76 dengan tema “Gelorakan Bela Negara Untuk Indonesi Maju”, dirangkaikan dengan Apel KORPRI di Lapangan Pemkab Minut, Kamis (19/12/2024).

Asisten 1 Minut, Umbase Mayuntu mewakili Bupati Joune Ganda menjadi inspektur upacara dalam memperingati 76 tahun hari Bela Negara dirangkaikan dengan Apel KORPRI.

Acara upacara diawali dengan menyanyikan lagu Mars Bela Negara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar bela negara.

 

Pembacaan amanat presiden Republik Indonesia, yang dibacakan oleh asisten 1 minut, Umbase Mayuntu mengatakan, “Indonesia hari ini adalah hasil semangat bela negara dari para pejuang kesuma bangsa. Demikian pula, Indonesia di masa depan, saya yakin juga akan tetap bertahan sebagai bangsa yang besar dan berdaulat karena semangat bela negara dari seluruh anak bangsanya. Itulah api semangat yang tidak pernah padam dan harus terus kita kobarkan dalam menghadapi tantangan-tantangan baru di depan mata,” ucap Mayuntu.

Saat ini, sebagai bangsa yang besar, kita menghadapi dinamika konstelasi geopolitik-ekonomi dunia yang berubah pasca perang dingin. Gelombang perdagangan bebas dan tekanan integrasi ekonomi regional akan semakin besar dalam beberapa tahun ke depan. Perdagangan bebas telah menjadi agenda yang didorong oleh hampir semua negara di dunia. Persaingan ekonomi antar negara diperkirakan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang, terutama dalam hal penguasaan akses sumberdaya maritim, energi dan pangan. Inilah tantangan konkrit yang kita harus hadapi bersama. Apabila kita lengah maka bangsa Indonesia akan tertinggal dan tergulung oleh perubahan ekonomi dan politik dunia tersebut.

“Bersamaan dengan gelombang perdagangan bebas, kita juga sedang menghadapi ancaman keamanan dari kejahatan kemanusiaan yang bersifat trans nasional. Radikalisme dan terorisme telah menjadi ancaman nyata bagi keamanan dan perdamaian dunia. Selain itu, banyak anak-anak kita yang terjebak dalam ketergantungan pada narkotika, karena negara kita telah menjadi pasar bagi sindikat internasional. Banyak warga negara kita yang juga masuk dalam jaringan perdagangan manusia yang tidak ber Peri kemanusiaan,” Ujar Mayuntu.

Di dalam negeri, kita juga harus menghadapi tantangan kemiskinan, keterbelakangan dan ketimpangan. Belum semua warga bangsa bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, memperoleh pendidikan yang layak, mendapatkan fasilitas air bersih, menikmati listrik di rumah-rumah mereka dan juga bebas dari keterisolasian. Semua itu, tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama.

“Kita juga menghadapi tantangan dalam mengelola kemajemukan. Kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang maha dahsyat jika kita mampu menjaganya dengan baik. Banyak contoh yang bisa kita lihat, bagaimana suatu bangsa harus menghadapi takdir sejarahnya menjadi terpecah-belah, tercerai-berai karena tidak mampu menjaga kemajemukan,” tutur Mayuntu.

Tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa adalah panggilan bagi kita semua untuk bela negara. Semua anak bangsa harus tergerak dan bergerak untuk bela negara sesuai dengan ladang pengabdiannya masing-masing. Panggilan untuk bela negara bisa dilakukan oleh seorang guru, seorang bidan, tenaga kesehatan, petani, buruh, profesional, pegawai negeri sipil, pedagang, serta profesi lainnya.

“Bela Negara bisa dilakukan melalui pengabdian profesi di berbagai bidang kehidupan masing-masing. Bela Negara bisa dijalankan melalui jalan diplomasi politik, memperkuat kemandirian ekonomi, maupun membangun ketahanan budaya. Seorang petani bekerja keras meningkatkan produksi adalah upaya bela negara untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Seorang guru berjuang mendidik anak-anak di kawasan perbatasan adalah wujud nyata bela negara mencerdaskan kehidupan bangsa. Para prajurit TNI menjaga pulau-pulau terdepan melakukan tugasnya karena semangat bela negara mempertahankan kedaulatan wilayah negara kita. Para dokter, bidan dan tenaga kesehatan memenuhi panggilan bela negara dengan penuh semangat memberi pelayanan kesehatan sampai ke wilayah-wilayah terpencil. Penggiat anti korupsi tanpa kenal lelah berjuang untuk mewujudkan bangsanya bebas dari korupsi. Begitupula dengan perang terhadap kejahatan Narkotika, adalah tindakan nyata untuk menyelamatkan generasi muda penerus masa depan bangsa,” ungkap Mayuntu.

Untuk itu, saya mengajak semua elemen bangsa untuk membangun kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi tantangan-tantangan bangsa ke depan. Mari kita bangun sinergi antar warga bangsa. Walaupun kita berbeda-beda dari latar belakang profesi, suku, agama maupun golongan, tetapi tetap bisa satu dalam mengatasi berbagai persoalan kebangsaan. Mari kita jalin kerjasama antar daerah untuk mewujudkan kemajuan bersama. Mari kita perkokoh persatuan dalam kemajemukan. Kemajemukan bangsa bukanlah halangan untuk mewujudkan semangat bela negara. Kebhinneka tunggal-ikaan justru akan bisa memperkuat kecintaan kita pada bangsa dan negara.

“Pada momentum Hari Bela Negara ini, saya mengajak saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air untuk bersama-sama senantiasa berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai dengan peran dan profesi masing-masing. Tugas bela negara adalah tugas yang berat seiring dengan makin kompleksnya tantangan yang dihadapi. Namun saya yakin melalui semangat kebersamaan dan persatuan serta kerja keras, kita semua mampu membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian serta berlandaskan gotong royong,” tutup Mayuntu.

Acara Ditutup dengan  Pembacaan Panca Prasetya Korpri dan menyanyikan mars korpri.

Hadir dalam ucapan bela negara, Seluruh OPD.

(Vera.E Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular