Sorong (PBD), TelusurInformasiNews.id – Dalam berbagai aspek, peran jurnalis atau wartawan sangat diperlukan dalam mendukung penyebaran informasi yang akurat, baik dari instansi pemerintah, swasta, komunitas atau kelompok dan lainnya, agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas.
Oleh sebab itu, Ir Ardi ST, MT, MSI, IPU, Asean Eng selaku Manager Pertamina EP Papua Field Sorong dan beberapa staf menggelar kumpul dan diskusi santai bersama wartawan Papua Barat Daya yang juga dihadiri Suroso S.IP, MA yang adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Provinsi Papua Barat Daya.
Dalam diskusi santai tersebut Suroso mengapresiasi kegiatan yang di gagas Pertamina EP Papua Field yang melibatkan jurnalis atau wartawan. Menurutnya kegiatan tersebut merupakan pola komunikasi yang sangat baik, yang dilakukan Pertamina dan bersinergi dengan jurnalis.
Dikatakanjya memang ada keluhan masyarakat yang ditujukan kepada Pertamina terkait kesejahteraan dan lainnya. Namun mungkin masyarakat tidak mengetahui apa yang sudah dilakukan Pertamina, karena kurangnya informasi yang disampaikan.
“Pengembangan masyarakat sudah dilakukan tapi mungkin hanya pada kelompok tertentu, tapi dengan adanya jurnalis diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi yang benar tentang Pertamina kepada masyarakat atau publik. Pemerintah juga akan mendukung untuk memberikan akses informasi yang baik kepada masyarakat”.
Ditanyakan kesempatan untuk Orang Asli Papua (OAP) dalam mendapatkan pekerjaan yang layak, diakui Suroso bahwa saat ini memang masih sulit mengakses informasi pekerjaan apalagi terkait migas. “Namun begitu pemerintah akan terus berupaya agar kedepan, OAP akan dapat bersaing dan mendapatkan kesempatan dalam mendapatkan pekerjaan yang baik”.
Ardi juga menjelaskan sedikit peta lapangan/Field map – WK Papua. Dimana titik pengeboran di Papua Barat Daya ada 4 struktur utama, yaitu Klamono, Salawati, Sele dan Linda.
“Klamono sumur aktif ada 117, yang produksi 343 bopd dan Artificial lift : ESP & SRP. Salawati ada 7 sumur bor aktif, produksi 1718 bopd dan Artificial lift : ESP & SRP. Sele-linda ada 9 sumur aktif, produksi 79 bopd dan Artificial lift : ESP & SRP”.
Disampaikan jika ada potensi komersialisasi gas di Klamono Utara W (KUW) : 2,5 Mmscfd dan Markisa (MKS- 01) dalam progres study untuk komersialisasi gas. Kemudian Pertamina EP Papua Field Sorong ada program pengembangan masyarakat, yaitu : Matahati Malasigi (lingkungan), Seterang berkat Pulau Sop (lingkungan), Bukan tani (ekonomi), Gemas Papua (kesehatan), Peri berdaya (infrastruktur), Beasiswa dan magang (pendidikan).
Selaku Manager EP Papua Field Sorong, dalam diskusi tersebut Ardi menyampaikan jika jurnalis merupakan perpanjangan tangan kami (Pertamina EP Papua Field Sorong), dalam penyampaian informasi yang baik kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Cafe Selagi Dingin, Jalan Ahmad Yani Klademak, Kota Sorong Papua Barat Daya.
TIM TIN / JS






