MINUT, TelusurInformasiNews.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara resmi ditutup di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Penutupan berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri ribuan masyarakat, kafilah dari 15 kabupaten/kota, dewan hakim, jajaran Kementerian Agama, LPTQ, serta unsur pemerintah daerah. Momen tersebut menjadi penutup rangkaian perlombaan sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara. Jumat, (10/7/2026)
Ketua Panitia Pelaksana, Asisten I Setda Minahasa Utara Umbase Mayuntu, dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT karena seluruh rangkaian MTQ dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses. Ia menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Minahasa Utara sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan besar yang didukung penuh oleh Bupati Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., Wakil Bupati Kevin William Lotulung, S.H., M.H., serta Sekretaris Daerah Ir. Novly Wowiling, M.Si.
“Kami bersyukur seluruh pelaksanaan MTQ dapat berjalan lancar. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh panitia, pemerintah daerah, Kementerian Agama, LPTQ, dewan hakim, para kafilah, dan seluruh masyarakat yang bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” ujar Umbase.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ di Minahasa Utara menjadi bukti nyata kuatnya semangat toleransi dan moderasi beragama di daerah tersebut. Umbase mengungkapkan rasa bangganya karena seorang Nasrani dipercaya menjadi Ketua Panitia MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Utara, sementara pada perayaan Natal Kabupaten Minahasa Utara tahun 2024, kepanitiaan justru dipimpin oleh tokoh Muslim. Menurutnya, hal itu menjadi gambaran nyata bahwa kerukunan antarumat beragama di Minahasa Utara telah terbangun dengan sangat baik.
Meski mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan, termasuk persoalan teknis seperti distribusi air di lokasi kegiatan, Umbase menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Ia memastikan seluruh catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang dapat berlangsung lebih baik lagi.
“Panitia hanya memiliki waktu persiapan sekitar lima hari. Namun berkat kolaborasi, kerja keras, dan semangat seluruh pihak, kegiatan ini mampu terlaksana dengan baik. Semoga apa yang telah dilakukan di Minahasa Utara dapat menjadi standar penyelenggaraan MTQ di daerah lain,” tambah Mayuntu.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dewan Hakim Dr. H. Hamka Dondo, M.Pd.I membacakan Surat Keputusan Dewan Hakim MTQ ke-XXXI Tahun 2026 tentang penetapan juara pada seluruh cabang lomba. Dewan Hakim menegaskan bahwa keputusan yang telah ditetapkan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Setelah seluruh hasil perlombaan diumumkan, Dewan Hakim menetapkan Kota Kotamobagu sebagai Juara Umum MTQ XXXI Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 dengan perolehan 220 poin. Posisi kedua diraih Kabupaten Minahasa Utara dengan 215 poin, disusul Kota Manado di peringkat ketiga dengan 190 poin.
Ketua Umum LPTQ Provinsi Sulawesi Utara yang juga Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Drs. H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang dinilai berhasil menyelenggarakan MTQ dengan persiapan yang sangat singkat namun tetap sukses.
“Saya memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Persiapan yang hanya beberapa hari mampu menghasilkan pelaksanaan MTQ yang sukses. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung syiar Islam sekaligus menjaga kerukunan umat beragama,” ungkap Iskandar.
Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi serta mengingatkan bahwa para juara pertama akan dipersiapkan menjadi wakil Sulawesi Utara pada MTQ Tingkat Nasional di Semarang pada September 2026. Menurutnya, pembinaan lanjutan akan dilakukan agar para peserta mampu IIImemenuhi standar nasional.
Sementara itu, mewakili Bupati Minahasa Utara, Asisten III Setda Drs. Yossy Kawengian menyampaikan salam dari Bupati Joune Ganda, Wakil Bupati Kevin William Lotulung, dan Sekretaris Daerah yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas kedinasan di luar daerah.
Dalam sambutannya, Yossy menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ di Minahasa Utara merupakan bukti nyata bahwa nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan semangat “Torang Samua Basudara” terus dirawat oleh seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan agama.
“Kami berharap seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dalam keadaan sehat dan selamat. Semoga nilai-nilai Al-Qur’an yang diperoleh selama MTQ ini terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi penguat persaudaraan dan kerukunan di Sulawesi Utara,” katanya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. H. Ulyas Taha, M.Pd, yang secara resmi menutup MTQ XXXI, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan penghargaan dari Menteri Agama RI kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang dinilai berhasil menghadirkan pelaksanaan MTQ yang aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Menurut Ulyas Taha, “Keberhasilan Minahasa Utara tidak hanya terletak pada kualitas penyelenggaraan, tetapi juga menjadi contoh nyata moderasi beragama. Ia menyoroti kepanitiaan yang dipimpin tokoh Kristiani bersama jajaran lintas agama sebagai simbol kuatnya persatuan masyarakat Sulawesi Utara,” tutur Taha.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh juara agar segera mempersiapkan diri menghadapi MTQ Tingkat Nasional di Semarang pada 11–20 September 2026. LPTQ Provinsi bersama Kementerian Agama akan melakukan pembinaan dan peningkatan kemampuan bagi para juara agar mampu bersaing di tingkat nasional sesuai standar yang telah ditetapkan.
Penutupan MTQ XXXI Provinsi Sulawesi Utara di Minahasa Utara akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni penyerahan piala. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat membumikan Al-Qur’an dapat berjalan berdampingan dengan nilai toleransi, persaudaraan, dan kerukunan antarumat beragama. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bersama seluruh elemen masyarakat berharap semangat tersebut terus terpelihara sebagai fondasi dalam membangun Sulawesi Utara yang damai, harmonis, dan religius.
(Vera.E.Kastubi).






