Sabtu, Oktober 31, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraPemkab Minut Perkuat Hilirisasi Kelapa, Dua UMKM Lokal Didorong Tembus Pasar Industri

Pemkab Minut Perkuat Hilirisasi Kelapa, Dua UMKM Lokal Didorong Tembus Pasar Industri

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi komoditas unggulan daerah melalui program hilirisasi kelapa. Di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, Pemkab Minut melalui Dinas Pertanian mengambil langkah nyata dengan memfasilitasi pengembangan serta peluncuran dua UMKM lokal, Coco Klabat dan Coco Win, yang kini mulai mendapat perhatian perusahaan dari luar daerah. Jumat, (30/10/2026).

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendorong hasil perkebunan kelapa tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani serta pelaku UMKM.

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Launching UMKM Coco Klabat and Coco Win, Turning Local Potential Into Valuable Creation yang dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara.

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pertanian Minut di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Bertha Katuuk ini sekaligus menjadi bukti bahwa potensi kelapa Minahasa Utara mulai dilirik dan mendapatkan dukungan dari perusahaan di luar daerah, yakni PT Agro Makmur Raya (Musimas Grup) dari Medan, Sumatera Utara, dan PT Kulaku Sejahtera Indonesia dari Palembang, Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Minut Bertha Katuuk menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian kedua perusahaan tersebut terhadap pengembangan industri kelapa, terutama bagi UMKM yang mengolah produk turunan kelapa di Kabupaten Minahasa Utara.

Menurut Bertha, kolaborasi tersebut merupakan peluang strategis yang patut disambut baik karena dapat memberikan ruang bagi petani dan pelaku UMKM lokal untuk berkembang melalui dukungan permodalan, pendampingan, hingga pemasaran produk.

“Waktu Pak Alfian datang kepada saya, memperkenalkan bahwa ada perusahaan Kulaku ini ada di Palembang, kolaborasi dengan perusahaan PT Agro Makmur Raya yang ada di Bitung yang merupakan anak perusahaan dari Musimas Grup yang ada di Medan, kami atas nama Bapak Bupati Joune Ganda dan Bapak Wakil Bupati Kevin Lotulung berbangga hati perusahaan luar memberikan perhatian bagi petani kami di Minut, khususnya pelaku UMKM yang ada di Kecamatan Likupang Timur dan Kecamatan Airmadidi,” ujar Bertha Katuuk.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menyambut positif keterlibatan pihak swasta dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan UMKM. Sebab, kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di Tanah Tonsea.

Bertha juga menjelaskan bahwa hasil produksi UMKM yang telah mendapatkan pendampingan nantinya akan dipasarkan kepada PT Agro Makmur Raya yang berada di Bitung. Bahkan, ke depan terdapat peluang pengembangan program beasiswa guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia para petani kelapa.

“Hasil dari produk UMKM ini nantinya dijual kepada PT Agro Makmur Raya yang ada di Bitung, dan mungkin juga di tahun-tahun akan datang kalau ada beasiswa itu akan dipergunakan dengan baik, petani kelapa bisa meningkatkan SDM mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, keberhasilan program pendampingan tersebut mulai dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Sandra Luntungan, perwakilan UMKM Coco Klabat yang berlokasi di Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, menyampaikan rasa bangga karena kelompoknya kini mampu menghasilkan produk olahan kelapa berupa nata de coco.

Sandra menjelaskan, kelompoknya merupakan salah satu dari beberapa kelompok tani di wilayah Airmadidi dan Likupang yang terpilih untuk mendapatkan dukungan modal serta pendampingan dari PT Kulaku Sejahtera Indonesia.

“Kami dipilih dari beberapa kelompok tani yang ada di Airmadidi dan Likupang, kami diberikan modal dan pendampingan, meski uji coba pertama kami gagal untuk membuat nata de coco, saat ini launching UMKM kami sangat bersyukur,” tutur Sandra.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses menghasilkan produk nata de coco tidak berlangsung mudah. Berbagai tahapan percobaan harus dilalui hingga akhirnya kelompok tersebut berhasil menemukan proses produksi yang sesuai.

“Banyak hal kami belajar, batch di lima sampai enam baru kami berhasil, bagi yang sudah menyicipi tolong berikan kami masukan apa kelebihan dan kekurangan dari produk kami ini,” tambahnya.

Selain Coco Klabat yang memproduksi nata de coco, UMKM Coco Win juga berhasil mengembangkan kreativitas dengan menghasilkan produk kerajinan berbahan dasar serat kelapa, di antaranya pot bunga dan pohon Natal mini.

Kehadiran kedua UMKM ini menjadi gambaran bahwa komoditas kelapa Minahasa Utara mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar.

Bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, pengembangan hilirisasi kelapa merupakan langkah penting dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan daya saing produk lokal, serta menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, kelompok tani, dan pelaku UMKM diharapkan terus diperkuat agar program pendampingan tidak berhenti pada peluncuran semata, tetapi berlanjut pada peningkatan produksi dan keberlanjutan pemasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan PT Agro Makmur Raya dan PT Kulaku Sejahtera Indonesia, Kepala Bapeda Sulawesi Utara Elvira Katuuk, perwakilan Dinas Perindustrian dan Dinas Koperasi Minahasa Utara, para penyuluh pertanian, jajaran Kecamatan Airmadidi, serta Lurah Airmadidi Atas.

Melalui fasilitasi dan dukungan Pemkab Minut, peluncuran Coco Klabat dan Coco Win diharapkan menjadi awal berkembangnya industri pengolahan kelapa berbasis UMKM di Minahasa Utara. Pemerintah daerah pun diharapkan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak agar potensi kelapa lokal mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membawa produk unggulan Minahasa Utara menjangkau pasar yang lebih luas.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular