Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraMinahasa Utara Perkuat Hubungan Internasional Dengan Korea Selatan Lewat Pertemuan Resmi

Minahasa Utara Perkuat Hubungan Internasional Dengan Korea Selatan Lewat Pertemuan Resmi

MINUT, TelusurInformasiNews.id.-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperluas jaringan kerja sama internasional dengan mengadakan pertemuan resmi bersama delegasi dari Korea Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Staf Khusus Lantai 3 Kantor Bupati Minahasa Utara. Selasa, (6/1/2026).

Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Novly Wowiling, menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Bupati Joune Ganda untuk membangun kemitraan strategis di kancah internasional. “Kerja sama ini sudah berjalan kurang lebih selama tiga tahun melalui berbagai event internasional yang diikuti maupun diselenggarakan,” ujar Sekda Wowiling.

Menurut Wowiling, momentumnya sangat tepat guna mewujudkan visi Bupati Minahasa Utara dalam pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Mantehage dan Pulau Nain. Dua pulau tersebut tengah menghadapi permasalahan pokok mengenai pengelolaan sampah dan ketersediaan energi listrik. Melalui kerja sama ini, kedua isu tersebut akan diselesaikan secara terpadu dengan dukungan dari Korea Selatan.

Selain itu, sekretaris daerah itu menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan tahap awal dari proses panjang menuju implementasi kerja sama, dengan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk melanjutkan hingga tahap pelaksanaan. “Proyek ini benar-benar dirancang agar menjawab kebutuhan masyarakat lokal baik dalam pengelolaan sampah maupun penyediaan energi listrik,” jelas Sekda Wowiling.

Lebih lanjut, Wowiling menyatakan bahwa inisiatif kerja sama ini merupakan bagian dari pengembangan kolaborasi yang selama ini digagas Bupati Joune Ganda, berawal dari kolaborasi lokal dan kini melebar ke kerja sama internasional. “Langkah ini sangat luar biasa karena Minahasa Utara kini sudah berada di level kolaborasi internasional bersama Korea Selatan,” tambah Sekda Wowiling.

Dari pihak delegasi Korea Selatan, terdapat dua opsi waktu pelaksanaan proyek, yakni mulai tahun 2027 dengan durasi lima tahun, tetapi ada kemungkinan percepatan yang bisa dimulai tahun 2026. “Delegasi Korea Selatan bahkan sangat tertarik dan merasakan potensi Minahasa Utara sebelum pertemuan resmi berlangsung, ini menjadi nilai tambah tersendiri,” ungkap Sekda Wowiling.

Tiga delegasi Korea Selatan tersebut juga menyampaikan kekagumannya terhadap potensi dan suasana Minahasa Utara yang dianggap memiliki daya tarik internasional. “Ini merupakan kabar gembira dan sebuah kebanggaan bahwa Minahasa Utara semakin dikenal dunia dan mendapat perhatian global,” pungkas Sekda Wowiling.

Lanjutnya, “Kami bertekad agar kerja sama ini bukan hanya di atas kertas, melainkan diwujudkan nyata di lapangan demi kesejahteraan masyarakat pulau-pulau di Minahasa Utara yang selama ini menghadapi tantangan persampahan dan energi. Kolaborasi dengan Korea Selatan membuka babak baru dalam pembangunan berkelanjutan yang kita cita-citakan,” tutur Sekda Wowiling.

Pertemuan resmi yang digelar hari ini menjadi langkah strategis penting dalam menciptakan sinergi antarnegara, sekaligus membuka peluang besar bagi Minahasa Utara dalam memperkuat pembangunan daerah berbasis kebutuhan riil masyarakat. Dengan dukungan dari Korea Selatan, diharapkan proyek terpadu ini bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat signifikan bagi Pulau Mantehage, Pulau Nain, dan seluruh wilayah Minahasa Utara pada umumnya. Ini juga menandai peningkatan posisi Minahasa Utara di pentas internasional sebagai daerah yang siap berkontribusi dalam pembangunan global yang berkelanjutan.(*)

 

(Vera.E.Kastubi)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular