MINUT, TelusurInformasiNews.id.- Dalam kunjungan kerja (kunker) ke Polsek Dimembe, Kapolres Minahasa Utara (Minut) AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si memberikan arahan langsung kepada personel, menekankan pentingnya evaluasi kinerja tahun 2025 dan peningkatan kualitas pelayanan di awal tahun 2026. Pertemuan ini juga dihadiri perwakilan media, sebagai bagian dari transparansi dan sinergi dengan publik. Rabu, (28/1/2026).
Kapolres Minut membuka pertemuan dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polsek Dimembe dan media yang hadir. Ia mengajak semua pihak untuk menikmati santapan yang disediakan sambil berkomunikasi secara santai. Dalam arahannya, Kapolsek meminta masukan dari personel dan masyarakat guna mengevaluasi capaian tahun 2025 sebagai fondasi perbaikan di awal tahun 2026.
Kapolsek mengapresiasi kinerja personel dalam mengelola Harkamtibmas (Keamanan, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat) selama setahun terakhir. Ia menegaskan bahwa tugas pokok polisi adalah melayani dan menjaga Harkamtibmas sebagai standar minimal. Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa kehadiran polisi di TKP atau lokasi peristiwa sangat penting, terlepas dari jenis kasusnya.
Kapolres juga menyoroti kebanggaan sebagai bagian dari institusi besar Polri. Ia mengingatkan bahwa kesalahan individu, seperti penanganan yang keliru di Polsek Dimembe, dapat memengaruhi citra Polri secara nasional. Oleh karena itu, ia menekankan tanggung jawab besar yang melekat pada seragam coklat yang dikenakan.
“Tugas polisi ini sungguh mulia. Ketika kita memilih menjadi polisi, itu adalah pilihan yang harus kita syukuri dan jalani dengan tanggung jawab penuh, tanpa mengeluh, karena hidup adalah tentang pilihan.” ujar Kapolres Auliya
Dalam sesi tanya jawab, Kapolres menanyakan alasan personel memilih menjadi polisi. Salah seorang anggota menjawab untuk membanggakan orang tua. Kapolres menanggapi dengan menekankan bahwa menjadi polisi adalah pilihan yang harus disyukuri dan dijalani dengan penuh tanggung jawab. Ia mengilustrasikan bahwa hidup terdiri dari serangkaian pilihan, mulai dari bangun tidur hingga menjalankan tugas, dan polisi harus menjalani pilihannya tanpa keluhan.
Kapolres juga membahas pentingnya empati dalam pelayanan, seperti menangani laporan kehilangan atau bencana alam. Ia mencontohkan bahwa polisi harus memberikan rasa aman dan solusi, bukan sekadar hadir di TKP. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, ia menyarankan personel menjaga kerapian dan kenyamanan lingkungan kantor, serta berempati kepada masyarakat layaknya melayani keluarga sendiri.
“Jangan pernah lupa bahwa setiap tindakan kita sebagai polisi akan berdampak pada masyarakat dan institusi Polri. Mari kita terus meningkatkan pelayanan dengan empati, integritas, dan keikhlasan.” Kapolres Auliya
Di akhir arahan, Kapolres mengingatkan agar personel tidak mengharapkan pujian atas perbuatan baik, karena setiap tindakan akan dinilai oleh Yang Maha Kuasa. Ia menutup dengan pesan untuk terus bersyukur atas kesehatan dan kehidupan, serta menjalani tugas dengan keikhlasan.
Kapolsek Membe Ipda Steven Rumapea S.Tr.K.M.H. dalam laporannya mengatakan, Pertama-tama, “saya sebagai Kapolsek mengucapkan selamat datang di Polsek Membe pada hari ini. Polsek Membe menaungi dua wilayah kecamatan:
1. Kecamatan Membe – Luas wilayah 244,941 km.
2. Kecamatan Telawangan.
Sumber Daya Alam
-Mineral: Tambang emas, pasir, batu, dan gamping.
– Kehidupan Sehari-hari: Kayu dapur.
– Sosial Budaya: Kebiasaan meminum minuman keras, berbagai kesenian tarian, serta objek wisata seperti air terjun di Kecamatan Talawang.
Data Kesatuan Polsek
– Jumlah Personel: Total 30 orang.
– Kendaraan Dinas:
– 1 roda empat.
– 10 roda dua.
– Alat yang digunakan: Dua pucuk SSP2 untuk lintas api dan bidang logistik.
Statistik Keamanan
Selama beberapa tahun terakhir, terjadi penurunan gangguan keamanan, namun ada beberapa kasus peningkatan yang perlu dicatat.
Kasus Menonjol Tahun 2025
1. Kasus Pembunuhan di Sanketelu
– Modus operandi: Dendam.
– Status: Tahap 1 (3 Juni) dan tahap 2 (17 Juni).
2. Pembunuhan di Desa Patokaan
– Modus operandi: Penyerangan secara bersama-sama.
– Status: Dalam perkembangan.
3. Pembunuhan di Desa Kelabat
– Situasi: Tersangka sudah ditangkap; kasus dalam proses hukum.
4. Laporan Kebakaran Rumah
– Mengakibatkan dua korban jiwa (satu dewasa dan satu anak-anak).
Inovasi dan Program Kerja
Kami melaksanakan beberapa inovasi di Polsek Membe:
– Giat Jumat Curhat: Rotasi di setiap desa.
– Sinergitas dengan TNI: Patroli satu atau dua kali sebulan.
– Program Pertahanan Pangan sesuai arahan Presiden.
Kerawanan umum yang sering terjadi:
– Pengeparan.
– Pengadangan.
– Pemabukan akibat minuman keras.
Permasalahan yang Dihadapi
1. Kurangnya personel bintara.
2. Sarana komputer yang terbatas.
3. Keterbatasan sumber daya untuk antisipasi masalah,” jelas Kapolsek Steven.
Arahan Kapolres Minut di Polsek Dimembe ditutup dengan harapan agar seluruh personel terus meningkatkan pelayanan dengan empati dan integritas. Pertemuan ini menjadi momen refleksi dan penyegaran semangat pengabdian di awal tahun 2026, dengan komitmen menjaga kepercayaan masyarakat sebagai institusi yang mengutamakan pelayanan.
(Vera.E.Kastubi).






