Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraHadapi El Nino dan Karhutlah, Pemkab Minut Bersama FKUB-BKSAUA Gelar Doa Bersama

Hadapi El Nino dan Karhutlah, Pemkab Minut Bersama FKUB-BKSAUA Gelar Doa Bersama

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Menghadapi dampak El Nino yang berkepanjangan serta berbagai bencana yang menyertainya, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) bersama Forum Kerja Sama Antarumat Beragama (FKUB) dan Badan Kerja Sama Antarumat Agama (BKSAUA) Minut menggelar doa bersama. Bertempat di Atrium Kantor Bupati Minut. Senin (05/10/2026),

Doa bersama tersebut menjadi momentum untuk memohon pertolongan dan perlindungan Tuhan di tengah kondisi iklim panas yang telah memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat, termasuk kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah), kekurangan air bersih hingga meningkatnya risiko gangguan kesehatan.

Doa dipimpin dan dibawakan secara bersama oleh Psr. Johanis Pinontoan, Pr., H. Baidlowi, dan Pdt. Garieth Sigarlaki, M.Th. Ketiganya secara khusus mendoakan berbagai hal terkait kondisi iklim El Nino serta situasi tanggap darurat bencana yang sedang dihadapi.

Kegiatan tersebut diikuti Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Utara Ir. Novly Wowiling, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Minut Dr. Joune Ganda, bersama para asisten dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Minut.

Dalam sambutannya, Sekda Novly Wowiling mengatakan, kondisi cuaca panas yang berkepanjangan telah menimbulkan berbagai dampak yang dirasakan masyarakat. Selain kekeringan, dampak tersebut meliputi Karhutlah, kekurangan air bersih, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga kenaikan harga sejumlah bahan pokok.

“Keprihatinan dan doa bersama menjadi hal yang sangat penting dilakukan sebab semua potensi sudah dikerahkan untuk menghadapi El Nino ini. Terima kasih banyak untuk doa yang sudah digelar. Semoga doa kita didengar dan Tuhan memberikan berkah berupa hujan di wilayah Minut. Momen doa ini harus menjadi kekuatan utama kita,” tukas Wowiling.

Pemkab Minut sendiri terus menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan kondisi El Nino. Diketahui, selain menyebabkan gagal panen di sejumlah sentra pertanian warga, kondisi tersebut juga memicu terjadinya Karhutlah, puting beliung, serta sejumlah kejadian kebakaran rumah dan gedung milik warga.

Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena dampak El Nino tidak hanya menyentuh sektor lingkungan dan pertanian, tetapi juga berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta keamanan lingkungan.

Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Minahasa Utara, Usman, mengatakan bahwa doa bersama memiliki arti penting karena kondisi yang dihadapi merupakan fenomena alam yang tidak dapat sepenuhnya dihindari.

“Doa bersama penting dilakukan mengingat ini fenomena alam yang tidak bisa dihindari sehingga sebagai orang yang bertaqwa harus tetap mengandalkan Tuhan. Damkar Minut sebagai instansi teknis tetap maksimal untuk menghadapi kondisi ini,” ujar Usman.

Melalui doa bersama tersebut, Pemkab Minut, FKUB dan BKSAUA Minut berharap kondisi cuaca ekstrem akibat El Nino dapat segera berakhir dan hujan kembali turun di wilayah Minahasa Utara. Di sisi lain, seluruh unsur pemerintah dan instansi teknis tetap diminta untuk menjalankan langkah penanganan secara maksimal guna meminimalkan dampak Karhutlah maupun bencana lainnya yang terjadi di tengah kondisi cuaca berkepanjangan ini.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular