Sabtu, Juni 6, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraFernandus Yusi Adam Apresiasi Respons Cepat Sistem Tanggap Darurat Minut Pasca Keracunan...

Fernandus Yusi Adam Apresiasi Respons Cepat Sistem Tanggap Darurat Minut Pasca Keracunan MBG Di SMPN 2 Airmadidi

MINUT, TelusurInformasiNews.id.- Ketua Persatuan Jurnalis Biro Minahasa Utara (PJBM) Fernandus Yusi Adam mengungkapkan pujian atas respons cepat sistem kedaruratan di Kabupaten Minahasa Utara yang terimplementasi saat kejadian keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini menjadi perhatian setelah puluhan siswa SMP Negeri 2 Airmadidi mengalami gejala keracunan. Kamis, (27/11/2025).

Menurut Nando, tanpa menunggu arahan dari Bupati Joune Ganda, lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera bergerak untuk menangani situasi darurat akibat wabah penyakit tersebut. “Saya sangat menghargai langkah cepat OPD dalam menghadapi isu ini. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas, dan ini menunjukkan bahwa sistem tanggap darurat di Minut berfungsi dengan baik,” ucap Nando.

Lebih lanjut, Nando menyoroti bahwa program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan anak-anak di seluruh Indonesia. Namun, insiden keracunan ini harus ditangani secara serius agar tidak terulang kembali.

“Dugaan keracunan akibat MBG memang sudah terjadi di berbagai daerah di Indonesia, menyebabkan banyak siswa mengalami keluhan seperti mual, sakit perut, dan muntah. Jika ada unsur kelalaian atau kesengajaan, pihak-pihak yang bertanggung jawab perlu diusut tuntas dan dievaluasi untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.

Di sisi lain, data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI mencatat sebanyak 11.660 kasus keracunan di 25 provinsi pada bulan Oktober 2023. Isu ini diyakini berkaitan dengan kontaminasi pangan disebabkan oleh bakteri, zat kimia, serta kondisi penyimpanan yang tidak memadai.

Nando berharap agar semua pihak, termasuk pemerintah pusat, dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengawasan mutu makanan yang diberikan kepada pelajar. Melalui langkah tersebut, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang, dan keamanan siswa bisa terjamin.(*)

 

(Vera.E.Kastubi)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular