Jumat, Juni 5, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraBerlangsung Khidmat, Sekda Wowiling Irup Peringatan Hari Lahir Pancasila di Minahasa Utara 

Berlangsung Khidmat, Sekda Wowiling Irup Peringatan Hari Lahir Pancasila di Minahasa Utara 

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Upacara tersebut dihadiri oleh jajaran aparatur sipil negara, TNI, Polri, serta para utusan sekolah, dan peserta undangan lainnya. Bertempat di Lapangan Upacara Pemkab Minut. Senin, (1/6/2026).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling, MSi, yang mewakili Bupati Minut Joune Ganda. Kehadiran Wowiling sebagai inspektur upacara menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Novly Wowiling membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menekankan pentingnya Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. Pidato diawali dengan salam pembuka dari berbagai agama dan keyakinan, mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Lebih dari sekadar seremoni, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam setiap insan Indonesia,” ujar Sekda Wowiling.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi. Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” lanjut Sekda Wowiling.

Ditegaskan pula bahwa Indonesia bukan sekadar penonton dalam kancah global. Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila menjadi fondasi kebijakan luar negeri yang bebas aktif, dan nilai musyawarah serta mufakat menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini.

Pidato juga menyoroti kontribusi Pasukan Perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB, peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” tutur Sekda Wowiling.

Seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan bukan sekadar hiasan di dinding kantor atau teks di buku. Para menteri dan kepala daerah juga diingatkan untuk memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, serta tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan.

“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegas Sekda Wowiling.

Upacara ditutup dengan ajakan untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. “Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiositas dengan semangat persatuan, dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” tutup Sekda Wowiling.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Minahasa Utara ditutup dengan pembacaan doa dan defile peserta upacara. Pemerintah Kabupaten Minut berharap momentum 1 Juni 2026 ini menjadi pengingat seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan mengamalkan Pancasila dalam setiap tindakan nyata di tengah keberagaman.

 

(Vera.E.Kastubi).

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular