MINUT, TelusurInformasiNews.id.- Proses pemulangan jenazah warga Tungoi I Kec. Laloyan Bolmong yang saat ini berdomisili di Desa Kolongan Kec. Kalawat Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang bekerja di Kamboja dan viral di media sosial akhirnya tuntas dengan kedatangan jenazah almarhum Hartono Pajama di Bandara Sam Ratulangi, Manado, pada Jumat, 30 Januari 2026. Seluruh biaya pemulangan ditanggung sepenuhnya oleh Anggota DPR RI Rio Dondokambey, sebagai bentuk perhatian terhadap warga di daerah pemilihannya. Jumat, (30/1/2026)

Jenazah almarhum Hartono Pajama, pekerja asal Tungoi I Kecamatan Laloyan, Kabupaten Bolmong yang saat ini berdomisili di Desa Kolongan Kec Kalawat Kab. Minahasa Utara, yang meninggal karena sakit selama bekerja di Kamboja, telah melalui perjalanan panjang sebelum tiba di tanah air. Proses pemulangan dimulai pada Rabu, 28 Januari 2026, dengan jenazah yang sebelumnya telah berada di Malaysia. Pada Kamis, 29 Januari 2026, jenazah tiba di Bandara Cengkareng, Jakarta, sekitar pukul 11.00 siang. Kemudian, jenazah diberangkatkan dari Jakarta ke Manado pada Jumat dini hari, pukul 01.00, dan tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado, pukul 05.30 wita pagi menggunakan maskapai CitiLink.

Kedatangan jenazah disambut dengan penuh haru oleh keluarga, kerabat, dan sahabat almarhum di ruang kargo bandara. Dibandara Jenasah diterima langsung oleh Pejabat pemerintah desa kolongan Kalawat, Hukum tua Johanis Wangania, S.sos. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Desa Kolongan Kec. Kalawat Minahasa Utara. Pemakaman almarhum direncanakan dilaksanakan pada Sabtu, tanggal 31 Januari 2026, di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara.

Mercy Chriesty Barends, S.T., Ketua DPP PDIP Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, turut memberikan pernyataan mengenai pemulangan jenazah ini, “Kami percaya bahwa seluruh usaha yang dilakukan oleh keluarga besar PDIP adalah demi tujuan kemanusiaan, tanpa memandang latar belakang. Kasus pekerja migran Indonesia di Kamboja, Myanmar, dan negara lain sering menghadapi tantangan serius. Hartono adalah satu dari banyak korban dalam situasi serupa,” ucap Mercy.

Dia melanjutkan, “Setelah mendapatkan informasi mengenai almarhum yang sudah meninggal sejak bulan Desember lalu dan tertahan di rumah jenazah di Kamboja, DPP PDIP mengambil langkah untuk memfasilitasi seluruh proses pemulangan jenazah. Saat ini, jenazah telah berhasil dipulangkan dan diserahkan kepada keluarganya. Kami mohon maaf atas segala kekurangan dalam pelaksanaan,” tambah Mercy.

Lebih lanjut lagi Mercy mengatakan, “Semua yang terjadi adalah berkat niat tulus kami. Terima kasih juga kepada bapak Rio Dondokambey yang telah membantu dan menyediakan fasilitas agar jenazah bisa sampai tepat waktu untuk prosesi pemakaman yang baik,” ujar Mercy.
Sebagai penutup Mercy mengatakan, “Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri, pihak Kedutaan Kamboja, serta semua pihak di Bandara Epoch, Kampung Hatta, yang telah membantu terlaksananya proses ini,” tutup Mercy.
Pada kesempatan yang sama, Hukum Tua Johanis Wangania, S.Sos, menyampaikan ucapan syukur. “Saya bersyukur kepada Tuhan yang mempertemukan saya dengan Ibu Mersi. Sebagai kepala desa, saya siap mendukung administrasi dalam proses pemulangan jenazah almarhum Hartono Pajama,” ujar Johanis.

Lebih lanjut, Johanis mengatakan, “terima kasih kepada Pak Rio, yang telah memainkan peran penting dalam memastikan jenazah dapat diangkut sampai ke rumah kediaman di Desa Kolongan, jaga 1. Kita semua percaya bahwa Tuhan memiliki rencana-Nya sendiri. Mari kita bersatu dalam doa untuk almarhum dan semua yang ditinggalkan,” tutur Johanis.
Tragedi ini mendapatkan perhatian luas di media sosial dan masyarakat, menyoroti solidaritas yang ditunjukkan oleh berbagai pihak, termasuk tokoh politik dan pemerintah daerah. Harapannya, dukungan semacam ini dapat meringankan beban keluarga almarhum serta menjadi pelajaran tentang kepedulian terhadap nasib pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.
(Vera.E.Kastubi)






