Senin, Mei 11, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraPemkab Minut Beri Penghargaan Maestro Budaya Nusantara untuk Mendiang James F. Sundah

Pemkab Minut Beri Penghargaan Maestro Budaya Nusantara untuk Mendiang James F. Sundah

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Dunia musik Indonesia kembali berduka atas kepergian salah satu komponis terbaik bangsa, James Freddy Sundah. Sosok pencipta lagu legendaris “Lilin-Lilin Kecil” itu meninggal dunia di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (7/5) waktu setempat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi insan musik tanah air sekaligus kehilangan besar bagi perjuangan hak kekayaan intelektual para musisi Indonesia.

James F. Sundah dikenal sebagai musisi dan pencipta lagu yang telah melahirkan banyak karya monumental. Lagu-lagunya tak hanya melekat di hati masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan industri musik nasional. Di balik sosoknya, James juga dikenal sebagai pejuang kesejahteraan para pencipta lagu melalui advokasi sistem royalti yang lebih adil bagi insan seni.

Dalam dua tahun terakhir, James berjuang melawan penyakit kanker paru-paru yang dideritanya. Berbagai upaya pengobatan dijalani di sejumlah fasilitas kesehatan terbaik. Demi kesembuhan, ia bahkan memutuskan meninggalkan kebiasaan merokok yang selama ini dijalaninya.

Namun, kondisi kesehatannya terus menurun setelah sel kanker yang sempat melambat akhirnya menyebar ke organ liver dan tulang. Meski begitu, semangat berkarya James tidak pernah surut. Di masa-masa akhir hidupnya, ia masih sempat menciptakan lagu berjudul “Seribu Tahun Cahaya” yang dipersembahkan untuk sang istri dan dibawakan oleh Claudia Emmanuela Santoso.

Karya tersebut menjadi simbol cinta sekaligus bukti bahwa musik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hidup seorang James F. Sundah. Bahkan di tengah kondisi fisik yang melemah, kreativitasnya tetap menyala.

Sepanjang kariernya, James telah bekerja sama dengan sejumlah musisi besar Indonesia, di antaranya Chrisye, Ruth Sahanaya, hingga Nicky Astria. Tidak hanya dikenal di dalam negeri, kemampuan diplomasi dan musikalitasnya juga membawanya berkolaborasi dengan band rock dunia, Scorpions.

Selama berada di Amerika Serikat, James aktif memperjuangkan hak-hak para pencipta lagu, khususnya terkait sistem royalti musik. Ia mendedikasikan dirinya untuk memastikan setiap karya musisi mendapatkan penghargaan dan perlindungan yang layak.

Atas dedikasi dan kontribusinya yang besar terhadap dunia seni dan budaya, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune Ganda, SE, MAP, MM, MSi bersama Wakil Bupati Kevin William Lotulung, SH, MH memberikan penghargaan Maestro Budaya Nusantara kepada almarhum James F. Sundah.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menilai James sebagai figur yang berhasil mengangkat identitas lokal ke panggung internasional melalui karya-karyanya yang mendunia. “Almarhum James F. Sundah adalah kebanggaan bangsa. Beliau tidak hanya menghadirkan karya-karya besar untuk Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menjaga kualitas, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujar jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Rencananya, pada Senin (11/5), James F. Sundah akan dimakamkan di St. John Cemetery, New York, salah satu pemakaman ikonik yang menjadi tempat peristirahatan terakhir sejumlah tokoh penting dunia.

Kepergian James F. Sundah memang meninggalkan duka mendalam. Namun, warisan karya dan perjuangannya akan terus hidup dalam perjalanan musik Indonesia. Seperti lagu “Lilin-Lilin Kecil” yang melegenda, namanya akan tetap bersinar dan menjadi penerang bagi para musisi muda Indonesia untuk terus berkarya dan bermimpi tinggi.

Selamat jalan, Maestro. Karyamu akan selalu hidup di hati masyarakat Indonesia.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular