MINUT, TelusurInformasiNews.id.- Di tengah sorotan publik mengenai kondisi ruang kelas yang kurang memadai, Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mengonfirmasi bahwa mulai Senin depan, proses belajar mengajar di SD Inpres Klabat, Kecamatan Dimembe, tidak akan lagi dilakukan di lantai. Ini merupakan respon positif terhadap keluhan orang tua siswa tentang kenyamanan anak-anak saat mengikuti pembelajaran. Jumat, (6/2/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Minut, Jofieta Supit, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperhatikan hak siswa dalam mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan langsung dengan para orang tua siswa, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan para orang tua mengenai kondisi ruang kelas yang sedang dalam tahap renovasi. “Kami berkomitmen untuk menjamin kenyamanan siswa selama kegiatan belajar berlangsung,” ujar Jofieta. Ia juga memastikan bahwa proses belajar mengajar tidak akan dilakukan di lantai seperti yang sempat viral di media sosial.
Dalam upaya memantau perkembangan proyek renovasi, Kepala Inspektorat Stephen Tuwaidan mengarahkan tim teknis untuk menghitung sisa volume pekerjaan yang perlu diselesaikan. “Setelah mendengar aspirasi dari orang tua, kami pastikan tidak ada lagi pelaksanaan belajar di lantai mulai Senin,” tegasnya. Ia juga mengingatkan Plt Kepala Sekolah untuk fokus pada kenyamanan siswa.
Ia menambahkan bahwa Dinas Pendidikan akan melakukan pemantauan langsung pekan depan. Sejalan dengan itu, Stephen Tuwaidan menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk mengevaluasi proses revitalisasi ruang belajar, yang termasuk dalam program Revitalisasi Tahun 2025 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Tim kami fokus pada audit teknis terkait pekerjaan yang belum selesai. Berdasarkan pemeriksaan awal, tersisa volume pekerjaan senilai sekitar Rp13 juta yang meliputi pemasangan pintu, jendela, dan peralatan lainnya,” ungkap Tuwaidan. Dia melanjutkan bahwa terdapat sisa anggaran yang belum diterima panitia, menyebabkan sedikit keterlambatan dalam renovasi.
Setelah pertemuan, banyak orang tua siswa menyatakan puas atas penjelasan yang diberikan dan siap mendukung program pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Minahasa Utara. Panitia pelaksana proyek revitalisasi juga bertekad untuk menyelesaikan seluruh sisa pekerjaan dalam waktu kurang dari sebulan. Diharapkan pada awal bulan Maret 2026, siswa SD Inpres Klabat sudah dapat menikmati fasilitas ruang belajar yang telah sepenuhnya direnovasi.
“Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama demi tercapainya hasil pendidikan yang lebih baik, agar anak-anak kita mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” kata Jofieta Supit.
Dengan semua langkah yang diambil, Dinas Pendidikan percaya bahwa SD Inpres Klabat akan segera menjadi tempat yang ideal bagi para siswa, mendorong mereka menuju sukses dengan pendidikan berkualitas.
(Vera.E.Kastubi).






