MINUT, TelusurinformasiNews.id -Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, melalui Dinas Perindustrian secara resmi menutup kegiatan pelatihan pembuatan produk kerajinan berbasis daur ulang plastik di Pusat Daur Ulang Plastik Desa Tumaluntung. Pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 18 hingga 20 Juni 2025, diikuti oleh 25 peserta utusan dari 10 kecamatan yang ada di Minahasa utara berjalan dengan lancar dan baik. Jumat, (20/6/2025).

Dinas Perindustrian secara resmi menutup kegiatan pelatihan pembuatan produk kerajinan berbasis daur ulang plastik di Desa Tumaluntung, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik dan mengembangkan kreativitas masyarakat dalam membuat produk kerajinan yang bernilai ekonomis.
Kepala Dinas Perindustrian, Agnes Tumangkeng, SE, MM, menyampaikan, “bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik, mengembangkan kreativitas dan inovasi masyarakat dalam membuat produk kerajinan yang bernilai ekonomis dari bahan plastik daur ulang, serta meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat tentang teknologi daur ulang plastik dan pembuatan produk kerajinan,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Agnes Tumangkeng, SE, MM.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengelola produk kerajinan berbasis daur ulang plastik, mengurangi sampah plastik dan pencemaran lingkungan, serta menciptakan lapangan kerja.
Sementara itu, Marlon Kamagi Pendiri startup digital bernama Baciraro Recycle, yang berfokus pada pembangunan ekosistem pengolahan sampah berbasis masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) yang menjadi Narasumber pada kegiatan pelatihan pembuatan produk kerajinan berbasis daur ulang plastik di Pusat Daur Ulang Plastik Desa Tumaluntung.

Marlon Kamagi, pendiri Baciraro Recycle, menekankan pentingnya pendidikan dan kolaborasi dalam pengelolaan sampah di Sulawesi Utara. “Melalui program bank sampah yang melibatkan masyarakat di 10 kecamatan di Minahasa Utara, saya berharap untuk memberdayakan masyarakat agar dapat mengelola sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi,” ucap Marlon.
Lanjut Marlon menjelaskan bahwa ada kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar mereka dapat berperan dalam industri kreatif dan kecil menengah. Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah, serta pemanfaatan sampah organik dan plastik. Ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 60-70%.

Mengenai perkembangan program, “Saya mencatat bahwa meskipun saat ini baru sekitar 100 orang yang terlibat sebagai nasabah bank sampah, sudah ada 2 ton sampah yang berhasil dikelola. Dinas terkait juga menunjukkan dukungan melalui program-program kolaboratif yang melibatkan pelaku usaha seperti hotel dan restoran, yang mendonasikan sampah mereka untuk diolah,” ujar Marlon.
Harapan Marlon kepada peserta adalah agar mereka tetap semangat dalam pengelolaan sampah, saling berbagi informasi, dan siap untuk terus belajar dan berkembang. Dia menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, dengan keyakinan bahwa upaya ini dapat dimulai dari diri sendiri dan komunitas.

Alex Sartono salah satu peserta utusan dari Kema, yang adalah ketua kelas Pelatihan mengatakan, “bagi saya kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, karena model pelatihannya sangat berbeda, dimana banyak bentuk pelatihan dan praktik langsung untuk pengolahan. Limbah sampah plastik dan ini perlu kerjasama dengan pihak pemerintah desa kami akan mencoba mendorong kerjasama dengan Bungdes, dengan koperasi desa sehingga bisa membuat yang namanya peraturan desa agar ini menjadi kekuatan menjadi legitimasi agar ini bisa menjadi gerakan bersama partisipasi masyarakat,” kata Alex.
Ditempat yang sama ibu Rusni Doda salah satu utusan Kec. Airmadidi mengatakan, “agar acara ini bisa bermanfaat dan berkesinambungan serta berdaya saing, maka di butuhkan kebijakan politik anggaran yg mumpuni dari pemerintah agar dampak dari progran ini bisa teratasi. Dengan ilmu yang di dapat mampu menumbuhkan reativitas masyarakat yang berimplikasi pada pendapatan keluarga. Untuk itu kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati juga kepada Kadis perindurtrian dan seluruh perangkatnya Sehingga cita-cita Kabupaten Minahasa utara untuk menjadi Kabupaten yang sehat bukan isapan jempol belaka. Karena Efek program ini adalah menciptakan lingkungan bersih dan sehat serta menambah pendapatan keluarga lewat berbagai jenis kerajinan tangan dari sampah plastik. Prinsip kami sebagai tukang daur ulang sampah plastik demi masyarakat Sehat dan bahagia dari pada jadi sampah masyarakat,” kata Rusni.

Dengan penutupan pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berharap dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui penjualan produk kerajinan yang dihasilkan, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan.
(Vera.E.Kastubi).






