Senin, April 20, 2026
spot_img
BerandaEkonomi/BisnisKunjungan Kerja Menteri Perdagangan Dr.Budi Santoso, M.Si. Di PT Royal Coconut Minahasa...

Kunjungan Kerja Menteri Perdagangan Dr.Budi Santoso, M.Si. Di PT Royal Coconut Minahasa Utara.

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Kunjungan kerja Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso, M.Si ke PT. Royal Coconut di Desa Kawangkoan, Kecamatan Kalawat. Jumat, (13/12/2024).

Didampingi sekretaris Pemerintah daerah Minahasa Utara Ir. Novry Wowiling, Menteri perdangangan Dr. Budi Santosa melakukan kunjungan kerja ke PT. Royal Coconut di Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat, Kab. Minahasa Utara.

Kunjungan kerja Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso, M.Si ke PT. Royal Coconut di Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat adalah untuk memperkuat sektor perdagangan dan industri di daerah Minahasa Utara, serta meninjau langsung proses produksi kelapa dan produk turunannya di PT. Royal Coconut, dan memastikan penerapan standar kualitas dan keamanan yang baik di fasilitas produksi perusahaan PT. Royal Coconut.

Dalam kunjungannya menteri perdangangan berdiskusi langsung dengan Manajemen perusahaan mengenai perkembangan industri kelapa, strategi pemasaran, dan tantangan yang dihadapi dalam ekspor produk.

Dalam diskusi Mentri perdangangan mengatakan, “Saya mengapresiasi keterbukaan manajemen dalam berbagi informasi dan pandangan, masukan yang diberikan sangat berharga bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang dapat mendukung pertumbuhan industri kelapa nasional, ke depan. Mari kita terus menjalin komunikasi dan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku industri. Bersama-sama, saya yakin kita dapat mengoptimalkan potensi industri kelapa Indonesia dan meningkatkan daya saingnya di pasar global,” ujar menteri.

Sementara itu koordinator Himpunan Industri Pengelolah Kelapa Indonesia (HIPKI) wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi tengah Bpk. Azhar dalam wawancara dengan wartawan mengatakan, “mengenai program Presiden Prabowo tentang hilirisasi, terkait bahan baku kelapa banyak yang di eksport bahan baku mentahnya sehingga terjadi kelangkaan bahan baku di Sulut, sementara Pabrik Royal Coconut adalah pabrik terbesar kedua di Indonesia,” ujar Azhar.

Kita butuh 1 juta butir kelapa per/hari sedangkan sekarang hanya tiga ratus ribu, jadi cuma 30% saja.

“Makanya tadi pak Mendag menanggapi dengan serius, sehingga nanti kita akan ada audiens kembali dengan beliau, bersama-sama dengan anggota HIPKI dijakarta. Pertemuan ini muda-mudahan secepatnya supaya eksport kelapa biji ini berhenti, karna kalau kita terus menerus seperti ini maka Sulut lebih khususnya Indonesia akan kalah dengan dengan Filipina. Di Negara Filipina di protec sehingga tidak ada eksport kelapa mentah keluar,” tambah Azhar.

Dengan demikian, kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor perdagangan dan industri di Kalawat serta mendukung pengembangan industri kelapa dan UMKM di wilayah Minahasa utara dan  Semoga kunjungan semacam ini bisa meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pelaku industri, serta mempromosikan produk lokal di pasar yang lebih luas.

Hadir dalam kunjungan menteri, Sekretaris Daerah Ir. Novry Wowiling, Kadis Pertanian, Ir Wangke S. Karundeng, Kadis Perdagangan, Maximillian Tapada.

 

(Vera.E.Kastubi)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular