MINUT, TelusurInformasiNews.id – Antusiasme masyarakat Desa Tiwoho, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), terlihat begitu tinggi saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Utara. Sebanyak 110 kuota pangan bersubsidi yang disediakan bagi masyarakat habis terjual dalam waktu singkat. Jumat, (6/11/2026).
Tingginya minat warga tersebut menunjukkan bahwa program penyediaan bahan pangan dengan harga di bawah pasaran sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas Dinas Pangan Minut yang diinisiasi Kepala Dinas Pangan, Asriyadi Lalompoh, sebagai bentuk langkah konkret Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam menjaga ketersediaan pasokan, mengendalikan harga, serta memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau.
Kepala Dinas Pangan Minut, Asriyadi Lalompoh, menjelaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune James Esau Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung.
Menurutnya, program tersebut diarahkan untuk mendukung penanganan inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga berbagai komoditas pangan di wilayah Minahasa Utara.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan program Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung dalam rangka penanganan inflasi daerah serta menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan di Kabupaten Minahasa Utara,” ungkap Asriyadi.
Ia menambahkan, pelaksanaan GPM tidak hanya dipusatkan pada satu wilayah, tetapi terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh kecamatan.
“Program Gerakan Pangan Murah telah menjangkau 10 kecamatan. Selain kegiatan ini, melalui strategi inovatif SI PERINTIS Minut, Dinas Pangan juga telah menyalurkan bantuan ayam petelur kepada kelompok peternak di lima desa rawan pangan. Penyaluran tersebut dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR), sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Asriyadi menegaskan bahwa berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk tidak hanya menjaga keterjangkauan pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan potensi desa.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Desa Tiwoho juga mendapat sambutan positif dari pemerintah desa. Penjabat Hukum Tua Desa Tiwoho, Felix Mantiri, bersama Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Desa Tiwoho, Dona Holle, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Pangan terhadap kebutuhan masyarakat setempat.
Dona Holle mengatakan, kehadiran program GPM memberikan manfaat langsung bagi warga, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kehadiran Gerakan Pangan Murah ini sangat membantu masyarakat. Apalagi dalam kondisi saat ini, ketika daya beli warga sedang mengalami penurunan akibat dampak musim kemarau. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih ringan,” tutur Dona.
Menurutnya, program seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat karena dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama ketika kondisi cuaca dan musim kemarau turut memengaruhi aktivitas serta kemampuan ekonomi warga.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Wori, Oktavianus Jus Mayuntu, Sekretaris Dinas Pangan bersama jajaran, serta perangkat Desa Tiwoho yang ikut mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Keberhasilan penyaluran seluruh 110 kuota pangan bersubsidi di Desa Tiwoho menjadi gambaran tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pangan dengan harga terjangkau. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Pangan diharapkan terus memperluas jangkauan program serupa agar semakin banyak warga yang memperoleh manfaat.
Melalui Gerakan Pangan Murah dan inovasi SI PERINTIS Minut, upaya pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa terus didorong secara berkelanjutan. Dengan demikian, kehadiran pemerintah tidak hanya dirasakan melalui kebijakan, tetapi juga lewat program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
(Vera.E.Kastubi).






